Umum

Terbongkar Status Wanita Pembakar Bendera Merah Putih Asal Lampung!

Tahukau, – Terbongkar status wanita yang membakar bendera merah putih ternyata berasa dari Lampung.

Diketahui seorang wanita berinisial MA, warga asal Sribasuki, Lampung Utara ditangkap aparat kepolisian setempat karena diduga telah membakar bendera merah putih pada Senin, 3 Agustus 2020.

Wanita yang berusia 33 tahun itu nekat membakar bendera merah putih karena mendapat sebuah perintah. Hal itu terungkap setelah pelaku diperiksa polisi di ruang Tipikor, Satreskrim Polres Lampung Utara.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Bambang Yudo Martono, menjelaskan dari hasil keterangan MA, perintah pembakaran bendera merah putih itu ada dari dari Ketua PBB yang ada di Belanda.

Selain memerintahkan untuk pembakaran bendera, ungkap Bambang, pelaku MA juga mengaku PBB akan merubah negara Indonesia menjadi negara dengan sistem kerajaan mataram.

Selain itu juga, Bambang menegaskan, MA mengaku jika dirinya melakukan pembakaran bendera merah putih karena Indonesia akan dilakukan embargo secara ekonomi.

Baca juga: Ledakan Di Beirut, WNI Menjadi Korban Terluka!

“Kami masih mendalami lebih lanjut mengenai keterangan dari pelaku MA,” ungkap Bambang Yudho seperti dikutip dari media pada Selasa (4/8/2020).

Bambang yang mengatakan, sebelum polisi mengamankan pelaku MA, pihaknya terlebih dahulu mendapatkan informasi mengenai adanya pembakaran bendera merah putih sekitar pukul 19.00 WIB.

Dan berselang tiga jam kemudian, atau sekitar pukul 22.00 WIB, pihak kepolisian langsung memimpin dalam penangkapan kepada yang bersangkutan di rumahnya.

“Jadi kami tangkap dan kami bawa ke mapolres diambil keterangan bersama orang tuannya,” jelas Bambang.

Untuk lebih lanjut, setelah menjalani pemeriksaan di ruang Tipikor, Satreskrim Polres Lampung Utara, yang menjelaskan jika MA akan dibawa ke rumah sakit jiwa setelahnya.

MA diketahui dibawa oleh ke empat anggota Polri bersama bapaknya, Gregorius Mujiono. Juga Ketua RT tempat tinggal terduga pelaku.

Berdasarkan informasi Bambang Yudo, pengakuan tersangka sudah didalami. Saat ini pihaknya sedang meminta mengenai keterangan dari rumah sakit jiwa tempat MA dirawat.

Baca juga: Heboh! Dosen Lakukan Pelecehan Seksual, Alasan Riset Swinger Di Yogya!

“Kami akan bawa MA dan ayahnya ke RSJ Bandar Lampung,” jelasnya. 

Dari penangkapan MA ini, hasilnya polisi menyita barang bukti dari lokasi pembakaran bendera dan ada beberapa bendera yang dijahit sendiri yaitu bendera Belanda dan beberapa bendera Indonesia.

“Semua barang bukti sudah kami amankan di Polres Lampung Utara,” paparnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lampung Utara, AKP Gigih Andri Putranto, mengaku saat ini belum bisa berkomentar banyak mengenai kasus ini.  

“Namun yang jelas kami akan melakukan penyidikan juga gelar perkara,” ungkap AKP Gigih Andri Putranto.

Sedangkan, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lampung, Maspardan, mengungkapkan fakta baru mengenai kasus tersebut.

Menurut data yang dimilikinya, status pekerjaan pelaku MA yang sudah membakar bendera merah putih di KTP-nya ternyata adalah seorang anggota TNI.

Menurut Maspardan, KTP milik MA yang diamankan oleh kepolisian yaitu asli. “KTP MA Asli,” ungkap Maspardan.

Maspardan lalu mengungkapkan, pembuatan kartu keluarga atau (KK) MA dilakukan pada tanggal 18 Juli 2007.

Lalu, pada tanggal 16 November 2016 dilakukan perbaikan data. Dimana perbaikan data yang dilakukan MA yaitu pada data perihal pendidikannya.

Dari yang semula MA adalah lulusan SLTP diubah menjadi diploma IV atau sarjana. 

Pada tanggal 8 November 2018, dilakukan pencetakan KTP elektronik. Sesuai dengan permohonan yang bersangkutan status pekerjaannya yaitu sebagai TNI.

Dalam data tersebut, pihaknya tidak mempunyai kuasa untuk melakukan penyelidikan mengenai pekerjaan MA.

“Kami tidak berhak melakukan pengecekan terhadap data pemohon KTP. Namun kami mencatat berdasarkan data yang diberikan oleh pemohon,” jelas Maspardan.

Untuk prosedur pembuatan KTP, Maspardan menjelaskan, pemohon tinggal datang ke Disdukcapil dengan membawa Kartu keluarga lengkap.

Perekaman juga bisa dilakukan di kecamatan. Jika sudah dilakukan perekaman, maka bisa mencetak KTP dengan membawa fotokopi KK atau sesuai syarat yang disertakan.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close