Pendidikan

Pahami Tentang Ilmu Perkembangan Teori Akutansi

Tahukau.com – Suatu perkembangan dalam satu hal dari masa ke masa tentunya membuat orang ingin belajar bagaiman cara memahami perkembangannya tersebut. Seperti halnya pada pembahasan kali ini. Yaitu Perkembangan teori Akutansi. Ada beberapa macam teori akutansi yang kemungkinan besar orang belum mengetahuinya sama sekali. Maka dari itu simak apa saja perkembangan teori akutansi dari masa ke masa. Simak perkembangannya berikut ini.

Pertumbuhan Teori Akuntansi

Pre-Theory

Saat sebelum formalisasi sistem double-entry di tahun 1400- an, sangat sedikit ditulis tentang teori yang mendasari aplikasi akuntansi. Sepanjang periode pertumbuhan dari sistem double- entry penekanan utama merupakan pada praktek. Hingga tahun1494 seseorang biarawan Fransiskan, Fra Pacioli, menulis novel awal buat mendokumentasikan sistem akuntansi double- entry semacam yang kita tahu. Judul karyanya merupakan Summa de Arithmetica Geometria Proportioni et Proportionalita (Pembahasan aritmatika, geometri, serta Proporsi). Buat 300 tahun sehabis 1.494 risalah Pacioli, pertumbuhan akuntansi.

Perihal itu diucap bagaikan ‘periode pra teori’. Tidak terdapat teori akuntansi yang sudah terbuat dari waktu Pacioli pada dini abad kesembilan belas. Anjuran teori timbul dari bermacam aspek, namun tidak sepanjang yang dibutuhkan buat menempatkan akuntansi secara sistematis. Hingga tahun 1930-an pertumbuhan teori akuntansi yang spesial mulai tumbuh.

Pertumbuhan ini disebabkan buat membetulkan praktek- praktek tertentu. Tetapi, pertumbuhan di tahun 1800-an menimbulkan formalisasi praktek yang terdapat dalam novel pelajaran serta tata cara pengajaran. Perluasan yang kilat dalam teknologi, diiringi dengan pembelahan besar-besaran kepemilikan dari kontrol atas alat- alat penciptaan, tingkatkan permintaan buat manajemen serta data akuntansi keuangan.

Pragmatic Accounting

Periode 1800-1955 ini kerap diucap bagaikan ‘masa ilmiah universal’. Sepanjang periode ini pertumbuhan teori yang sangat prihatin dengan membagikan uraian praktek. Penekanannya merupakan pada penyediaan sesuatu kerangka merata buat menarangkan serta meningkatkan aplikasi akuntansi. Teori yang dibesarkan paling utama bersumber pada analisis empiris, tata cara yang sangat kerap diadopsi dalam ilmu fisika. Analisis empiris tergantung pada pengamatan dunia nyata daripada cuma mengandalkan logika.

Perihal tersebut mengaitkan pengembangan teori bersumber pada apa yang diamati. Bagaikan contoh, sepanjang periode ilmiah universal teori akuntansi, teori tentang gimana account tersebut dibesarkan memakai tata cara analisis empiris. Sebab teori-teori yang bertujuan buat membagikan pada kerangka totalitas buat seluruh permasalahan akuntansi serta sebab mereka dibesarkan secara empiris, mereka diberi label ‘ilmiah universal’.

Tata cara ilmiah universal menimbulkan publikasi populer. Pada tahun 1936 American Accounting Association (AAA) merilis Statment Tentatif Prinsip Akuntansi yang Pengaruhi Laporan Korporat. tahun 1938 American Institute of Certified Practising Accountants (AICPA) membuat kajian independen dari prinsip akuntansi serta merilis Suatu Statment Prinsip Akuntansi yang ditulis oleh Sanders, Hatfield serta Moore.

Normative Accounting

Periode 1956-1970 diberi label ‘masa normatif’. Perihal ini diucap periode normatif sebab itu merupakan periode kala teori akuntansi berupaya buat membangun norma buat aplikasi akuntansi terbaik.

Berbeda dengan periode ilmiah universal, sepanjang periode ini, periset kurang hirau tentang apa yang sesungguhnya terjalin dalam praktek serta lebih hirau tentang pengembangan teori-teori yan didetetapkan apa yang wajib terjalin. Pada periode saat sebelum 1956 sebagian penulis menciptakan karya normatif dini yang paling utama berkaitan dengan isu seputar dasar yang pas buat evaluasi peninggalan serta klaim owner.

Teori normatif mengadopsi tujuan, perilaku serta setelah itu memastikan metode menggapai tujuan yang dinyatakan. Mereka membagikan resolusi tentang apa yang wajib dicoba buat menggapai tujuan yang sudah disebutkan. Fokus utama dari teori normatif akuntansi sepanjang 1956-1970 merupakan akibat dari pergantian harga pada nilai peninggalan serta perhitungan laba.

Itulah perkembangan teori Akutansi dari masa ke masa, untuk kalian yang sedang sekolah akutansi bisa kamu baca agar dapat memperdalam ilmu akutansi. Sekian semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close