Umum

Terbang Tidak Perlu Lagi Swab-Rapid Test

Tahukau, – Terbang saat ini tidak lagi memerlukan tes swab dan rapid, hal ini sudah diterangkan dalam berita terbaru.

Juru Bicara dan juga Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito angkat suara mengenai rencana pemerintah menghapus syarat rapid test dan SWAB Covid-19 dalam bertransportasi termasuk penerbangan. Pendapat Wiku, Satgas Penanganan Covid-19 masih terus melakukan kajian terhadap syarat itu.

“Kami di satgas sedang melakukan review terhadap penggunaan rapid test untuk pelaku perjalanan dan sekarang belum selesai kajiannya,” jelasnya dalam keterangan pers dari Kantor Presiden, Jakarta, sebagaimana disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8/2020).

Ia juga berjanji, akan segera mengumumkan kepada publik jika kajian itu telah selesai dilakukan. Dalam kesempatan tersebut, Wiku kembali mengingatkan fungsi rapid test bukan hanya untuk diagnosis Covid-19. Rapid test, menurut ia, juga digunakan untuk proses screening.

“Dan proses screening ini jika ada yang reaktif maka akan dilanjutkan dengan tes swab menggunakan PCR. Jadi kembali lagi kami tegaskan rapid test bukan alat diagnostik,” papar Wiku.

Baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 6 Bakal Dibuka

Rencana pemerintah yang akan menghapus syarat rapid test Covid-19 dalam bertransportasi sudah menuai tanggapan dari otoritas perhubungan.

“Pastinya dilibatkan, tapi kalau itu kan keputusan tingkat tinggi. Kami monitor saja,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto kepada CNBC Indonesia, Selasa (4/8/2020).

“Kami tugasnya melayani. Kalau masalah itu bisa menangkal atau tidak segala macam harus ada pembuktian. Jadi kami tidak ikut itu, intinya gugus tugas atau satgas memutuskan apa itu yang akan kami ikuti. Kami harus memastikan regulasi kami sesuai dengan gugus tugas atau satgas dan Kemenkes. Karena kan kalau ngomong protokol kesehatan itu kan kewenangannya di mereka,” lanjutnya.

Baca juga: Berikut Skema Pencairan Dana Bantuan Karyawan Rp.600,000

Sejalan dengan itu, Kemenhub sendiri sedang mengumpulkan data mengenai dampak penerapan protokol kesehatan terhadap minat masyarakat dalam bertransportasi. Data ini diambil dari pendapat berbagai pihak terkait, mulai pengguna jasa transportasi hingga penyedia jasa seperti airline.

“Dari penumpang sendiri kan sedang dilakukan semacam kuesioner, Kementerian Perhubungan sedang menyebar kuesioner oleh Litbang. Kita melakukan jejak pendapat, semuanya sedang diolah. Kepada penumpang, pengguna jasa, airline dan semua pihak. Untuk mengetahui bagaimana reaksi penumpang,” kata Novie.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close