Wisata

Sejarah Kota Pekanbaru | Kondisi Geografis dan Demografi

Kota Pekanbaru. Siapa yang tidak mengenalnya? Semua masyarakat Indonesia pastinya mengetahui mengenai kota Pekanbaru karena merupakan ibukota provinsi Riau yang terkenal akan hasil buminya yang melimpah dan sangat kental akan tradisi budayanya. Saat ini, keberadaan kota Pekanbaru ternyata menyimpan banyak sejarah dan cerita tersendiri bagi masyarakat riau. Nah untuk itu, di dalam artikel ini akan diulas mengenai sejarah asal mula kota Pekanbaru. Namun sebelum itu akan diulas terlebih dahulu mengenai kondisi geografis dan demografi kota Pekanbaru. Oleh karena itu, simak baik-baik ya ulasannya di bawah ini!

Baca juga : Sejarah Kota Jakarta

Kondisi Geografis Dan Demografi Kota Pekanbaru

Kondisi Geografis Dan Demografi Kota Pekanbaru

Pekanbaru merupakan ibukota dari provinsi Riau dan menjadi kota terbesar di provinsi tersebut. Pekanbaru memiliki sebutan sebagai kota sentra ekonomi terbesar di pulau Sumatera dan juga sebagai kota dengan tingkat pertumbuhan, migrasi, dan urbanisasi yang tinggi. Selain itu, kota Pekanbaru juga dikenal sebagai kota dagang yang multiteknik.

Pertumbuhan yang ada di kota Pekanbaru sangat pesat dikarenakan berkembangnya industri besar terutama yang berhubungan dengan minyak bumi serta pelaksanaan otonomi daerah dimana hal tersebut berpengaruh pada laju pertumbuhan ekonomi yang menjadi pendorong laju pertumbuhan penduduknya.

Jika dilihat secara geografis, kota Pekanbaru terletak pada posisi yang strategis yaitu berada di jalus Lintas Timur Sumatera yang mana jalur tersebut terhubung dengan beberapa kota seperti Medan, Padang, dan Jambi serta untuk wilayah administratifnya, diapit oleh Kabupaten Siak di bagian utara dan Timur, sedangkan bagian barat dan selatan diapit oleh Kabupaten Kampar.

Baca juga : Sejarah Kota Medan

Kondisi Geografis Dan Demografi Kota Pekanbaru

Pada tahun 2014, Pekanbaru berada diposisi keempat sebagai kota dengan penduduk terbanyak di pulau Sumatera setelah Medan dan Palembang. Masyarakat terbesar dengan jumlah sekitar 40,96% dari total penduduk kota yang mendiami kota Pekanbaru berasal dari etnis Minangkabau. Umumnya, penduduk kota Pekanbaru bekerja sebagai pedagang dan profesional. Dengan populasi etnis Minangkabau yang cukup besar menjadikan bahasa Minang sebagai bahasa pergaulan atau bahasa sehari-hari yang digunakan oleh penduduk kota Pekanbaru selain bahasa Indonesia. Selain etnis Minangkabau, ada beberapa etnis yang mendiami Pekanbaru dimana etnis-etnis tersebut memiliki proporsi cukup besar seperti Melayu, Jawa, Tionghoa, dan batak.

Sebelum tahun 1960, Pekanbaru hanyalah kota dengan luas sekitar 16 km2 kemudian bertambah menjadi 62,96 km2 dengan dua kecamatan yaitu Kecamatan Senapelan dan Limapuluh. Pada tahun 1965, bertambah lagi menjadi 6 kecamatan dan pada tahun 1987 bertambah lagi menjadi 8 kecamatan dengan luas sekitar 446,50 km2. Setelah Pemerintah daerah Kampar menyetujui untuk menyerahkan sebagian wilayahnya dengan keperluan untuk perluasan wilayah kota Pekanbaru, maka pada tahun 2003, jumlah kecamatan yang ada di kota Pekan baru bertambah menjadi 12 kecamatan. Hal tersebut ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomr 12 Tahun 1987.

Baca juga : Sejarah Kota Bandung

Sejarah Asal Mula Kota Pekanbaru

Sejarah Asal Mula Kota Pekanbaru

Awalnya perkembangan kota Pekanbaru tidak lepas dari peran sungai Siak yang kala itu menjadi sarana transportasi untuk mendistribusikan hasil bumi ke wilayah pesisir Selat Malaka. Pada abad ke 18, kota ini berasal dari sebuah pasar yang didirikan oleh para pedagang Minangkabau yang tinggal di tepi sungai Siak. Seiring berjalanannya waktu, daerah ini berkembang hingga menjadi pemukiman yang ramai dan padat penduduk.

Menurut sejarah, dulu kota Pekanbaru awalnya hanya sebuah dusun kecil yang dikenal dengan nama dusun Senapelan yang mana dipimpin oleh kepala suku yang disebut dengan Batin (Kepala Dusun). Kemudian daerah ini terus mengalami perkembangan sehingga menjadi kawasan pemukiman baru yang dinamakan dengan Dusun Payung Sekaki yang terletak di tepi Muara sungai Siak.

Pada saat itu, Senapelan hanya sebuah dusun kecil yang dihuni oleh dua atau tiga buah rumah saja dimana dusun tersebut terletak di kuala Sungai Pelan. Pada saat itu, di sepanjang sungai Siak terdapat rumah-rumah penduduk meski[um jaraknya sangat berjauhan dari satu rumah ke rumah lain. ketika itu, belum adanya tradisi dan kebudayaan, yang ada hanya bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi bagi orang-orang yang tinggal di lokasi tersebut.

Sejarah Asal Mula Kota Pekanbaru

Penduduk tersebut memakai bahasa biak, bahasa gasib, bahasa parawang, dan bahasa tapung sebagai bahasa sehari-hari. Hal itu dikarenakan pada saat itu pengaruh dari bahasa Minang, bahasa Pangkalan Kota Baru, dan Bahasa Kampar belum masuk ke dalam bahasa yang digunakan sehari-hari oleh penduduk.

Pada masa silam, perkembangan dusun Senapelan ini masih berkaitan dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Pada masa itu, Kerajaan Siak Sri Indrapura sedang dipimpin oleh raja keempat yang bernama Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah dengan gelar Tengku Alam(1766-1780 M) yang menetap di dusun Senapelan kemudian beliau membangun istananya di Kampung Bukit yang berdekatan dengan dusun Senapelan. Tidak berapa lama menetap di tempat tersebut, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah membangun sebuah pekan atau pasar di Senapelan, namun pekan tersebut tidak berkembang atau sepi. Kemudian, usaha yang telah dirintisnya tersebut diambil alih oleh putranya yang bernama Raja Muda Muhammad Ali untuk ditempatkan di tempat baru yaitu di sekitar pelabuhan.

Raja Muda Muhammad Ali dengan dibantu oleh ponakannya yang bernama Said Ali mulai melanjutkan pasar pekan yang sebelumnya tidak berkembang. Ditangan Raja Muda Muhammad Ali nilah dusun Senapelan mengalami kemajuan yang cukup pesan. Pasar yang pelaksanaannya hanya satu kali dalam sepekan melahirkan kata Pekanbaru. Saat itulah sebutan Senapelan mulai menghilang dan digantikan oleh Pekanbaru.

Setelah Pekanbaru menjadi ramai, kemudian datanglah para pendatang yang berasal dari daerah Minangkabau, Pangkalan Kota Baru, Kampar, Taluk Kuantan, Pasir Pengaraian, dan sebagainya. Awalnya mereka datang hanya untuk berdagang, namun lama-kelamaan mereka memutuskan untuk menetap dan melahirkan generasi baru.

Baca juga : Sejarah Kalimantan

Sejarah Asal Mula Kota Pekanbaru

Pada hari Selasa, 21 Rajab 1204 H atau tanggal 23 Juni 1784 M, dusun Senapelan berganti nama menjadi Pekan Baharu yang diputuskan berdasarkan musawarah para datuk dari empat suku seperti Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar, dan Kampar. Sejak saat itulah, tanggal 23 Juni ditetapkan menjadi hari lahir kota Pekanbaru hingga sampai saat ini. sejak ditetapkannya tanggal kelahiran kota, sebuatan Senapelan sudah tidak digunakan lagi karena sudah berganti menjadi Pekan Baharu. Seiring berjalannya waktu, kini Pekan Bahari lebih populer dengan sebutan Pekanbaru yang ditetapkan sebagai ibukota provinsi Riau oleh Pemerintah Daerah.

Selepas kemerdekaan Indonesia tepatnya pada tanggal 17 Mei 1946 melalui Ketetapan Gubernur Sumatera, kota Pekanbaru dijadikan daerah otonom yang disebut dengan Haminte atau Kotapraja. Kemudian pada tanggal 19 Maret 1956, kota Pekanbaru menjadi daerah otonom kota kecil dalam lingkungan provinsi Sumatera Tengah yang ditetapkan berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1956.

Sejak tanggal 9 Agustus 1957, Pekanbaru masuk ke dalam wilayah provinsi Riau yang baru saja terbentuk dan Pekanbaru resmi menjadi ibukota provinsi Riau pada tanggal 20 Januari 1959 yang sebelumnya ditempati oleh Tanjungpinang. Perpindahan ibukota dari Tanjungpinang ke Pekanbaru ternyata memiliki andil besar terhadap suku Melayu sehingga suku tersebut mendominasi struktur birokrasi pemerintahan kota. Akan tetapi, sejak tahun 2002 hegemoni suku tersebut mulai berkurang. Hal itu dikarenakan oleh berdirinya provinsi Kepulauan Riau dari hasil pemekaran provinsi Riau.

Baca juga : Wisata Kota Pekanbaru

Nah itulah ulasan singkat mengenai sejarah asal mula kota Pekanbaru. Semoga apa yang diulas di dalam artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda terutama bagi yang belum mengetahui mengenai asal mula kota Pekanbaru khususnya bagi masyarakat yang tinggal di luar pulau Sumatera.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close