Umum

Tarif Berkencan Dengan Pemandu Lagu di Karaoke Eksekutif

Tahukau, – Tarif berkencan dengan pemandu lagu di karaoke eksekutif memiliki harga yang cukup tinggi.

Tim dari Bareskrim Polri sudah menggerebek sebuah tempat karaoke eksekutif yaitu Venesia BSD, Jalan Lengkong Gudang, Tangerang Selatan, Banten pada Rabu (19/8) malam.

Dalam penggerebekan tersebut, ditemukan 47 wanita yang bekerja sebagai pemandu lagu yang mana juga siap memberikan layanan “perbuatan dosa”. Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo menyarakan, jika penggerebekan itu dilakukan karena polisi  menduga telah terjadi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus eksploitasi seksual pada masa pandemi COVID-19. 

“Venesia BSD Karaoke Executive yang sudah beroperasi sejak awal Juni 2020 sampai sekarang. Di sana juga menyediakan perempuan untuk bisa diajak berh*bungan badan dengan tarif Rp 1.100.000 sampai Rp 1.300.000 per voucher dikali tiga,” jelas Ferdy kepada wartawan, Kamis (20/8). 

Baca juga: Akibat Hamil Di Luar Nikah, Sekretaris Pribadi Bunuh Sang Bos

Menurut Ferdy, tempat hiburan tersebut sudah jelas melanggar aturan. Operasional lokasi usaha yang menabrak Pasal 9 Ayat (1) dan (2) Peraturan Wali Kota Tangsel Nomor 32 Tahun 2020 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Wali Kota Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Dalam Rangka Penanganan Covid-19. 

Jenderal bintang satu ini juga mengungkapkan, jika 47 wanita yang disediakan di Venesia BSD berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Jawa Barat sampai Jawa Timur. Selain mengamankan para wanita yang bekerja sebagai pemandu lagu dan bisa diajak melakukan “perbuatan dosa”, petugas juga menangkap 13 orang yang berperan sebagai muncikari, kasir, supervisor, manajer operasional, dan manajer umum. 

Baca juga: Heboh! Patung Jenderal Sudirman Dipakaikan Masker

“Kami juga menyita kwitansi, voucher ladies, uang tunai Rp 730 juta sebagai booking ladies dari 1 Agustus 2020, 12 kotak alat kontrasepsi, satu bundel form penerimaan ladies, komputer, printer, sampai kimono,” ucap Ferdy. 

Saat ini, para muncikari dan wanita yang bekerja di Venesia BSD sudah dibawa ke Bareskrim Polri untuk proses lebih lanjut. “Dari kami sudah melakukan rapid test dan pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus ini,” tegas mantan Wadirreskrimum Polda Metro Jaya.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close