Umum

Penjelasan Mengenai Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pribadi

Setiap warga negara terutama warga negara Indonesia memiliki kewajiban untuk membayar pajak sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan yang dikenal dengan sebutan Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP). Selain berkewajiban membayar pajak, sebagai warga negara juga memiliki kewajiban untuk melaporkan pajak yang sudah dibayar yang mana laporan tersebut melalui Surat Pemberitahuan atau SPT. Setiap orang yang memiliki pekerjaan wajib untuk membuat SPT setiap satu tahun sekali yang biasanya dikenal dengan sebutan Surat Pemberitahuan (SPT) Pribadi. Pelaporan SPT Pribadi memiliki batas waktu terakhir pembayaran per 31 Maret. Apabila telat melakukan pembayaran pajak, maka aan dikenakan denda. Jadi, sebaiknya segera laporkan SPT Tahunan pribadi agar terhindar dari denda. Pelaporan SPT tahunan pribadi dapat dilakukan secara online via e-filling. Sebenarnya jenis Surat Pemberitahuan (SPT) terdiri dari dua yaitu SPT Masa dan SPT tahunan. Namun untuk kali ini yang akan dibahas secara mendalam yaitu Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pribadi. Sebelum itu akan dibahas terlebih dahulu dibahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Surat Pemberitahuan (SPT) agar Anda tidak salah kaprah. Simak baik-baik penjelasan di bawah ini!

Baca juga : Pengertian Administrasi

Pengertian Surat Pemberitahuan (SPT)

Penjelasan Mengenai Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pribadi
Pengertian Surat Pemberitahuan (SPT)

Surat Pemberitahuan (SPT) merupakan laporan dari perhitungan atau pembayaran wajib pajak kepada pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pajak. Meskipun namanya surat, namun SPT berbentuk seperti formulir yang baku, tidak boleh di modifikasi baik ukuran maupun format karena formulir SPT sudah dtentukan. Ketentuan-ketentuan dalam SPT sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 28 tahun 2007 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan.

Setiap wajib pajak dalam pengambilan formulir SPT harus dilakukan secara pribadi tanpa adanya perwakilan. Formulir dapat diambil di Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan (KP2), Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP), atau melalui website http://www.pajak.go.id

Formulir untuk pelaporan SPT sudah ditentukan dan tidak boleh dirubah dengan sembarangan. Berikut ini jenis formulir dalam pelaporan SPT, antara lain

  1. Formulir 1721 A1 khusus untuk karyawan yang bekerja di perusahaan swasta.
  2. Formulir 1721 A2 khusus untuk karyawan yang memiliki jabatan sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Dalam Undang-undang tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan sudah ditentukan bahwa semua warga negara yang membayar pajak wajib membuat laporan tentang pajak yang sudah dibayarkan. Secara garis besar, SPT memiliki fungsi sebagai berikut:

Baca juga : Contoh Surat Kuasa

Fungsi SPT

Fungsi SPT
Fungsi SPT

1. Bagi Wajib Pajak (PPH)                                

  • Dapat digunakan sebagai sarana wajib pajak dalam melaporkan pelunasan atau pembayaran pajak yang sudah dilakukan secara personal maupun melalu pemotongan penghasilan dalam jangka satu tahun
  • Melaporkan penghasilan yang diperoleh sebagai objek pajak atau sebaliknya
  • Melaporkan harta yang dimiliki di luar penghasilan dari pekerjaan utama

2. Bagi Pengusaha Kena Pajak

  • Melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan PPN dan PPnBM
  • Melaporkan pengkreditan pajak masukan terhadap pajak keluaran
  • Melaporkan pembayaran pajak yang telah dilakukan sendiri oleh PKP atau melalui pihak lain dalam satu masa pajak sesuatu dengan ketentuan yang ada di dalam Unda-undang perpajakan yang berlaku.

3. Bagi Pemotong atau Pemungut Pajak

  • Melaporkan pajak yang telah dipotong atau dipungut dan disetorkan

SPT dilaporkan dengan menggunakan formulir tertentu tergantung jenis pajak yang akan dibayarkan. Setiap jenis laporan SPT memiliki tanggal jatuh tempo yang berbeda. Apabila terlambat dalam melaporkan SPT, maka akan dikenakan sanksi sejumlah:

  • Rp. 100.000 untuk SPT tahunan bagi wajib pajak pribadi
  • Rp. 1.000.000 untuk SPT Tahunan bagi pengusaha kena pajak
  • Rp. 500.000 untuk SPT Masa PPN
  • Rp. 100.000 untuk SPT Masa lainnya.

Telah disinggung di atas bahwa formulir SPT bersifat baku. Dalam pengisiannya pun tidak boleh secara asal, maka berikut ini akan dijelaskan cara mengisi dan menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT), antara lain

  1. Bagi wajib pajak memiliki kewajiban untuk mengisi SPT dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menggunakan huruf latin, angka Arab, satuan mata uang rupiah.
  2. Bagi wajib pajak harus menandatangani dan menyampaikannya ke kantor Direktorat Jenderal Pajak tempat wajib Pajak terdaftar atau dikukuhkan
  3. Bagi wajib pajak yang telah mendapatkan izin dari Menteri Keuangan untuk membuat laporan pembukuan dengan menggunakan bahasa Asing dan mata uang selain rupiah  diharuskan segera membuat dan menyerahkannya kepada pihak yang bersangkutan.

Surat Pemberitahuan (SPT) terbagi dalam dua kategori yaitu SPT Masa dan SPT tahunan. SPT Masa merupakan formulir yang digunakan untuk melaporkan pembayaran pajak dalam waktu tertentu biasanya laporan pajak bulanan. Sedangkan untuk SPT Tahunan merupakan media untuk melapokan pembayaran atau pelunasan pajak yang dilaporkan setiap satu tahun sekali baik oleh wajib pajak perusahaan atau badan maupun wajib pajak pribadi yang mana berhubungan dengan pembayaran pajak penghasilan, objek pajak penghasilan, atau bukan objek pajak penghasilan, harta dan kewajiban sesuai dengan peraturan pajak untuk satu tahun pajak yang harus dibayarkan. Nah kali ini yang akan dibahas yaitu Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan Pribadi.

Baca juga : Contoh Surat Pernyataan

Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pribadi

Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pribadi
Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pribadi

Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pribadi merupakan laporan yang dibuat oleh wajib pajak orang pribadi terkait pembayaran pajak atas penghasilan yang didapatkan dari bekerja di perusahaan atau usaha sendiri. Formulir SPT Tahunan bagi pribadi terdiri dari tiga jenis formulir, antara lain:

  1. SPT tahunan pribadi dengan formulir 1770 bagi wajib pajak yang bekerja dan mempunyai penghasilan seperti dari usaha atau pekerjaan bebas, dari satu atau lebih pemberi kerja, dikenakan pajak penghasilan final.
  2. SPT tahunan pribadi dengan formulir 1770SS bagi pribadi atau perseorangan yang berpenghasilan kurang dari Rp. 60.000.000 dalam satu tahun yang didapatkan hanya dari satu pekerjaan, dari satu atau lebih pemberi kerja, dan yang dikenakan pajak penghasilan final.
  3. SPT tahunan pribadi dengan formulir 1770S bagi pribadi atau perseorangan yang berpenghasilan dalam satu tahun lebih dari Rp. 60.000.000 yang didapatkan dari pekerjaan utama dan pekerjaan lainnya. Formulir ini tidak bisa digunakan oleh wajib pajak perseorangan atau pribadi untuk melakukan pekerjaan bebas atau usaha-usaha kecil tertentu.

Dari ketiga jenis formulis SPT Tahunan Pribadi, wajib pajak harus dapat memilih sesuai dengan kriteria yang dimiliki karena jika terjadi kesalahan dalam memilih formulir akan menimbulkan masalah yang dialami oleh wajib pajak.

Penulisan laporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan bagi pribadi atau perseorang memiliki batas waktu dalam melaporkan. Batas pelaporan SPT tahunan pribadi yaitu 3 bulan sejak berakhirnya masa pajak atau per 31 Maret. Tanggal tersebut sudah diatur melalui surat yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pajak. Apabila seseorang tidak melapokan SPT tahunan atau melebihi batas akhir pelaporan, maka akan dikenakan sanksi berupa Surat Tagihan Pajak (STP) dan membayar denda sebesar Rp. 100.000.

Baca juga : Contoh Surat Penunjukkan

Demikian ulasan singkat mengenai surat pemberitahuan (SPT) tahunan pribadi. Dari artikel ini, kalian juga dapat mengetahui pengertian dari surat pemberitahuan (SPT) karena sebelum membahas SPT tahunan pribadi, hal-hal yang berkaitan dengan surat pemberitahuan (SPT) dibahas terlebih dahulu. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda!

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close