Umum

Tersangka Brigjen Prasetijo Utomo Oleh Kabareskrim, Surat Jalan Palsu!

Tahukau, – Berita terkini tersangka Bridgjen Prasetijo Utomo sudah ditetapkan oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus surat jalan atas buronan Djoko Tjandra pada hari ini 29 Juli 2020.

Ungkap Listyo, “Hari ini tim sudah menetapkan status tersangka untuk BJP PU (Brigjen Prasetijo) dengan sangkaan sudah membuat surat palsu dan menggunakan surat palsu tersebut kepada buronan,” hasil konferensi pers hari ini ( 29/7/20).

Dimana sebelumnya Brigjen Prasetijo Utomo adalah mantan dari Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri yang diduga telah membantu buronan DT dalam proses pelarian dengan mengeluarkan surat jalan.

Berdasarkan informasi dari Sigit, Brigjen Prasetijo saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan untuk gelar atas perkara surat jalan buronan Djoko Tjandra.

Saat ini pihaknya juga sudah melakukan beberapa pemeriksaan terhadap beberapa jumlah saksi dan juga sudah memiliki barang bukti atas nama tersangka.

Tersangka Brigjen Prasetijo yang disangkakan melakukan perbuatan pidana mengenai pembuatan juga penggunaan surat jalan palsu, memberi bantuan kepada Djoko Tjandra, dan mencoba menghalangi proses penyidikan dengan menghancurkan sejumlah barang bukti yang ada.

“Dimana tersangka BJP PU yang mengintsruksikan untuk membuat dan menggunakan surat palsu itu dan saudara AK (Anita Kolopaking) juga JST (Djoko Sugiarto Tjandra) memiliki peran untuk menggunakan surat palsu tersebut,” ungkap perwira bintang tiga ini.

Sebelumnya, Djoko Tjandra adalah seorang pengacara buronan kasus pengalihan hak tagih atas Bank Bali. Dan sementara Anita Kolopaking adalah pengacara dari Djoko Tjandra.

Brigjen Prasetijo saat ini dijerat Pasal 263, Pasal 426, dan/atau Pasal 221 KUHP. Untuk kasusnya tersebut, Brigjen Prasetijo akan diancam dengan hukuman penjara maksimal 6 tahun penjara.

Dimana pasal 263 KUHP menyebutkan ketentuan mengenai pemalsuan surat atau dokumen. Dan, Pasal 426 KUHP yang berhubungan dengan pejabat yang dengan sengaja membiarkan atau melepaskan atau memberi pertolongan orang yang melakukan kejahatan.

Selain itu, Pasal 221 KUHP mengenai menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan dan menghalang-halangi penyidikan.

Kaburnya buronan Djoko Tjandra tentu menyeret nama dan pejabat Polri yang bermula dari surat jalan atas buronan tersebut yang sudah diterbitkan oleh Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo sebagai tersangkanya.

Untuk saat ini posisi Brigjen Prasetijo sudah dicopot dari jabatan sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri dalam hal ini untuk keperluan proses pemeriksaan.

Dan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit menerangkan, tidak menutup kemungkinan jika akan ada tersangka lainyan yang bisa terungkap melalui proses penyidikan dan akan segera diungkap.

“Hal ini tentu akan ada terangka-tersangka baru lain, dalam hal ini kelak akan kami keluarkan informasinya di hari berikutnya,” jelas Listyo Sigit Prabowo kepada beberapa awak media.

Kasus ini tentu saja menambah deretan kasus buronan kelas kakap yang lolos karena bantuan dari pejabat penting. Dan harus segera dituntaskan untuk menggantikan kerugian negara akibat ulahnya.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close