Penjaga Kuburan Bermimpi Didatangi Arwah Mahasiswi Minta Rahimnya Dikembalikan

  • Whatsapp
mahasiswa

Tahukau, – Penjaga kuburan bermimpi didatangi arwah mahasiswi minta rahimnya dikembalikan, bikin merinding.

Penjaga Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Karang Medain, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Alimudin meminta agar organ tubuh dari jasad LNS segera dikembalikan.

Organ tubuh LNS yang sempat dibawa dokter forensik untuk pemeriksaan autopsi lanjutan. “Tolong kembalikan yang dibawa dari autopsi itu, pak,” jelas Alimudin dalam sambungan teleponnya dengan pengacara keluarga LNS, dari Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram, Yan Mangandar, di Mataram, Selasa (11/8). 

Alimudin menjelaskan, permintaan itu datang karena mimpinya pada Minggu (9/8) malam lalu. 

Ia meyakini itu menjadi isyarat dari arwah LNS yang meminta organ tubuhnya segera dikembalikan. Setelah ia mendapat mimpi bertemu dengan arwah LNS, Alimudin setelahnya jatuh sakit. 

Baca juga: Pelaku Fetish Kain Jarik Akhirnya Ditangkap!

“Sejak mendapat mimpi itu saya langsung sakit. Itu saja saya masih belum sehat, pak,” jelasnya dengan nada merintih. Selain itu Alimudin, tiga orang yang ikut menggali makam LNS juga dilaporkan sakit setelahnya. 

Begitu juga dengan Ibu Lina, salah seorang pengurus pemakaman yang bermukim di TPU. 

“Senin (10/8) kemarin saya sempat sakit, namun sekarang sudah baikan. Namun, Mamiq yang memang katanya didatangi dan sekarang masih belum sehat,” ungkap Lina.

Yan Mangandar bersama pihak keluarga LNS yang mendengar kabar tersebut, lalu berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa. Mengingat hasil autopsi yang sudah keluar, Yan mendapat izin untuk mengambil organ tubuh LNS dari dokter forensik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram. 

“Sampai rumah sakit, kami bertemu dengan dokter laboratorium patologi anatomi, dijelaskan ternyata organ yang dibawa dr Irawan itu ukurannya sangat kecil. Setelah melalui pemeriksaan, jadi tidak ada yang tersisa sama sekali,” jelas Yan Mangandar.

Menindaklanjuti berita dari rumah sakit, Yan bersama keluarga LNS langsung datang ke makamnya. Bahkan Yan mengaku bertemu dengan Alimudin di pemakaman. Kondisinya yang dikatakan kurang sehat. “Memang ia kelihatan sedang sakit, bicara dengan kiami juga seperti orang lupa ingatan,” jelasnya pula. 

Baca juga: Turah Parthayana Mengenai Kasus Pelecehan Seksual

“Kami juga sudah menjelaskan, mereka bingung, tadinya mereka berharap besar, bahkan siap melakukan penggalian ulang, namun bagaimana cara memenuhi permintaan itu, karena ini di luar kuasa kami,” jelasny.

Karena itu, pihak keluarga telah meminta maaf kepada Alimudin dan penggali makam yang mengalami sakit. Doa juga telah dipanjatkan di makam LNS. “Keluarga mendoakan agar tidak ada hal buruk yang kembali menimpa pengurus makam. Seandainya mengalami lagi, mungkin kelak kami bantu rukiah, ini memang di luar logika, kami bingung juga harus bagaimana,” ungkap Yan.

Dan autopsi jenazah LNS akan dilaksanakan pada Senin (3/8), dengan menggali makamnya yang berada di TPU Karang Medain, Kota Mataram. 

Autopsi yang dilaksanakan tim dokter forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda NTB dan Universitas Mataram. Proses autopsi jenazah dilaksanakan sesuai dengan permintaan keluarga almarhum LNS.

Menurut pihak keluarga, ada hal yang aneh dari kematiannya sampai muncul dugaan bahwa LNS meninggal bukan disebabkan karena gantung diri. Kejanggalan itu didapatkan dari proses memandikan jenazah sampai pemakamannya di TPU Karang Medain, Kota Mataram, pada Minggu (26/7) lalu. 

Selain adanya luka lebam, ada juga bercak darah yang keluar dari area bawah perut jenazah. Karena itu dari proses autopsi, dokter forensik membawa uterus atau rahim jenazah LNS untuk diperiksa lebih lanjut.

LNS yang baru diterima sebagai mahasiswi di Program Magister Hukum Universitas Mataram yang ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (25/7) sore, sekitar pukul 16.30 WITA, di salah satu rumah di Perumahan Royal Mataram, kawasan Lingkar Selatan, Kota Mataram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *