Umum

Tsamara Amany Alatas : Politikus Muda Indonesia

Tsamara Amany Alatas merupakan sosok muda yang beberapa tahun terakhir terkenal dengan kepiawaiannya berbicara mengenai politik. Gadis 23 tahun ini mulai terkenal sejak aktif membicarakan isu-isu politik di media sosial hingga media massa seperti koran dan televisi. Baru-baru ini tepatnya tanggal 7 Juli 2019, Tsamara resmi bertunangan dengan dosen New York University (NYU), Prof. Ismail Fajrie Alatas dengan seserahan berupa buku risalah sidang BPUPKI. Menurut Prof. Adji, seserahan risalah sidang BPUPKI tersebut memiliki dua makna. Pertama, Aji ingin menegaskan bahwa ia mendukung profesi Tsamara sebagai politikus. Kedua, calon suaminya tersebut ingin Tsamara tetap terus membaca sejarah bangsa ini dimana risalah sidang BPUKI memang butuh pemahaman mendalam. Pertunangan pasangan yang terpaut jauh 13 tahun itu, tak ayal menjadi perbincangan hangat. Nah, saat ini kita tidak akan membahas kisah cinta mereka ya, tetapi perjalanan politik Tsamara hingga terkenal seperti sekarang. Yuk, simak baik-baik.

Tsamara Amany Alatas : Politikus Muda Indonesia

Tsamara Amany Alatas : Politikus Muda Indonesia
Tsamara Amany Alatas : Politikus Muda Indonesia

Biodata

Nama Lengkap: Tsamara Amany Alatas
Lahir: Jakarta, 24 Juni 1996
Profesi/Pekerjaan: Mahasiswi, Politisi
Agama: Islam
Orang tua: Muhammad Abdurachman dan Nabila Zen
Partai Politik: Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Jabatan: Ketua DPP PSI Bidang Eksternal
Buku: Curhat Perempun
Akun media sosial: Twitter @tsamaradki, Instagram @tsamaradki
Pengalaman bekerja: Staf magang Basuki Tjahja Purnama alias Ahok di balai kota DKI, Ketua DPP PSI Bidang Eksternal, saksi uji materi persyaratan calon independen di Pilkada yang diajukan Gerakan Nasional Calon Independen (GNCI) di MK

Tsamara Amany pertama kali terkenal karena mengungkapkan sikap kritisnya terhadap gejolak politik Indonesia saat itu. Bahkan, dia berani menyanggah pendapat politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah. Karena merasa sangat diremehkan dan dianggap seperti anak kecil, ia mengunggah tulisan berjudul “Anak bau kencur, Fahri Hamzah, dan KPK”  di salah satu situs online. Tak hanya disitu saja, Tsamara juga membuat video YouTube dengan judul “5 Sesat Pikir Fahri Hamzah tentang KPK”. Politisi PSI tersebut mengkritik beberapa pernyataan Fahri melalui sosial medianya hingga pernah melakukan twitterwar dengan Fahri tentang KPK. Peperangan lewat media sosial itu dianggap netizen sebagai salah satu ajang bagi Tsamara untuk mencari popularitas, padahal ia lebih dulu dikenal sebagai aktivis sekaligus co-founder gerakan Perempuan Politik sejak April 2016. Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina tersebut pernah menjadi saksi dalam uji materi persyaratan calon independen Pilkada yang diajukan oleh Gerakan Nasional Calon Independen di MK.

Baca juga : Contoh Pidato

Tsamara Amany Alatas : Politikus Muda Indonesia
Tsamara Amany Alatas : Politikus Muda Indonesia

Wanita lulusan New Zealand Indonesia International High School jurusan IPS pun diketahui sangat aktif dalam Komunitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) di kampusnya. Selain Fahri Hamzah, buah pikiran yang sering dituangkan di media sosial maupun beberapa media online juga pernah menyinggung soal kegelisahan terhadap sosok Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan. di kesempatan lain, Tsamara ikut angkat bicara tentang kasus karu kuning Jokowi dan beberapa kasus toleransi yang dianggapnya telah melukai kebhinekaan Indonesia. Aspirasi anak muda hingga mulai apatis pada isu politik sangat getol ia suarakan. Hal itu tidak lain adalah untuk mengajak anak muda lebih aktif menyuarakan pendapatnya tentang bidang sosial dan politik dan tidak hanya berdiam karena tidak mau dianggap memihak. Semangat Tsamara yang membara membuatnya mendapat dukungan dari kalangan anak muda, selebriti, akademisi hingga pengamat politik. Berbagai acara dengan para tokoh senior dan orang-orang penting kini tengah sering ia lakoni. Musisi Addie MS pernah menyebut Tsamara sebagai sosok muda kritis dan cerdas, sementara guru besar hukum pidana Universitas Monash, Australia. Prof. Nadiansyah Hosen menyebut bahwa Tsamara adalah sosok berbahaya yang lincah berargumen lewat tulisan dan pintar berdebat.

Baca juga : Motto Hidup

Pengalaman Pernah Magang di Balai Kota

Tsamara Amany Alatas : Politikus Muda Indonesia
Tsamara Amany Alatas : Politikus Muda Indonesia

Saat usia 19 tahun, Tsamara pernah mengikuti seleksi dan menjadi salah satu mahasiswa yang diterima magang di Balai DKI Jakarta pada Januari hingga April 2016. Ia menempati posisi bidang perizinan usaha di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang bertugas melakukan simplifikasi perizinan usaha demi meningkatkan rangking Jakarta pada survei kemudahan World Bank. Pengalaman magang di Balai Kota, Tsamara secara terang-terangan mengaku jika ia begitu mengagumi Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tsamara mengungkapkan dukungan kepada Ahok pada Pilkada DKI Jakarta bahkan ia juga bercita-cita ingin menjadi gubernur DKI Jakarta nantinya. Alhasil, aktivis yang pernah diundang Presiden Jokowi dan beberapa penulis blog jurnalis lainnya untuk datang ke istana pun aktif menulis mengenai pemerintahan Presiden Jokowi baik berupa pujian maupun kritikan. Ia melakukan hal tersebut karena ingin pak Jokowi berhasil dalam mengembangkan amanah sebagai Presiden dan Indonesia menjadi lebih baik di bawah pemerintahannya. Setelah empat bulan magang berlalu, bersama dua teman magangnya, Gaby dan Nita sepakat membuat lembaga swadaya masyarakat bernama Perempuan Politik untuk mewujudkan dan meningkatkan kesadaran politik para perempuan Indonesia.   

Baca juga : Kata Kata Bijak

Mulai Bergabung dengan PSI

Tsamara Amany Alatas : Politikus Muda Indonesia
Tsamara Amany Alatas : Politikus Muda Indonesia

Setelah perhelatan akbar pilkada putaran pertama Pilgub Jakarta 2017, ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menghubungi Tsamara untuk mengajaknya makan siang. Dalam agenda makan siang tersebut, ketua PSI menawarkan posisi ketua DPP PSI untuk Tsamara. Akhirnya, wanita berdarah arab tersebut tidak hanya berkoar-koar melalui media sosial atau media online saja, namun ikut terjun langsung dalam dunia politik dengan menjadi ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bidang Eksternal. PSI yang kebanyakan anggotanya anak muda tersebut resmi dipilih Tsamara pada April 2017. Maju sebagai caleg nomor satu, Tsamara justru unggul jauh dari wakil sekjen PSIP yang juga petahana Eriko Sotarduga. Eriko hanya bisa berada di urutan kedua dengan perolehan suara sebanyak 1,389 suara, sedangkan Tsamara mendapatkan suara sebesar 3.755 suara.

Tsamara Amany Alatas : Politikus Muda Indonesia
Tsamara Amany Alatas : Politikus Muda Indonesia

Hasil tersebut juga membuat Tsamara Amany mengalahkan politisi senior yang ikut bertarung dalam pileg 2009. Wakil Ketua MPR sekaligus petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid yang hanya memperoleh 82 suara saja. Namun, sayang meskipun ia memiliki suara terbanyak, Tsamara harus berbesar hati karena tidak bisa duduk di kursi DPR. Sebab, partainya PSI gagal meraih suara dalam ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Hasil dari berbagai sumber lembaga hitung cepat menunjukkan bahwa suara nasional partai baru tersebut hanya mencapai 2 persen saja. Jumlah tersebut menempatkan partai tersebut di urutan kelima. Tsamara tak berkecil hati, ia tetap optimis jika 5 tahun lagi, partainya dapat mencapai ambang batas atau bahkan melebihi sehingga jalan menuju senayan semakin dekat dan bisa ia raih. Semangat kak Tsamara!

Itulah tadi salah satu kisah politikus muda Indonesia yang begitu membanggakan. Semoga semangat dan keberanian Tsamara Amany untuk menyuarakan pendapat bisa menginspirasi anak-anak muda lainnya.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close