Wisata

√ Mengenal Suku Sunda – Sejarah, Kesenian, Adat [Lengkap]

Indonesia kaya akan keanekaragaman suku, ras, etnis, budaya, serta agama dari Sabang sampai Merauke. Kekayaan tersebut berkaca dari semboyan negara Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Berbagai macam suku, ras, dan etnis yang mendiami negara Indonesia. Salah satunya adalah Suku Sunda. Suku Sunda dapat dikatakan sebagai suku kedua terbesar di Indonesia yang mencakup wilayah Jawa Barat, Jakarta, Banten, dan Lampung.

Suku Sunda berasal dari bagian barat pulau Jawa. Jumlah populasinya hingga mencapai 34 juta jiwa yang tersebar hampir mendominasi wilayah Indonesia. Suku Sunda dikenal sangat kaya akan ragam budaya yang dimiliki. Masyarakat suku Sunda sangat menghargai dan memelihara peninggalan nenek moyang mereka sehingga budaya Suku Sunda sangat kental dalam diri masyarakat suku Sunda. Untuk lebih jelasnya lagi terkait hal-hal yang berkaitan dengan Suku Sunda maka berikut ini akan diulas secara lengkap mengenai Suku Sunda mulai dari sejarah, pakaian adat, rumah adat, kesenian khas seperti seni tari dan alat musik, adat istiadat pernikahan,  sistem kekerabatan, bahasa, dan makanan suku Sunda . Simak ulasannya di bawah ini!

Baca juga : Sejarah Kota Bandung

Sejarah Suku Sunda

√ Mengenal Suku Sunda - Sejarah, Kesenian, Adat [Lengkap]
Sejarah Suku Sunda

Kata Sunda berasal dari bahasa Sanskerta yaitu Sund atau Suddha yang memiliki arti bersinar, terang, dan putih. Sedangkan dalam bahasa Jawa Kuno dan bahasa Bali, kata Sunda memiliki pengertian bersih, suci, murni, dan tak tercela. Suku Sunda dikenal dengan nama Tutur Pasundan yang mana meliputi seluruh bagian barat pulau Jawa yang sebagian besar masuk provinsi Jawa Barat dan Banten.

Untuk menyebut ibu kota Kerajaan Tarumanegara, nama Sunda mulai digunakan sejak masa pemimpinan raja Purnawarman pada tahun 397. Pada waktu itu, pamor dari raja Tarumanegara semakin menurun sehingga untuk mengembalikan pamor tersebut, seorang penguasa Tarumanegara yang ke-13 bernama Tarusbawa mengganti nama Tarumanegara menjadi kerajaan Sunda yang dilakukan pada tahun 670. Peristiwa tersebut dijadikan alasan dari kerajaan Galuh untuk memisahkan diri dari kekuasaan Tarusbawa. Dikarenakan posisi yang semakin melemah dan mengindari perang saudara, akhirnya Tarusbawa menerima segala tuntutan raja Galuh dan akhirnya kawasan Tarumanegara dipecah menjadi dua kerajaan yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan batasan sebuah sungai yang bernama sungai Citarum.

Pakaian Adat Suku Sunda

Pakaian Adat Suku Sunda
Pakaian Adat Suku Sunda

Di dalam suku Sunda dikenal beberapa jenis pakaian adat. Berikut ini akan dipaparkan jenis pakaian adat suku Sunda diantaranya:

1. Pakaian Adat Suku Sunda untuk Rakyat Jelata

Di masa silam, pakaian adat rakyat jelata untuk laki-laki selalu memakai pakaian yang terbilang sederhana. Mereka hanya memakai celana komprang yang dilengkapi dengan sabuk kulit. Bagian atasan memakai baju kampret atau salontren yang dilengkapi sarung poleng yang diselempangkan menyilang di bahu. Sebagai pelengkap kepala dihiasi yang bernama ikat logen model hanjuang nangtung dan alas kaki berupa terompah.

Sedangkan untuk pakaian adat kaum perempuan juga sangat sederhana. Mereka hanya mengenakan baju kebaya yang dilengkapi dengan kamisol, sinjang kebat, beubeur dan selendang batik. Untuk bagian rambut hanya disanggul kecil mengarah ke atas dan dihiasi berupa geulang akar bahar, ali meneng, suweng pelenis dan alas kakinya hanya menggunakan sanggul jepit.

2. Pakaian Adat Suku Sunda untuk Kaum Menengah

Untuk masyarakat yang berada di kelas menengah, pakaian adat Sunda ditambahi beberapa pernik-pernik. Selain memakai baju bedahan putih, kain kebat batik, alas kaki terompah, sabuk serta ikat kepala, kaum laki-laki juga menambahkan arloji dengan rantai emas yang digantungan saku baju sebagai pelengkap busana.

Sedangkan untuk perempuan, selain memakai kebaya, kain kebat batik di bagian bawahan, ikat pinggang, selendang batik berwarna, alas kaki sandal jepit, mereka juga menambahkan beberapa perhiasan seperti kalung, gelang, giwang, dan cincin sebagai pelengkap.

3. Pakaian Adat Suku Sunda untuk Kaum Bangsawan

Pakaian yang dipakai oleh kaum bangsawan menyimbolkan keagungan. Dari segi desain, pakaian adat yang dipakai kaum bangsawan di suku Sunda dianggap yang paling rumit dan estetik. Untuk laki-laki, pakaian adat yang dipakai terdiri dari jas berbahan beludru hitam yang disulam dengan benang emas, celana panjang, kain dodot motif rengreng parang rusak, sabuk emas, bendo untuk penutup kepala dan alas kaki berupa selop hitam.

Sedangkan untuk perempuan, pakaian adat yang dipakai kebaya dari bahan beludru hitam dengan sulaman benang emas, kain kebat motif rereng,alas kaki berupa selop berbahan beludru hitam dengan manik-manik dan juga adanya perhiasan sebagai pelengkap seperti tususk konde untuk bagian rambut, giwang, cincin, bros, kalung, gelang keroncong, peniti rantai dan beberapa perhiasan lain.

4. Pakaian Adat Suku Sunda untuk Pengantin

Untuk acara perkawinan, para pengantin Sunda mengenakan pakaian khusus yang sudah ditentukan adat yang dinamakan pakaian Pengantin Sukapura. Untuk mempelai laki-laki, pakaian yang dikenakan berupa jas berwarna putih dilengkapi ikat pinggang dengan warna yang sama, kain rereng sebagai bawahan, penutup kepala berupa bendo motif rereng dan alas kaki berupa selop berwarna putih. Selain itu, juga dilengkapi dengan hiasan berupa kalung panjang dari bunga melati dan keris sebagai senjata tradisionalnya.

Sedangkan untuk mempelai perempuan, pakaian yang dipakai berupa kebaya brukat warna putih, kain rereng eneng sebagai bawahan, ikat pinggang berwarna emas, dan alas kaki berupa selop berwarna putih. Selain itu ada juga hiasan sebagai pelengkap yaitu perhiasan kilat bahu, kalung panjang, gelang, bros, giwang, dan cincin serta pada bagian rambut dibentuk sanggul dengan hiasan berupa siger subadra lima untaian bunga sedap malam dan tujuh buah kembang goyang.

Baca juga : Destinasi Wisata Kalimantan

Rumah Adat Suku Sunda

Rumah Adat Suku Sunda
Rumah Adat Suku Sunda

Rumah adat suku Sunda berbentuk rumah panggung seperti pada umumnya yang bertujuan untuk menghindari permasalahan lingkungan yang mungkin saja mengancam penghuninya. Berikut ini sebutan untuk rumah adat suku Sunda yang dilihat berdasarkan bentuk atapnya yaitu:

Perahu Kumureb

Sebutan untuk rumah dengan bentuk atap perisai. Masyarakat sunda menyebutnya perahu kumureb

Jolopong

Sebutan untuk rumah dengan bentuk atap pelana memanjang

Julang Ngapak

Sebutan untuk rumah dengan bentuk atap seperti sayap burung yang terbang

Tagog Anjing

Sebutan untuk rumah dengan bentuk atap seperti seekor anjing duduk

Badak Heuay

Sebutan untuk rumah dengan bentuk atap seperti seekor badak membuka mulutnya

Capit Gunting

Sebutan untuk rumah dengan bentuk atap yang saling menyilang berbentuk seperti gunting

Baca juga : Rumah Adat

Kesenian Suku Sunda

Kesenian Suku Sunda
Kesenian Suku Sunda

Seni Tari

Suku Sunda terkenal memiliki budaya yang unik dan menarik salah satu kesenian tari. Tari Jaipong merupakan tarian yang berasal dari suku Sunda. Sebetulnya tari Jaipong atau Jaipongan ini merupakan tarian modern karena sudah dimodifikasi atau dikembangkan dari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu. Tari Jaipong dibawakan dengan iringan musik yang disebut Degung. Ciri musik tari Jaipong yaitu menghentak dimana alat musik kendang lebih mendominasi dibanding alat musik lain. Selain tari Jaipong, ada juga tari Merak dan tari Topeng yang merupakan tarian khas suku Sunda.

Alat Musik Suku Sunda

  • Calung
  • Angklung
  • Ketuk Tilu
  • Kecapi Suling

Adat Istiadat Pada Pernikahan Suku Sunda

Adat Istiadat pada Pernikahan Suku Sunda

Berikut akan dipaparkan beberapa rangkaian acara pernikahan dari adat Sunda:

1. Ngeuyeuk Seureuh

Dilakukan secara opsional dimana jika Ngeuyeuk Seureuh tidak dilakukan maka langsung mengadakan seserahan sebelum akad

2. Seserahan

Dilakukan sekitar 3-7 hari sebelum acara pernikahan.

3. Tunangan

Melakukan suatu kegiatan yang dinamakan Patuker Beubeur Tameuh yaitu penyerahan berupa ikat pinggang berwarna pelangi atau polos kepada pengantin perempuan

4. Lamaran

Dilakukan oleh kedua orang tua calon pengantin didampingi keluarga dekat dan seseorang berusia lanjut sebagai pemimpin upacara. Acara lamaran membawa sirih pinang komplit, uang, seperangkat pakaian perempuan sebagai pengikat.

5. Nendeun Omong

Nendeun Omong merupakan pembicaraan yang dilakukan oleh orang tua atau utusan dari pihak laki-laki ketika kan mempersunting mempelai perempuannya.

6. Membuat Lungkun

Lungkun berupa dua lembar sirih bertangkai yang saling dihadapkan. Kemudian digulung menjadi satu memanjang dan diikat dengan benang kanteh

7.  Berebut uang di bawah tikar dengan disawer

Kegiatan tersebut melambangkan berlomba-lomba untuk mencari rezeki dan kasih sayang keluarga

8. Upacara Prosesi Pernikahan

Prosesi dimulai dari penjemputan calon pengantin pria, ngabageakeun, akad nikah, sungkeman, wejangan, saweran, meuleum harupat, hingga nincak endog.

Sistem Kekerabatan Suku Sunda

Sistem kekerabatan suku Sunda adalah Bilateral. Bentuk keluarga yang terkenal adalah keluarga batih yang terdiri dari suami, istri, dan anak. Suku sunda dikenal tujuh generasi ke atas dan ke bawah sebagai berikut:

1. Tujuh generasi ke atas

Terdiri dari kolot, embah, buyut, bao, jangga wareng, udeg-udeg, dan gantung siwur.

2. Tujuh generasi ke bawah

Terdiri dari anak, incu, buyut, bao, jangga wareng, udeg-udeg, dan gantung siwur.

Bahasa Suku Sunda

Dalam sehari-hari, masyarakat Suku Sunda memakai bahasa Sunda untuk berkomunikasi. Bahasa Sunda diciptakan oleh suku Sunda sendiri dan sebagai alat pendukung kebudayaan suku Sunda. Selain itu, bahasa Sunda merupakan identitas dari suku Sunda yang membedakan dari suku lainnya di Indonesia

Makanan Khas Sunda

Makanan Khas Sunda
Makanan Khas Sunda

Suku Sunda memiliki beberapa makanan khas yang wajib diketahui terutama bagi masyarakat di luar suku Sunda, diantaranya:

1. Balok Menes

Balok Menes terbuat dari singkong dan parutan kelapa yang dijadikan serundeng. Kue balok terdiri dari dua jenis yaitu balok cioda dan balok menes.

2. Peuyeum Bandung

Nama lain dari Peuyeum Bandung adalah tape. Peuyeum Bandung terbuat dari singkong yang dikukus kemudian di beri ragi khusus kemudia diimbuh hingga menjadi tape.

3. Nasi Tutuk Oncom

Nasi Tutuk Oncom merupakan makanan khas Sunda tepatnya di daerah Tasikmalaya. Nasi Tutuk Oncom adalah nasi yang dicampur oncom kemudian digoreng atau dibakar. Proses pencampuran nasi ini dilakukan dengan cara ditumbuk sehingga dinamakan nasi tutug.

4. Sorabi Hijau

Sorabi Hijau merupakan makanan khas dari Sunda tepatnya di daerah Rengasdengklok, Karawang. Bahan pembuatan Sorabi Hijau berbeda dengan serabi lainnya. Sorabi Hijau sangat nikmat bila dimakan dengan kopi hangat.

Nah itulah ulasan suku Sunda secara lengkap dimulai dari sejarah, pakaian adat, rumah adat, kesenian khas seperti seni tari dan alat musik, adat istiadat pernikahan,  sistem kekerabatan, bahasa, dan makanan suku Sunda. Semoga bermanfaat!

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close