Wisata

Sejarah Kota Banda Aceh : Kota Serambi Mekah

Berbicara mengenai Nangroe Aceh Darussalam atau Aceh, pastinya kalian pasti ingat kan yang terjadi pada tahun 2004 silam? Ya, tsunami. Pada tahun 2004 silam, Aceh dilanda gempa dengan kekuatan 9,2 SR yang kemudian diikuti dengan tsunami yang menewaskan hampir ratusan ribu orang dan menghancurkan lebih dari 60% bangunan di kota Banda Aceh. Peristiwa pilu tersebut berhasil memporak-porandakan Aceh kecuali satu Masjid yang bernama Masjid Raya Baiturrahman. Masjid tersebut tetap berdiri dengan kokohnya meskipun apa yang disekitarnya sudah hancur lebur terkena tsunami.

Sebelum peristiwa tsunami yang terjadi di Aceh, Aceh dikenal sebagai gerbang wisata yang berada di bagian barat Indonesia. Aceh memiliki banyak hal yang menarik perhatian para traveller sehingga menjadikan Aceh sebagai salah satu tempat berkunjung bagi para traveller salah satunya adalah sejarahnya.  Nah untuk itu, pada kesempatan kali ini, akan diulas mengenai sejarah kota Banda Aceh : kota Serambi Mekkah. Namun sebelum itu, akan diulas juga secara singkat mengenai kondisi geografis dan demografis dari kota Aceh serta pembagian wilayah di kota Banda Aceh. Simak baik-baik ya ulasannya di bawah ini!

Baca juga : Sejarah Kota Bandung

Sejarah Kota Banda Aceh

Sejarah Kota Banda Aceh

Aceh merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang mempunyai status sebagai Daerah Istimewa yang terletak di ujung pulau Sumatera wilayah Indonesia. Ibukota provinsi Aceh yaitu Banda Aceh. Banda Aceh merupakan salah satu kota yang ada di Aceh yang menjadi pusat pemerintahan, pusat kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Mengenai asal muasal nama Aceh  belum diketahui dengan pasti. Meskipun beberapa kali berusaha untuk mengenali nama Aceh dalam naskah-naskah Zaman Kuno dan Pertengahan, namun ditegaskan bahwa nama itu baru disebut dengan pasti sekali dalam Sumo Oriental yang dikarang di Malaka pada sekitar tahun 1520 oleh Tome pires, seorang Portugis. Penyebutan pertama kali kata Aceh ditemukan pegejaan Atchei. Dalam naskah-naskah Eropa abad ke-16, 17, dan 18, pengejaan kata Aceh yakni Achem, Achin, dan Atchin. Akan tetapi mulai abad ke 19, ada beberapa pengarang yang kembai menyebutkan kata Aceh dengan sebutan “Atjeh”; terutama dalam penelitian Snouck Hurgronje yang berjudul De Atjehers.

Setelah penyebutan Aceh dengan istilah Achem, Atjeh, Achin, dan Atchin, pada tahun 1511-1959, Aceh dikenal dengan nama Aceh Darussalam. Kemudian pada tahun 1959-2001 berganti kembali menjadi Daerah Istimewa Aceh. Pada tahun 2001-2009 pun diganti kembali menjadi Nanggroe Aceh Darussalam. Dan pada tahun 2009-sekarang, dipakailah nama Aceh untuk penyebutan kota ini.

Selain itu, kota Banda Aceh juga dikenal dengan kota Islam tertua di Asia Tenggara. Hal itu dikarenakan Aceh terkenal sebagai tempat pertama kali munculnya agama Islam di Asia Tenggara yang sampai saat ini pengaruh Islam masih kuat di Aceh, bahkan Aceh terkenal dengan sebagai “Serambi Mekah”. Mayoritas masyarakat Aceh menganut agama Islam yang taat dengan menjalankan perintah sesuai syariat Islam dalam kehidupan sehari-harinya, bahkan adat istiadat pun banyak yang bersumber dari Islam.

Baca juga : Sejarah Kota Jakarta

Sejarah Kota Banda Aceh

Untuk sejarah kota Banda Aceh sendiri masih banyak yang belum jelas akan ceritanya lengkapnya. Hal itu dikarenakan adanya berbagai sumber yang menyatakan tentang sejarah kota Banda Aceh, diantaranya:

  • Kota Banda Aceh berdiri pada abad ke 14 yang dibangun oleh Sultan Johan Syah . Kota Banda Aceh memiliki keterkaitan dengan sejarah gemilangnya Kerajaan Aceh Darussalam. Kerajaan Aceh Darussalam dibangun dari banyaknya puing-puing yang berasal dari beberapa kerajaan Hindu dan Budha yang pernah ada sebelumnya. Dari tulisan yang ada di batu nisan salah seorang sultan yang pernah memimpin Kesultanan Aceh yang bernama Sultan Firman Syah menyatakan bahwa Kesultanan Aceh beribukota di Kutaraja (Banda Aceh)
  • Kemunculan Kesultanan Aceh Darussalam tidak lepas dari eksistensinya Kerajaan Islam Lamuri. Pada akhir abad ke 15, kerajaan Islam Lamuri menjalin hubungan baik dengan kerajaan-kerajaan tetangga sehingga pusat kerajaan Islam Lamuri dipindahkan ke Meukuta Alam yang berlokasi di wilayah Banda Aceh.
  • Menurut prasaasti yang ditemukan dari batu nisan salah seorang sultan yang pernah memerintah Kesultanan Aceh Darussalam yang bernama Sultan Ali Mughayat Syah menyatakan bahwa pada saat beliau memerintah Kesultanan Aceh, beliau berhasil membangun Banda Aceh sebagai pusat peradaban Islam di Asia Tenggara dimana saat ini Banda Aceh telah berevolusi menjadi salah satu pusat kota pertahanan yang ikut serta dalam mengamankan jalur pedagangan maritim dan lalu lintas jamaah haji dari perompakan yang dilakukan oleh armada Portugis
  • Sejarah Aceh dimulai dari zaman kerajaan. Puncak kejayaan Aceh yang sangat terkenal adalah Samudera Pasai yang merupakan kerajaan islam pertama dan terbesar di Nusantara. Wilayah kerajaan ini sangat strategis sehingga memegang peranan penting dalam jalur perdagangan internasional sehingga menjadikan Aceh sebagai pusat perdagangan dunia yang dikunjungi pedagang-pedagang yang berasal dari seluruh dunia termasuk Arab, Turki, China, Eropa, dan India. Keadaan ini mengakibatkan pesatnya perkembangan, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, maupun budaya. Kejayaan aceh terjadi pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda yang memimpin pada abad ke 16 (1607-1636).

    Selain itu, Sultan Iskandar Muda juga berhasil menjadikan Banda Aceh sebagai pusat perdagangan maritim khususnya komoditas lada yang mana pada saat itu permintaan lada di Eropa cukup tinggi dan juga menjadikan Banda Aceh sebagai Taman Dunia yang dinamakan dengan Darud Donya.
  • Pada masa agresi Belanda II, terjadi evakuasi besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Aceh. Hal tersebut dirayakan oleh Van Swieten dengan menyatakan jatuhnya Kesultanan Aceh dengan mengganti nama Banda Aceh menjadi Kutaraja. Namun, setelah kembali ke dalam genggaman Pemerintah Republik Indonesia pada tangga 28 Desember 1962, nama kota ini kembali menjadi nama Banda Aceh yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah bertanggal 9 Mei 1963 Nomor Des 52/1/43-43.

Baca juga : Sejarah Kota Medan

Kondisi Geografis dan Demografis Kota Banda Aceh

Kondisi Geografis dan Demografis Kota Banda Aceh

Kota Banda Aceh terletak pada 05o 16’ 15” – 05o 36’ 16” LU dan 95o 16’ 15” – 95o 22’ 35” BT dengan ketinggian rata-rata sekitar 0,8 m di atas permukaan laut. Batas wilayah Kota Banda Aceh sebagai berikut:

  • Utara : Berbatasan dengan Selat Malaka
  • Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Aceh Besar
  • Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Aceh Besar
  • Barat : Berbatasa dengan Samudera Hindia

Saat ini, jumlah penduduk kota Banda Aceh sekitar 259.913 jiwa dengan kepadatan sekitar 42 jiwa/Ha yang didominasi oleh penduduk berusia muda. Jumlah penduduk tersebut membuat jumlah penduduk laki-laki dan perempuan seimbang. Mendominasinya penduduk yang berusia mudah dikarenakan kota Banda Aceh dikenal sebagai pusat pendidikan di Aceh bahkan di pulau Sumatera sehingga banyak pelajar yang bermigrasi ke Banda Aceh untuk melanjutkan pendidikan bahkan ada yang datang ke Aceh untuk mencari kerja.

Pembagian Wilayah di Kota Banda Aceh

Pembagian Wilayah di Kota Banda Aceh

Awalnya kota Banda Aceh hanya ada empat kecamatan yaitu Meuraksa, Baiturrahman, Kuta Alam, dan Syiah Kuala. Namun saat ini sudah berkembang menjadi sembilan kecamatan, diantaranya:

  • Baiturrahman
  • Banda Raya
  • Jaya Baru
  • Kuta Alam
  • Kuta Raja
  • Lueng Bata
  • Meuraksa
  • Syiah Kuala
  • Ulee Kareng

Baca juga : Sejarah Kota Pekanbaru

Nah itulah ulasan mengenai  sejarah kota Banda Aceh : kota Serambi Mekkah. Meskipun banyaknya sumber yang menyatakan tentang sejarah kota Banda Aceh, namun yang pasti jika sejarah kota Banda Aceh masih erat kaitannya dengan beberapa kerajaan Islam yang ada di pulau Sumatera seperti kerajaan Islam Lamuri dan kerajaan Samudera Pasai. Semoga apa yang diulas di dalam artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close