Bisnis

Daftar Perusahaan Keuangan Terbaik Dengan Laba Tinggi

Banyak faktor yang menjadi penyebab sebuah perusahaan dikatakan sebagai perusahaan terbaik. Bukan hanya dari faktor keuntungan atau laba yang didapat, namun juga kreadibilitas yang dimiliki dan diterima dengan baik dari pihak pemerintah maupun swasta menjadi penentu apakah perusahaan tersebut layak dikatakan perusahaan terbaik apa tidak. Banyak daftar perusahaan di Indonesia yang dikatakan sebagai perusahaan terbaik termasuk juga perusahaan yang berurusan dengan keuangan.

Di Indonesia sendiri, banyak sekali perusahaan keuangan yang mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan terbaik dan berhasil mendapatkan keuntungan laba yang sangat fantastis. Biasanya yang memberikan penghargaan tersebut adalah Bank Indonesia (BI) dimana kriteria yang menjadi penilaian masuknya perusahaan tersebut ke dalam daftar perusahaan keuangan terbaik di Indonesia adalah saat pengiriman laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu. Laporan keuangan yang dinilai Bank Indonesia terkait laporan Lalu Lintas Devisa (LLD), Devisa Hasil ekspor (DHE), Sistem Informasi Debitur (SID), dan Laporan Bulanan Bank Umum (LBU). Nah, berikut ini akan diulas daftar perusahaan keuangan terbaik dengan laba tinggi di Indonesia. Simak ulasan di bawah ini!

Baca juga : Investasi di Reksadana

1. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

Daftar Perusahaan Keuangan Terbaik Dengan Laba Tinggi
PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

Pada akhir tahun 2018, PT. Bank Central Asia Tbk atau yang biasa dikenal dengan BCA menjadi salah satu perusahaan keuangan terbaik di Indonesia dengan mendapatkan laba sebesar Rp. 25,9 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan laba sebesar 10,9% dibandingkan tahun 2017. Pertumbuhan laba tersebut dikarenakan adanya kenaikan kinerja keuangan yang sangat positif selama tahun 2018.

Bank dengan kode IDX: BBCA ini merupakan salah satu bank milik swasta yang terbesar di Indonesia yang didirikan oleh Sudono Salim dari perusahaan Salim Group pada tahun 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. Namun saat ini, BCA dimiliki oleh salah satu perusahaan produksi rokok terbesar keempat di Indonesia yaitu Djarum. Bank Asia Central (BCA) berkantor pusat di Jakarta.

BCA tercatat pernah menjadi bank negara akibat dari krisis yang terjadi pada tahun 1998. Namun pada tahun 2002, BPPN melepas saham sebesar 51 % melalui Farindo Investment, Ltd yang berbasis di Mauritus. Saat ini, Farindo Investment, Ltd memegang saham di BCA sebesar 47,15%, angka tersebut berada di bawah pemegang saham umum yaitu masyarakat dengan saham sebesar 49,84%.

Pemegang saham di BCA per 30 September 2017 adalah yang pertama, dari PT Dwimuria Investama Andalan dengan saham sebesar 54,94% yang terdiri dari 51% saham yang dimiliki oleh Robert Budi Hartono, 49%  saham yang dimiliki oleh Bambang Hartono. Kedua orang tersebut adalah pemegang saham pengendali BCA. Dan yang kedua, dari lain-lain yang terdiri dari 2,49% yang dimiliki oleh pihak-pihak yang terafiliasi dengan PT Dwimuria Investama Andalan, 1,76 % oleh Anthoni Salim dari perusahaan Indofood, dan sebesar 0,19% saham yang dimiliki oleh Dewan Komisaris dan Direksi.

Baca juga : Gopay Dompet Virtual

2. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)

PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk atau yang biasa dikenal dengan BRI menjadi salah satu perusahaan keuangan terbaik di Indonesia dengan mendapatkan laba sebesar Rp. 24 triliun. Bank dengan kode IDX: BBRI ini merupakan salah satu bank milik pemerintah (Persero) yang awalnya didirikan oleh Raden Bei Aria Wiraatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden pada tanggal 16 Desember 1985 di Purwokerto yang pada saat ini ditetapkan sebagai hari kelahiran bank BRI. Kantor pusat Bank Rakyat Indonesia (BRI) berada di Jalan Jenderal Sudirman Kav 44-46, Bendungan Hilir, Tanahabang, Jakarta Pusat.

Pemegang saham di Bank Rakyat Indonesia ada 2 yaitu pemerintah Republik Indonesia dengan persentase saham sebesar 56,75% dan publik sebesar 43.25%. Pada tahun 2018 yang didapatkan dari kegiatan usaha, BRI berhasil mendapatkan laba sebesar Rp 32,4 triliun. Peningkatan laba pada tahun tersebut tidak lepas dari kinerja penyaluran kredit dimana kredit BRI tumbuh 10% dibandingkan pada tahun 2017.

Sejak awal didirikan, BRI memfokuskan produk pada pelayanan masyarakat kecil dengan memberikan berbagai fasilitas kredit pada pengusaha kecil dan hingga saat ini pun pihak BRI tetap konsisten dalam memberikan fasilitas tersebut. Selain itu, tercermin dari perkembangan penyaluran Kredit Usaha Kecil dengan nominal sebesar Rp 6.419,8 miliar yang pada tahun 1995 meningkat hingga mencapai Rp 8.231,1 miliar.

Bank Rakyat Indonesia atau BRI memiliki beberapa daftar simpanan tabungan BRI yaitu BRI Simpedes, Tabungan Britama, Simpedes TKI, Britama Bisnis, Tabungan BRI Simpel, Tabungan Haji, Britama Rencana, Britama Valas, serta Tabungan BRI Junio.

Baca juga : Platform Trading Forex Terbaik

3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank Mandiri Tbk menjadi salah satu perusahaan keuangan terbaik di Indonesia setelah BCA dan BRI yang mendapatkan laba bersih sebesar Rp. 25,02 Triliun. PT Bank Mandiri Tbk atau yang biasa dikenal dengan Bank Mandiri merupakan salah satu bank swasta (Persero) terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposit yang berada di bawah naungan kementrian BUMN yang didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998.

Bank yang memiliki kode IDX: BMRI ini berasal dari bagian program restrukturisasi perbankan  dan berasal dari penggabungan empat bank terdahulu diantaranya Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia yang digabungan menjadi satu ke dalam Bank Mandiri pada bulan Juli 1999.

Pada tahun 2013, Bank Mandiri memiliki aset mencapai Rp 670 triliun. Pada tahun 2017, laba bersih mengalami kenaikan hingga 53,09% dibandingkan tahun 2016 dimana kenaikna ini tidak lepas dari usaha Bank Mandiri yang menekan biaya operasionalnya serta kenaikan pendapatan yang dilihat dari segmen korporasi maupun ritel. Bank Mandiri menawarkan beberapa produk diantaranya dalam bentuk e-Banking seperti ATM Mandiri, Mandiri Debit, Mandiri SMS, Mandiri Internet Banking, Mandiri Online, Mandiri Prabayar (e-Money), dan masih banyak lagi. Ada juga dalam bentuk Kartu Kredit seperti Mandiri MasterCard dan Mandiri Visa. Selain itu ada juga produk Bank Mandiri lain seperti Mandiri Tabungan, Mandiri Deposito dan e-Toll Card.

Baca juga : Sistem Kredit Online

4. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau yang biasa dikenal dengan BNI menjadi salah satu perusahaan keuangan terbaik di Indonesia dengan mendapatkan laba bersih sebesar Rp 13,77 triliun pada tahun 2017 dan pada tahun 2018, BNI mengalami kenaikan yang fantastis dengan laba sebesar Rp 15 triliun dimana tahun tersebut merupakan salah satu moment terbaik untuk BNI. Peningkatan laba tersebut tidak lepas dari usaha dalam penyaluran kredit BNI menjadi Rp 521,35 trilun. Selain itu faktor yang menyebabkan kenaikan laba di BNI yaitu keberhasilan BNI dalam menekan credit cost dan mengendalikan rasio kredit yang bermasalah.

Bank Negara Indonesia merupakan institusi bank yang berdiri di bawah naungan kementrian BUMN dalam hal simpanan, pinjaman, dan kartu kredit yang kini dipimpin oleh Achmad Baiquni selaku Direktur Utama. Bank yang memiliki kode IDX: BBNI ini termasuk salah satu bank komersial tertua dalam sejarah Republik Indonesia  yang didirikan pada tanggal 5 Juli 1946 oleh Margono Djojohadikusumo yang merupakan salah satu anggota BPUPKI. Bank ini didirikan untuk menjadi Bank Sirkulasi atau Bank Sentral yang memiliki tanggung jawab untuk menerbitkan dan mengelola mata uang RI. Setelah pendiriannya, BNI mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dinamakan Oeang Republik Indonesia (ORI).

Kantor pusat BNI berada di Jalan Jenderal Sudirman Kav 1, Jakarta Pusat yaag memiliki 1,076 kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan 5 berada di luar negeri. Pemegang saham di Bank BRI berasal dari dua pihak yaitu Pemerintah Republik Indonesia dan Publik melalui investasi.

5. PT Bank Danamon Indonesia

PT Bank Danamon Indonesia
PT Bank Danamon Indonesia

PT Bank Danamon Indonesia atau yang biasa dikenal dengan Bank Danamon menjadi salah satu perusahaan keuangan terbaik di Indonesia setelah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI dengan mendapatkan laba bersih sebesar Rp 3,9 triliun pada tahun 2018 yang mana laba tersebut mengalami kenaikan sebesar 7% dibandingkan tahun 2017. Bank dengan kode IDX: BDMN ini merupakan sebuah bank di Indonesia yang menjadi pelopor pertama dalam pertukaran mata uang asing dengan menjadi bank devisa pertama di Indonesia pada tahun 1976. Saham Bank Danamon sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1989.

Bank Danamon kembali melebarkan sayapnya menjadi bank utama setelah bergabung dengan 8 bank BTO yang dilaksanakan pada tahun 2000 yang mana membuat nama Bank Danamon muncul sebagai salah satu pilar ekonomi Indonesia. Pada tahun 2004, Bank Danamon meluncurkan produk dalam hal simpan pinjam yang diberi nama Danamon Simpan Pinjam. Dan pada tahun yang sama pula, Bank Danamon berhasil mengakuisisi saham sebesar 75% miliki Adira Finance yang kemudian ditingkatkan hingga 95% pada tahun 2009.

Baca juga : Daftar Kode Bank Indonesia

Nah itulah informasi terkait daftar perusahaan keuangan terbaik dengan laba tinggi di Indonesia yang menjadi pilihan untuk dibahas di dalam artikel ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda!

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close