Bisnis

√ Mengenal Sistem Kerja Outsourcing [Lengkap]

Tenaga kerja outsource adalah solusi saat perusahaan membutuhkan sumber daya manusia tambahan guna menyelesaikan pekerjaan tertentu. Hal ini yang membuat banyak perusahaan memilih merekrut tenaga kerja outsource agar lebih mudah dan praktis. Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Outsourcing (alih daya) disebut sebagai penyediaan jasa tenaga kerja yang diatur dalam pasal 64, 65, dan 66. Pada Psikologi Industri disebutkan bahwa karyawan outsourcing merupakan karyawan kontrak yang dikirim dari perusahaan penyedia jasa tenaga outsourcing. Mulanya, perusahaan outsourcing hanya menyediakan jenis pekerjaan yang tidak masuk dalam inti perusahaan bahkan tidak memperdulikan jenjang karier seperti operator telepon, call center, satpam, atau cleaning service. Namun, kini penggunaan outsourcing sudah menyebar hingga inti perusahaan. Lalu apa sebenarnya sistem kerja outsourcing tersebut? Apa saja sejarah perusahaan outsourcing? Bagaimana sistem perekrutan dan penggajian yang dilakukan oleh perusahaan? Berikut ulasan lengkapnya untuk Anda.

Baca juga : Lembaga Keuangan Bank dan non Bank

√ Mengenal Sistem Kerja Outsourcing [Lengkap]
√ Mengenal Sistem Kerja Outsourcing [Lengkap]

Outsourcing sudah ada sejak zaman Yunani dan Romawi. Kala itu, bangsa Yunani ataupun Romawi menyewa prajurit asing untuk bertempur di medan peperangan. Kedua negara tersebut pun menyewa ahli bangunan asing untuk membangun kota dan istana bagi kerajaan mereka. Seiring perkembangan prinsip sosial, outsourcing mulai diterapkan di dunia bisnis. Awalnya outsourcing di dunia bisnis muncul sebagai keinginan saling membagi risiko dalam dunia kerja padahal tidak semua perusahaan bisa mengatasi masalah pekerjaan mereka. Outsourcing adalah penggunaan tenaga kerja dari pihak ketiga untuk melaksanakan tugas tertentu. Untuk merekrut pekerja outsource, perusahaan bisa bekerja sama dengan perusahaan penyedia tenaga kerja outsourcing. Definisi pekerjaan outsourcing sebenarnya tidak disebutkan jelas dalam UU Ketenagakerjaan, tetapi dalam pasal 64 disebutkan bahwa “Perusahaan menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain melalui perjanjian pemborongan pekerjaan jasa pekerja/buruh secara tertulis.” Karyawan outsourcing  bekerja dengan sistem kontrak yang menurut UU dibagi menjadi 2 jenis, yaitu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Kemudian, dalam pasal 65 ayat 2 UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan disebutkan tentang jenis pekerjaan yang bisa dilakukan oleh tenaga kerja outsourcing, antara lain:

  • Dilakukan terpisah dari kegiatan utama
  • Dilakukan menggunakan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi pekerjaan
  • Adalah kegiatan penunjang perusahaan keseluruhan tanpa menghambat proses produksi secara langsung

Beberapa jenis pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja outsourcing meliputi penjaga kebersihan, petugas keamanan, penyedia makanan (catering), call center, pekerja pabrik, kurir atau sopir, bahkan petugas manajemen fasilitas (facility management). Bukan tanpa alasan, jika adanya outsourcing tersebut memberikan banyak keuntungan baik bagi karyawan  outsourcing maupun perusahaan user.

Baca juga : Perusahaan Keuangan Terbaik

Keuntungan Outsourcing

Keuntungan Outsourcing
Keuntungan Outsourcing

Beberapa keuntungan outsourcing diantaranya adalah:

  • Menghemat anggaran untuk memberikan pelatihan sebab karyawan outsourcing biasanya sudah memiliki keahlian spesifik yang dibutuhkan. Jadi, perusahaan bisa menghemat anggaran untuk memberikan pelatihan
  • Mengurangi beban rekrutmen sebab proses seleksi karyawan outsourcing dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa tenaga kerja outsourcing
  • Fokus pada kegiatan inti bisnis, sebab perusahaan tidak perlu khawatir akan pekerjaan teknis sehari-haru yang berhubungan langsung dengan inti bisnis. Segala proses outsourcing dilakukan oleh penyedia tenaga kerja, sehingga perusahaan tidak perlu mencari tenaga kerja khusus, training atau mengalokasikan rekrutmen ke posisi-posisi tertentu
  • Perusahaan tidak perlu ribet menyediakan fasilitas, tunjangan makan, bahkan urusan asuransi kesehatan/BPJS kesehatan
  • Kompetensi perusahaan outsourcing biasanya akan lebih bagus di bidangnya
  • Mengurangi risiko ketidakpastian bisnis sebab dengan adanya sistem perekrutan pekerja outsourcing dapat membatasi jumlah karyawan di dalam suatu perusahaan

Baca juga : Perdagangan Internasional

Kekurangan Outsourcing

Kekurangan Outsourcing
Kekurangan Outsourcing

Adapun beberapa kekurangan outsourcing, diantaranya adalah:

  • Informasi perusahaan rentan bocor sebab beberapa jenis pekerjaan outsourcing yang bersifat rahasia dapat memberikan pelung bocornya rahasia perusahaan. Informasi bisa saja dijual ke pihak lain bahkan ke kompetitor
  • Kontrak singkat cukup merepotkan perusahaan karena apabila kontrak habis, perusahaan harus memperbarui kontrak atau mencari perusahaan outsource lain untuk menyediakan tenaga kerja baru. Saat proses perekrutan tenaga kerja buruk tentunya akan ada waktu lagi dalam proses peralihan tugas dan proses rekrutmen
  • Perusahaan yang terbiasa dengan tenaga kerja outsourcing bisa mengalami ketergantungan. Sebab adanya sistem atau cara kerja yang menjadi rahasia perusahaan outsource
  • Butuh adanya sistem keamanan yang ketat untuk menjaga rahasia perusahaan dengan baik sebab bisa saja pekerja outsourcing tersebut berusaha mencari tahu dan memberikannya kepada pihak lain
  • Kurangnya keefektifan sebab pekerjaan outsourcing biasanya hanya berlangsung dalam jangka pendek

Sistem perekrutan perusahaan outsourcing tidak berbeda dengan perusahaan umumnya. Perekrutan outsourcing juga terdiri dari tes tulis, wawancara, dan proses tertentu yang ditentukan perusahaan. Segala proses tersebut dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa tenaga kerja outsourcing bukan perusahaan yang akan menggunakan jasa kandidat tersebut. Sehingga perusahaan memiliki waktu banyak untuk menyelesaikan pekerjaan lain, sembari menunggu proses perekrutan karyawan yang dilakukan oleh perusahaan outsourcing.

Baca juga : Segmentasi Pasar

Sistem Pembayaran

Sistem Pembayaran
Sistem Pembayaran

Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) mengungkapkan, jika perusahaan alih daya tidak memotong gaji karyawan karena sudah menerima fee dari perusahaan klien setiap bulan. Pernyataan tersebut didukung oleh perusahaan outsourcing terbesar di Indonesia, ISS. Perusahaan memberikan gaji sesuai dengan perjanjian kedua pihak dan tidak memangkas gaji karyawan. Apabila ada perusahaan alih daya yang memotong gaji atau membayar gaji karyawan di bawah UMP, berarti perusahaan tersebut tidak benar dan harus diawasi oleh Dinas Tenaga Kerja setempat. Perusahaan outsourcing normal akan membayar upah sesuai perjanjian awal tanpa melakukan potongan terhadap gaji karyawan. Pada kontrak kerja, biasanya biaya yang disepakati antara perusahaan outsourcing dengan perusahaan user adalah 1,8 kali dari upah tiap pekerja. Kesepakatan ini dicapai setelah perusahaan outsourcing dan karyawan menyepakati gaji yang diperoleh. Misalnya, gaji pekerja sebesar Rp 1 juta, maka perusahaan user membayar Rp 1,8 juta. Jumlah Rp 1 juta akan dibayarkan kepada pekerja, sedangkan nominal Rp 800.000 akan dikembalikan ke karyawan dalam bentuk iuran BPJS kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan. ½ dari gaji dijumlahkan ke dana Tunjangan Hari Raya (THR). Masing-masing perusahaan memiliki tingkat kesejahteraan berbeda. Jadi, tidak ada istilah pemotongan gaji karyawan outsourcing sebab jumlah kesejahteraannya dipakai dalam bentuk lain. Hal ini semata-mata adalah untuk meningkatkan dan menyejahterakan kehidupan pekerja outsourcing.

Baca juga : Investasi di Reksadana

Bukan tidak mungkin jika proses outsourcing mengalami sebuah risiko. Untuk itu, perlu adanya strategi peringanan yang bisa mengurangi risiko seperti menggunakan tim multifungsional dengan baik, memastikan koordinasi tim sesuai dengan lintas daerah dan unit bisnis, mengevaluasi biaya total kepemilikan, dan menghubungkan serta menjaga pertemanan dalam jangka panjang dengan perusahaan user. Demikian ulasan lengkap tentang outsourcing mulai dari sejarah outsourcing, kelebihan dan kekurangan outsourcing, manfaat outsourcing, sistem perekrutan outsourcing , serta sistem pembayaran outsourcing. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda semua.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close