Pendidikan

Sejarah Terbentuknya Peta Dunia [Lengkap]

Peta adalah sebuah gambar dua dimensi pada bidang datar yang menggambarkan keadaan permukaan bumi menggunakan skala dan sistem proyeksi tertentu. Pengertian lain, peta merupakan lembaran seluruh atas sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan skala tertentu. Seiring dengan perkembangan teknologi, representasi dua dimensi menjadi ruang tiga dimensi ini tidak hanya didominasi dengan gambar yang tercetak pada lembaran kertas atau kain saja, namun diaplikasikan dalam berbagai bentuk seperti Google Map. Data geografis yang digambarkan dalam peta antara lain benua, pulau, kepulauan, gunung, dataran tinggi, dataran rendah, kota, sungai, laut, danau, samudera, jalan raya, dan jalan kereta api. Bagaimana ulasan lengkap peta dunia tersebut? Simak baik-baik ya.

Sejarah Terbentuknya Peta Dunia [Lengkap]

Sejarah Terbentuknya Peta Dunia [Lengkap]

Kartografi merupakan seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang mempelajari pembuatan peta. Orang yang ahli dalam bidang perpetaan adalah Kartograf.  Secara umum, fungsi peta, antara lain:

  • Menunjukkan posisi atau lokasi relatif (letak suatu tempat dengan tempat lain di permukaan bumi)
  • Menggambarkan ukuran (ukuran luas daerah dan jarak-jarak di atas permukaan bumi diukur)
  • Memperlihatkan bentuk (benua, negara, gunung, dan bentuk lain) sehinga dimensinya terlihat
  • Mengumpulkan dan menyeleksi data-data suatu daerah dan kemudian disajikan dalam bentuk peta

Ilmu pengetahuan yang semakin lama terbuka secara umum memudahkan manusia mencari informasi dari penemuan dan penelitian. Letak pasti suatu negara meskipun masih asing dan belum pernah dikunjungi bisa Anda lihat melalui peta dunia. Keberadaan peta dunia tidak terlepas dari perkembangan peradaban manusia. Sejarah mencatat jika aktivitas pelayaran lah yang menghubungkan antar bangsa di seluruh belahan dunia sehingga bentuk bumi sebenarnya bisa diketahui.

Baca juga : Sejarah Bahasa Indonesia

Sebaran Benua di Dunia

Sebaran Benua di Dunia
Sebaran Benua di Dunia

Permukaan bumi terdiri dari dua bagian, yaitu daratan dana lautan. Daratan luas di muka bumi disebut benua. Pembagian benua dilakukan berdasarkan konvensi sejarah. Enam benua yang dikenal adalah Asia, Afrika, Amerika, Antartika, Eropa, dan Australia. Benua Amerika ditemukan pada abad pertengahan. Amerigo Vespucci, seorang pedagang, penjelajah, dan pembuat peta dunia asal Italia adalah nama yang kemudian diambil sebagai nama benua Amerika. Sementara pada abad ke-18, daratan Australia ditemukan oleh James Cook berkebangsaan Inggris. Dan benua Antartika ditemukan awal abad ke-19 tanpa memiliki penduduk asli. Hal ini dikarenakan iklim dingin sepanjang tahun antara -55 sampai -90 derajat Celcius.

Baca juga : Pengertian Ideologi

Sejarah Pembuatan Peta Dunia

Sejarah Terbentuknya Peta Dunia [Lengkap]
Sejarah Pembuatan Peta Dunia

Peta dunia tentu tidak serta merta dibuat sehari langsung selesai. Pembuatannya tidak sederhana dan melewati proses yang begitu rumit. Oleh karena itu, ada beberapa periode pembuatan peta, yakni:

1. Periode Awal

Peta dunia pertama kali dibuat oleh kelompok Bangsa Babylonia sekitar 2300 SM. Mereka menggunakan sebuah tablet dari tanah liat untuk membentuk peta dunia. Kemudian, perkembangan ilmu pengetahuan di Yunani berkembang pesat hingga memunculkan ilmu kartografi khusus membahas bumi. Aristoteles yang mengungkapkan bahwa bumi bulat mendapatkan pengakuan dari para filsuf dan ahli bumi. Tahun 165 sampai 85 SM adalah masa puncak kejayaan kartografi di Yunani. Puncak ini didapatkan dari kinerja para ahli, terutama Ptolemy.

2. Periode Pertengahan

Perkembangan peta dunia pada periode pertengahan terlihat ketika peta gambar tangan beredar di kalangan bangsa Arab dan bangsa Mediterania. Menginjak abad ke-12, bangsa Viking yang melakukan perjalanan jauh ke utara Atlantik meyakini sendiri bentuk Bumi menurutnya. Pada abad ini, agama cenderung lebih berkuasa daripada ilmu pengetahuan sehingga pembuatan peta dunia sesuai dengan pandangan agama. Salah satu peta terkenal i Jerusalem kala itu adalah peta berbentuk T-O.

3. Periode Kejayaan

Beberapa catatan penting peta dunia di periode kejayaan dimulai pada abd ke-15, yaitu alat pencetak peta yang dibuat dari kayu berhasil ditemukan. Menginjak abad ke-16, pencetak peta dari tembaga dikembangkan dan menjadi dasar pembuatan peta dunia yang dikembangkan dengan teknis fotografis. Gerardus Mercator juga mengembangkan proyeksi silindris yang menggambarkan peta dunia dimana saat ini dikenal dengan globe.

4. Periode Modern

Periode modern ditandai mulai abad ke-17, saat teknologi yang digunakan membuat peta menjadi terus berkembang. Ilmu kartografi mencapai perkembangan yang begitu signifikan. Hingga saat ini, pembuatan peta dunia menggabungkan beberapa informasi dari indera stelit, foto udara, dan peninjauan lokasi secara langsung. Ketika faktor-faktor tersebut digabungkan menjadi dasar pembuatan peta yang valid.

Garis Bujur dan Garis Lintang

Garis Bujur dan Garis Lintang
Garis Bujur dan Garis Lintang

Dalam peta dunia, garis bujur dan garis lintang tidak bisa dipisahkan lagi. Garis tersebut adalah garis khayal yang membagi bumi tegak lurus antara utara-selatan dan timur-barat. Pencetusnya adalah Eratosthenes abad ke-3 SM dan kemudian diaplikasikan oleh Hipparchus di abad ke-2 SM. Abad ke-11, Al-Biruni menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya dan menjadi dasar ilmu modern tentang hubungan perhitungan waktu dengan garis bujur. Berikut ini penjelasan tentang garis bujur dan garis lintang:

Garis Bujur, atau disebut dengan garis meridian adalah garis khayal pembagi arah utara ke selatan. Garis tersebut berfungsi untuk menentukan waktu dan tanggal. Garis bujur 0 derajat ditempatkan din Greenwich, Inggris sekaligus menjadi patokan waktu internasional (GMT, Greenwich Mean Time). Garis bujur terdiri dari bujur timur dan barat sesuai dengan posisi pada Greenwich dan membentak antara 0 sampai 180 derajat.

Garis Lintang, adalah garis yang membentang dari timur dan barat. Fungsi garis lintang adalah membagi bumi (secara khayal) menjadi arah utara dan selatan. Garis lintang 0 derajat disebut ekuator/garis lini/ garis khatulistiwa yang dikenal di Indonesia. Lintang utara (LU) berada di sisi ekuator sedangkan yang berada di lintang selatan disebut lintang selatan (LS). Beberapa garis lintang istimewa adalah 0 derajat atau garis ekuator, 231/2 derajat sebagai garis balik, 661/2 derajat adalah garis lingkar kutub, dan 90 derajat yang menjadi titik kutub.  Garis lintang menjadi patokan yang menandai perbedaan iklim di bumi. 0-231/2 adalah iklim tropis, 231/2– 661/2 adalah iklim sub tropis, sedangkan 661/2-90 derajat merupakan iklim kutub. Iklim tropis memiliki musim panas dan hujan. Iklim sub tropis terdiri dari musim panas, gugur, dingin, dan semi. Sementara, iklim kutub hanya mempunyai musim dingin dengan satu siang dan satu malam selama setahun (pergantian siang malam terjadi 6 bulan sekali).

Ilmu kartografi dan pembuatan peta yang semakin berkembang harus disyukuri. Berkat jasa para ahli terdahulu, lokasi dan tempat yang ingin diketahui terasa lebih mudah ditemukan. Selain itu, kehadiran peta dunia mampu menjadi alat navigasi untuk mengemudikan transportasi seperti kapal atau pesawat. Manusia modern yang sangat terikat oleh waktu dapat diatasi mengingat adanya sistem penanggalan dan pembagian waktu yang dicetuskan oleh kartografi dulu kala, sementara kita sekarang tinggal menikmati hasilnya saja. Demikian ulasan lengkap tentang peta dunia dan semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close