Umum

Sejarah Bahasa Indonesia Secara Singkat Dan Lengkap

Bahasa adalah identitas suatu bangsa yang digunakan sebagai alat komunikasi dengan bangsa lain. Bahasa berperan penting dalam mencapai tujuan nasional maupun internasional dari suatu bangsa karena bahasa dikenal dengan language is power.  Setiap bangsa memiliki bahasa yang berbeda-beda dengan ciri khas masing-masing bangsa termasuk juga bahasa indonesia.

Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa di dunia ini memiliki peranan penting dalam kehidupan yang bersumber dalam ikrar sumpah pemuda. Peran penting yang dimiliki oleh bahasa Indonesia harus diingat dengan baik dan patut diperjuangkan. Setiap warga negara Indonesia wajib berbahasa Indonesia dengan baik. Hal itu sebagai bentuk menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia. Sebelum Anda memperdalam kemampuan berbahasa dengan baik, Anda diwajibkan untuk mengetahui terlebih dahulu mengenai sejarah dan perkembangan bahasa Indonesia hingga sampai saat ini. Berikut ini akan dibahas mengenai sejarah bahasa Indonesia beserta perkembangan ejaan bahasa Indonesia. Simak baik-baik ya!

Baca juga : Contoh Teks Deskripsi

Sejarah Bahasa Indonesia

Sejarah Bahasa Indonesia Secara Singkat Dan Lengkap
Sejarah Bahasa Indonesia Secara Singkat Dan Lengkap

Perlu diketahui bahwa sejarah bahasa Indonesia berawal dari bahasa Melayu yang dulu digunakan sebagai bahasa perantara atau pergaulan. Sejarah bahasa Indonesia berawal dari bahasa Melayu dimulai ketika kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan maju di Asia Tenggara yang menggunakan bahasa Melayu kuno untuk berkomunikasi dengan kerajaan lain. hal itu dibuktikan dengan adanya prasasti di Kedukan Bukit di Palembang yang tertulis tahun 683 M, kota Kapur di Bangka Barat yang tertulis tahun 686 M, dan Karang Brahi di Jambi yang tertulis tahun 688 M. Penyebab diangkatnya bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia memiliki beberapa faktor, sebagai berikut:

Baca juga : Penulisan Essay

  1. Bahasa melayu menjadi bahasa pergaulan, bahasa perantara, dan bahasa pengantar antar bangsa (lingua franca) bagi bangsa Indonesia .
  2. Suku-suku yang ada di Indonesia seperti suku Jawa, Sunda, Bugis, Betawi, dan berbagai macam suku lainnya mengakui dan menerima pengangkatan bahasa melayu menjadi bahasa Indonesia.
  3. Di dalam bahasa melayu terdapat sistem yang sederhana sehingga dapat dengan mudah dipahami dan dipelajari oleh warga Indonesia.
  4. Bahasa melayu memiliki kemampuan dan kesanggupan yang dapat digunakan sebagai bahasa kebudayaan

Bahasa Indonesia disahkan menjadi bahasa persatuan dan bahasa resmi penduduk Indonesia yang sangat beraneka ragam ketika Sumpah Pemuda tahun 1928 tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928 yang bertujuan untuk menghindari adanya imperialisme bahasa apabila nama “bahasa Melayu” dipakai. tepat pada tanggal tersebut, pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dan mengucapkan ikrar yang dikenal dengan “Sumpah Pemuda” yang berisi:

  1. Bertumpah darah yang satu, tumpah darah Indonesia
  2. Berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
  3. Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Pada tanggal 28 Oktober 1928 itulah bertepatan dengan pengukuhan kedudukan bahasa Indonesia menjadi bahasa Nasional. Kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945, bahasa Indonesia menjadi bahasa negara yang memiliki kedudukan serta fungsi yang tinggi hingga sampai saat ini yang digunakan oleh seluruh warga negara Indonesia dan terkandung dalam UUD 1945 Bab XV pasal 36. Terkait kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, berikut ini akan dijelaskan lebih rinci mengenai kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan bahasa resmi:

Baca juga : Kerangka Makalah

1. Sebagai bahasa Nasional
Berfungsi:

  • Untuk lambang identitas diri dan lambang kebanggan Indonesia
  • Dapat digunakan sebagai alat penghubung antar budaya, antar ras, antar etnis serta antar agama.
  • Sebagai alat pemersatu di berbagai kalangan masyarakat Indonesia yang memiliki bahasa daerah yang berbeda-beda.

2. Sebagai bahasa resmi
Berfungsi :

  • Sebagai bahasa resmi negera Indonesia
  • Dapat digunakan untuk pemanfaatan ilmu, teknologi, serta perkembangan budaya
  • Sebagai alat penghubung tingka nasional terkait kepentingan pelaksanaan dan perencanaan pembangunan.
  • Sebagai bahasa pengantar resmi

Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia

Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia
Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia

Ejaan atau tata cara menulis bahasa Indonesia dengan huruf latin untuk ketiga kali dibakukan secara resmi pada 1972, setelah diberlakukannya ejaan Van Ophyusen (1901) dan ejaan Soewandi (1947). Ejaan yang pernah berlaku di Indonesia meliputi:

Baca juga : Penulisan Daftar Pustaka

1. Ejaan Van Ophyusen

Ejaan Van Ophyusen
Ejaan Van Ophyusen

Ejaan Van Ophyusen merupakan ejaan bahasa Melayu yang diciptakan oleh Ch. A. Van Ophyusen bersama dengan Engku Nawawi dengan gelar Sultan Makmur dan Muhammad Taib Sutan Ibrahim pada tahun 1901. Pembakuan ejaan ini menimbulkan implikasi positif, yaitu semakit kuatnya kedudukan bahasa Melayu. Ciri-ciri ejaan Van Ophyusen yaitu:

  • Huruf [u] ditulis [oe]
  • Menggunakan koma hamzah [‘] yang menggantikan huruf [k] di akhir kata.
  • Untuk kata yang memiliki akhiran [a] mendapat penambahan [i] dan diberi tanda [“] di atas akhiran tersebut.
  • Huruf [e] lafal keras diberikan tanda [‘]
  • Untuk kata ulang seluruhnya menggunakan angka [2], akan tetapi untuk kata ulang bukan seluruhnya menggunakan tanda [-]
  • Kata majemuk dirangkai menjadi satu kata, ditulis dengan tanda hubung, dan dipisahkan.

2. Ejaan Soewandi

Ejaan Soewandi merupakan ejaan bahasa Indonesia yang menggunakan sistem bahasa Latin yang digunakan setelah Indonesia merdeka. Pembakuan ejaan Soewandi dimuat dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mr. Soewandi, No. 264/Bhg A tanggal 9 Maret 1947. Ejaan Soewandi berakhir pada tahun 1972. Pada hakikatnya, ciri-ciri dari Ejaan Soewandi dan ejaan Van Ophyusen itu sama, akan tetapi keduanya tetap memiliki perbedaan seperti:

  • Penulisan huruf [oe] diubah menjadi [u]
  • Penghilangan tanda [“] pada huruf [a] dan [i]
  • Tanda koma hamzah [‘] diganti menjadi [k].
  • Huruf [e] keras dan huruf [e] lemah tidak sama
  • Kata ulang ditulis dengan tanda hubung dan angka [2].
  • Kata majemuk yang terdiri dari dua kata ditulis terpisah, terangkai, dan dengan tanda hubung.
  • Kata yang berasal dari bahasa asing yang tanpa huruf [e] pepet ditulis dengan [e] lafal keras.

3. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Ejaan Yang Disempurnakan merupakan ejaan yang dihasilkan dari penyempurnaan semua ejaan-ejaan yang sebelumnya diberlakukan di Indonesia. Peresmian penggunaan EYD dilakukan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 16 Agustus 1972 di hadapan MPR/DPR dan dikukuhkan dalam Surat Keputusan Presiden No. 57 Tahun 1972, dan disampaikan dalam rangka peringatan HUT RI ke 27 Kemerdekaan Indonesia secara resmi. EYD resmi berlaku pada tanggal 17 Agustus 1972 yang dihasilkan oleh Panitia Ejaan Bahasa Indonesia yang dibentuk pada tahun 1966. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) mengatur tentang:

  • Pemakaian huruf
  • Pemakaian huruf kapital dan huruf miring
  • Penulisan kata
  • Penulisan unsur serapan
  • Pemakaian tanda baca

4. Ejaan Bahasa Indonesia (EBI)

Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) mengandung pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang resmi berlaku di Indonesia pada tahun 2015 berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 50 Tahun 2015. Penyempurnaan EBI dari ejaan-ejaan sebelumnya terletak pada penambahan huruf vokal diftong, penggunaan huruf kapital pada julukan, penghapusan penggunaan huruf tebal pada penulisan “lema” dan “sublema” dalam kamus.

Demikian ulasan singkat mengenai sejarah bahasa Indonesia. Kita sebagai warga negara Indonesia harus selalu mengingat tentang sejarah bahasa Indonesia yang memerlukan waktu sangat panjang hanya untuk pembentukan bahasa Indonesia sampai berlaku dan digunakan secara resmi sampai saat ini. Kita juga harus menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia karena bagi bangsa lain, bahasa Indonesia adalah bahasa yang unik. Meskipun negara Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, ras, dan etnis yang pastinya memiliki bahasa yang berbeda-beda, tetapi hanya dengan bahasa Indonesia yang dapat mempersatukan perbedaan tersebut. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda!

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close