Wisata

Sejarah Kalimantan – Pulau Seribu Sungai

Pulau Kalimantan merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki sejarah yang sangat panjang bahkan sebelum nusantara mengenal apa itu yang namanya tulis dan baca. Membahas sejarah kota Kalimantan mungkin bisa menghabiskan berlembar – lembar kertas dan tinta bahkan ribuan kata, karna memang sejarahnya yang sangat panjang bahkan jika dibandingkan dengan pulau lain di Indonesia. Kalimantan telah memiliki catatan peradaban yang jauh lebih awal jika dibandingkan dengan pulau – pulau lain di Indonesia.

Nah, membahas Kalimantan mungkin akan jauh lebih mengena jika dimulai dari sejarah Kalimantan itu sendiri. Dimulai dari kata Kalimantan yang menurut beberapa ahli berasal dari bahasa sanksekerta “Klemantan” atau “Kalamanthana” yang memiliki arti sebagai sebuah pulau yang udaranya sangat keras serta terasa membakar. Terjemahan tiap katanya mulai dari Kal[a] yang dapat diartikan sebagai musim atau waktu, dan Manthan[a] yang berarti membakar. Setiap akhiran “a” pada “Kala” maupun “Manthana” merupakan suatu pola pengucapan yang biasanya tidak diucapkan. Maka terbentuklah kata “Kalmantan” yang nantinya bagi penduduk sekitar asli disana berubah menjadi Kalimantan.

Baca juga : Sejarah Kota Bandung

Sejarah Kalimantan

Sejarah Kalimantan - Pulau Seribu Sungai
Sejarah Kalimantan

Note awal bahwa Mengatakan Kalimantan merupakan sebuah kota adalah kesalahan besar. Kalimantan merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia yang memiliki banyak kota besar di dalamnya. Beberapa orang mungkin masih sering salah paham ketika disuruh membedakan mana Kalimantan dan mana itu Borneo khususnya para bule. Menyebut Kalimantan sebagai Borneo bisa dibilang agak riskan karna setelah kemerdekaan pulau borneo itu sendiri dibagi menjadi tiga bagian, satu milik Negara Indonesia yang kemudian diberi nama Kalimantan, satu bagian menjadi milik atau tanah Negara Brunei Darussalam dan satunya lagi masuk ke dalam wilayah Negara Malaysia.

Kalimantan menjadi salah satu pulau dengan jumlah luas hutan hujan terbesar di dunia. Tanah Kalimantan begitu kaya akan hasil tambang dan subur. Banyak tanaman yang bisa dikembangbiakkan dengan sangat mudah di tanah Kalimantan. Beberapa contohnya adalah sawit dan karet. Selain hasil bumi berupa tanaman, Kalimantan juga menyimpan kekayaan alam seperti batu bara, gas alam, hingga emas yang luar biasa melimpah.

Baca juga : Sejarah Kota Jakarta

Kalimantan Pada Masa Kerajaan Hindu – Budha

Kalimantan Pada Masa Kerajaan Hindu – Budha
Kalimantan Pada Masa Kerajaan Hindu – Budha

Kalimantan telah dikenal luas bukan hanya di Indonesia namun juga didunia pada masa kerajaan hindu – budha sedang berkembang pesat di tanah air. Banyaknya prasasti yang ditemukan di Kalimantan membuat wilayah ini menjadi salah satu daerah yang memiliki jejak peradaban tertua di dunia.

Nama Borneo memang sering diucapkan oleh orang luar saat menyebut Kalimantan. Kata Borneo itu sendiri berasal dari nama sebuah tanaman yang biasa dijadikan obat antiseptik bernama pohon Borneol. Karna banyaknya jumlah pohon tersebut yang terdapat di Kalimantan, maka pedagang dari Eropa menyebut Kalimantan sebagai Borneo.

Pengaruh dari kedatangan bangsa India yang menyembah dewa – dewa merupakan awal dari terbentuknya kepercayaan hindu budha di Kalimantan. Hal ini ditandai dengan gelar ‘Warman’ yang artinya ‘Yang Melindungi’ yang disematkan pada raja – raja di Kalimantan pada masa tersebut.

Fakta mengejutkan lainnya adalah ditemukannya prasasti yang menunjukkan bahwa Kerajaan hindu pertama yang berdiri di Indonesia ternyata di mulai dari pulau Kalimantan yang disebut kerajaan Kutai. Kerajaan Kutai memiliki peninggalan berupa prasasti Yupa yang merupakan bukti pertama bahwa pada saat itu Nusantara telah mampu mengenal apa itu tulis dan baca serta mengakhiri masa praaksa atau masa dimana baca tulis masih belum dikenal di Indonesia.

Baca juga : Wisata Kalimantan

Kerajaan Hindu – Budha di Kalimantan

Kerajaan Hindu – Budha di Kalimantan
Kerajaan Hindu – Budha di Kalimantan

Nah, salah satu yang paling unik dari kerjaan kutai adalah nama pemimpinnya yang bernama kudungga. Pada masa pemerintahan awal kerajaan Kutai, diduga kepercayaan hindu masih belum memasuki wilayah Indonesia sehingga nama Kudungga digadang – gadang sebagai sebuah nama asli dari orang Indonesia itu sendiri tanpa pengaruh dari Negara manapun.

Baru setelah lengsernya Kudungga yang kemudian digantikan oleh anaknya sendiri yang bernama Aswawarman yang menandai bahwa hindu telah dianut oleh penduduk kerajaan Kutai pada masa pertengahan hingga akhir kepemimpinan raja pertama Kutai.

Kerajaan Kutai berdiri sekitar abad ke – empat yang bertempat di muara Kaman Kalimantan Timur di dekat hulu sungai Mahakam. Kerajaan Kutai berada di puncak kejayaannya ketika dipimpin oleh cucu Kudungga yang bernama Mulawarman. Kerajaan kutai itu sendiri mengalami keruntuhan saat penerus tahta kerajaan yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan dan di bunuh oleh raja Kutai Kartanegara yang ke – 13 dan bernama Aji Pangeran Anum Mandapa.

Selain kutai masih banyak kerajaan lain yang berocrak hindu budha yang berada di Kalimantan pada masa awal dimulainya jaman sejarah. Kejayaan kerajaan hindu budha di Kalimantan berakhir ketika persebaran kepercayaan islam mulai menyebar di seluruh Indonesia.

Baca juga : Sejarah Bahasa Indonesia

Masa Kerajaan Islam di Kalimantan

Masa Kerajaan Islam di Kalimantan
Masa Kerajaan Islam di Kalimantan

Kedatangan pedagang yang membawa pengaruh ajaran agama islam masuk ke Indonesia pertama kali di tandai dengan penemuan batu Nisan Sandai di Ketapang wilayah kerajaan Tanjungpura sekitar tahun 745 Masehi.

Kerajaan Tanjungpura merupakan kerajaan tertua di Kalimantan barat yang berdiri sekitar abad ke 8. Setelah masuknya islam ke nusantara, kerajaan Tanjungpura dirubah namanya menjadi kerajaan Matan dan dengan Raja Sorgi sebagai pemeluk islam.

Kerajaan Islam di kalimantan

Kerajaan Islam di kalimantan
Kerajaan Islam di kalimantan

Di sisi lain, terdapat kerajaan Kutai kertanegara yang berdiri beberapa abad setelah kerajaan kutai beridiri dan menjadi awal dari kerajaan hindu tertua di Indonesia. Kerajaan kutai kertanegara bermuara di dekat sungai Mahakam yang dipimpin oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti sebagai raja pertama.

Nah,karna kerajaan kutai kertanegara merupakan ‘ally’ atau memiliki hubungan yang sangat erat dengan kerajaan Majapahit, maka dengan munculnya pengaruh islam yang mempengaruhi kerajaan Majapahit juga berpengaruh pada kerjaan Kutai kertanegara.

Pada sekitar abad ke 16 terjadi perang besar antara kerajaan hindu Kutai dan Kutai Kertanegara yang kemudian dimenangkan oleh Kutai Kertanegara. Setelah kedua kerajaan ini dipersatukan dan mendapatka kejayaannya pada pimpinan raja islam yang bernama Muhammad Salihuddin, jaman kerajaan di Kalimantan harus diakhiri dengan kedatangan Belanda yang berhasil menguasai pemerintahan Kutai pada tahun 1844.

Perkembangan Kalimantan Pada Era Pasca Kemerdekaan

Perkembangan Kalimantan Pada Era Pasca Kemerdekaan
Perkembangan Kalimantan Pada Era Pasca Kemerdekaan

Setelah terjadinya penjajahan oleh Belanda dan Jepang,Indonesia meraih kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 yang baru beberapa tahun kemudian atau tepatnya 1956, Kalimantan barulah dibagi menjadi 3 bagian atau proinsi. Pada perkembangannya mulai dari tahun 1957 hingga 1958, perkembangan Kalimantan ditandai dengan berkembangnya jumlah provinsi yang berada di dalamnya.

Perkembangan pulau Kalimantan masih terus berlanjut bahkan hingga tahun 2012, dimana pada tahun ini lahirlah salah satu provinsi termuda dari pulau Kalimantan itu sendiri yaitu Kalimantan Utara yang mencakup beberapa wilayah seperti kabupaten Nunukan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tarakan, dan Kabupaten Malinau.

Perkembangan Kalimantan Pada Era Pasca Kemerdekaan
Perkembangan Kalimantan Pada Era Pasca Kemerdekaan

Meski pada perkembangannya Indonesia tidak mampu mendapatkan seluruh tanah borneo yang terdapat di satu pulau yang sama. Namun bukan berarti Indonesia tidak bisa berbangga karna mempunyai satu dari sedikit Negara di dunia yang memiliki hutan hujan terbesar dan disebut sebagai paru – paru dunia.

Kalimantan telah membawa sejarah yang sangat panjang dan kompleks. Menyederhanakan sejarah Kalimantan ke dalam satu atau dua lembar kertas rasanya sangat tidak mungkin. Layaknya sedikit kota di Indonesia yang memiliki nilai sejarah yang luaar biasa, Kalimantan telah melalui banyak sekali jaman yang bahkan telah dimulai ketika orang – orang di nusantara masih belum mengenal apa itu tulisan dan bagaimana cara membacanya.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close