Umum

Seorang Mahasiswa Memaksa 14 Gadis SMP Kirim Foto Dan Video Bugil

Tahukau, – Seorang mahasiswa memaksa 14 gadis SMP mengirimkan foto dan video bugil pada dirinya.

Mahasiswa dengan inisial RK (22) sudah memperdayai belasan gadis SMP yang dikenalnya melalui Facebook dan WhatsApp.

Mahasiswa ini berhasil memaksa juga menipu para korban untukĀ mengirimkan foto dan video bugilnya.

PelakuĀ  juga sering menakut-nakuti korban dengan ancaman santet jika tidak mau menuruti keinginannya.

RK yang adalah seorang warga Sidosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan yang menggunakan foto dan video tersebut sebagai koleksi dalam berfantasi seksual.

Baca juga: Bidan Pose Telanjang dan Bugil di Aplikasi Boom Live, Bikin Heboh!

Hasilnya, RK akhirnya ditangkap polisi karena sudah menyimpan dan juga menyebarkan foto dan video gadis usia SMP yang masih di bawah umur.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten Kombes Pol Nunung Syafrudin menyatakan jika RK awalnya menggunakan akun Facebook (FB) palsu untuk berkenalan dengan para korban.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku RK mengaku sebagai seorang perempuan.

Setelah ia mendapatkan nomor ponsel korban, lalu RK mulai mengobrol melalui aplikasi WhatsApp.

“Dengan bujuk rayu, pelaku meminta korbannya untuk mengirimkan foto dan video tanpa busana,” ungkap Nunung kepada wartawan di Mapolda Banten, Rabu (26/8/2020).

RK juga selalu menakut-nakuti dengan ancaman santet jika korban tidak mau menuruti perintahnya itu.

Baca juga: Bioskop Bakal Dibuka Lagi Dalam Waktu Dekat

Pelaku yang juga mengancam akan menyebarkan video dan foto bugil korban melalui Facebook milik korban tersebut.

Dengan modus tersebut, RK sudah menipu sebanyak 14 gadis SMP.

“Korbannya ada 14 orang, semuanya masih di bawah umur. Namun kami masih mendalami,” jelas Nunung.

Dimana foto dan video bugil korban disimpan pelaku untuk berfantasi seksual.

“Selain koleksi, pelaku juga menggunakan foto dan video untuk mastrubasi,” papar Nunung.

Polisi juga akan memeriksa kejiwaan pelaku karena seluruh korbannya adalah anak-anak di bawah umur.

Pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 37 Undang-undang RI no 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 76 i Undang-undang RI nomor 23 tahun 2020 tentang Perlindungan Anak.

Dan juga, pelaku dikenai Pasal 45 ayat (1) Jo 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close