Pendidikan

Pengertian Pramuka : Sejarah dan Tujuan [Lengkap]

Berbicara mengenai pramuka pastinya semua orang sudah pernah mendengarnya bahkan melakukannya karena saat duduk di bangku sekolah pastinya kita telah menerima pengetahuan dasar terkait kepramukaan hingga mengikuti kegiatan kepramukaan. Banyak yang sudah mengetahuinya jika Lord Robert Baden Powell of Gillwell adalah bapak pendiri gerakan Pramuka di dunia. Sejarah awal gerakan Pramuka itu berada di negara Inggris. Meskipun demikian, masih banyak yang belum mengetahui sejarah lahirnya pramuka di dunia bahkan di Indonesia secara luasnya. Untuk itu, berikut ini akan dibahas ulasan mengenai sejarah pramuka secara lengkap mulai dari sejarah pramuka di dunia dan di Indonesia. Sebelum itu, akan dijelaskan terlebih dahulu apa itu pramuka beserta tujuan pramuka. Simak penjelasan di bawah ini!

Baca juga : Kumpulan Yel-Yel Pramuka

Apa itu Pramuka?

Pengertian Pramuka : Sejarah dan Tujuan [Lengkap]
Pengertian Pramuka

Pramuka memiliki singkatan yaitu Praja Muda Karana yang artinya Rakyat Muda yang suka berkarya. Pramuka termasuk salah satu organisasi yang berkembang secara internasional. Pramuka adalah organisasi atau gerakan kepanduan yang menjadi media pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia. Istilah pramuka dalam dunia Internasional disebut Kepanduan (Boy Scout).

Di dalam pramuka pastinya ada anggota pramuka yang bertugas menjalankan seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kepramukaan. Untuk menjadi seorang anggota Gerakan Pramuka harus melewati proses pelantikan yaitu dengan mengucapkan satya (janji) pramuka

Tingkatan anggota gerakan pramuka meliputi:

  • Siaga (usia 7-10 tahun)
  • Penggalang (usia 11-15 tahun)
  • Penegak (usia 16-20 tahun)
  • Pandega (usia 21-25 tahun)

Adapun kelompok anggota gerakan pramuka lainnya meliputi:

  • Pembina Pramuka
  • Andalan
  • Pelatih
  • Pamong Saka
  • Staf Kwartir
  • Majelis Pembimbing

Tujuan Pramuka

Tujuan Pramuka
Tujuan Pramuka

Dapat dikatakan bahwa Gerakan Pramuka merupakan bagian dari sistem Pendidikan Nasional yang bertujuan utama untuk membina kaum muda untuk mencapai potensi spiritual, sosial, intelektual, dan fisik. Adapun tujuan-tujuan terwujudnya Gerakan Pramuka, sebagai berikuit:

  • Mendekatkan hubungan anggota pramuka dengan alam, sosial, dan hubungannya dengan Tuhan
  • Membentuk kepribadian dan akhlak mulia bagi kaum muda
  • Menanamkan jiwa cinta tanah air dan bela negara
  • Meningkatkan keterampilan yang dimiliki agar siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot, dan tangguh
  • Menjadikan calon pemimpin bangsa yang baik dan berguna di masa depan.

Baca juga : Pengertian Organisasi

Sejarah Pramuka

Sejarah Pramuka
Sejarah Pramuka

Sejarah Pramuka Di Dunia

Cikal bakal yaang menjadi awal mula Gerakan Pramuka Dunia lahir ketika pada tanggal 22 Juli 1907 dimana Baden Powell dan William Alexander Smith mengadakan perkemahan Kepanduan pertama kali di Pulau Brownsea, Inggris bersama dengan 22 anak laki-laki selama 8 hari. Kegiatan yang dilakukan pria ini memberikan dampak yang besar bagi sejarah pramuka di dunia.

Ide mengadakan geraka tersebut muncul ketika Baden Powell dan psukannya berjuang dalam mempertahankan kota Mafeking, Afrika Selatan dari serangan tentara Boer. Saat itu, jumlah tentara Baden Powell kalah besar dari pasukan tentara Boer. Siasat yang diambil untuk mengakalinya yaitu dengan membentuk dan melatih sekelompok pemuda untuk menjadi tentara sukarela yang memiliki tugas utama yaitu membantu miliki untuk mempertahankan kota. Siasat tersebut rupanya membawa keberhasilan.

Sebagai penghargaan atas keberhasilan yang didapatkan, setiap anggota tentara sukarela diberi sebuah lencana yang saat ini menjadi logo dari Gerakan Pramuka Internasional. Sedangkan untuk Baden Powell sendiri, keberhaslannya dalam mempertahankan Kota Mafeking membuatnya dianggap sebagai pahlawan yang kemudian pada tahun 1908, ia menulis sebuah buku yang berjudul “Scouting for Boys” dan menjadi buku best seller saat itu di berbagai negara belahan dunia.

Buku Scouting for Boys sengaja dibuat sebagai panduan dalam acara perkemahan yang sudah dirintisnya. Saat itu organisasi pramuka bermunculan hanya untuk laki-laki saja. Oleh karena itu, pada tahun 1912, Baden Powell bersama dengan adik perempuannya mendirikan organisasi pramuka untuk perempuan yang diberi nama Girls Guides.

Pada tahun 1916, didirikan sebuah organisasi pramuka untuk usia yang masuk dalam tingkatan siaga yang diberi nama CUB (Anak serigala). Kemudia pada 1918 didirikan organisasi pramuka untuk usia remaja 17 tahun yang diberi nama Rover Scout. Dan pada tahun 1922, Baden Powell kembali membuat buku yang berjudul “Rouvering to Succes (Mengembara Menuju Bahagia)” yang di dalamnya menceritakan tentang seorang pemuda yang dengan segera untuk mengayuh perahu sampannya menuju pantai bahagia.

Pada tanggal 30 Juli-8 Agustus 1920 diselenggarakan Jambore Dunia untuk pertama kalinya di Olypis Hall, London yang dihadiri sekitar 800 orang partisipan pramuka. Jambore ini diikuti 34 negara dan dalam acara tersebut Baden Powell diangkat menjadi Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World)

Pada tahun 1920 dibentuk sebuah Dewan Internasional dengan 9 anggota dan Biro Kesekertariatannya berada di London, Inggris. Pada tahun 1958, Biro Kepramukaan Sedunia dipindahkan ke Ottawa, Canada. Pada 1 Mei 1968, Biro Kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke negara Geneva, Swiss.

Sejarah Pramuka Di Indonesia

Sejarah pramuka tidak pernah lepas dari gagasan Baden Powell yang merupakan Bapak Pandu Sedunia termasuk juga Sejarah Pramuka Indonesia. Perkembangan pramuka di Indonesia terjadi dalam tiga periode yaitu Gerakan Pramuka pada masa penjajahan Belanda, Gerakan Pramuka pada masa penjajahan Jepang, dan Gerakan Pramuka pasca kemerdekaan Indonesia.

Awal mula gerakan Pramuka Indonesia sejak tahun 1912 dimana cikal bakal didirikannya Pramuka Indonesia adalah berdirinya sebuah organisasi bentukan Belanda yang bernama Nederlandsche Padvinder Organisatie (NPO). Kemudian pada tahun 1916, organisasi mengalami perubahan nama menjadi Nederland-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV).

Istilah Padvinders merujuk pada istilah untuk organisasi Pramuka yang ada di negara Belanda yang sempat mendapatkan larangan dalam penggunaannya oleh Belanda. Kemudian para tokoh Nasional Indonesia mengganti  istilah Padvindery dengan Pandu atau Kepanduan. Pada tahun 1916, Indonesia membentuk  sebuah organisasi kepemudaan  yang diberi nama Javaanche Padviders Organisatie yang prakarsai oleh S.P Mangkunegara VII. Setelah peristiwa Sumpah Pemuda, organisasi kepanduan semakin banyak dibentuk, baik mengatasnamakan nasionalis maupun keagamaan. Beberapa organisasi kepanduan yang dibentuk pada saat itu, sebagai berikut:

  • Nationale Padvinderij yang didirikan oleh Budi Utomo
  • Padvinder Muhammadiyah yang berganti nama menjadi Hizbul Wathan (HW)
  • Syarikat Islam Afdelung Padvinderij (SIAP) yang didirikan oleh Syarikat Islam
  • Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) yang didirikan Pemuda Indonesia

Banyaknya organisasi kepanduan Indonesia menjadi cikal bakal dibentuknya sebuah organisasi yang diberi nama Persaudaraan Antara Pandu Indonesia (PAPI) pada 23 Mei 1928 yang bertujuan untuk mewadahi seluruh organisasi-organisasi kepanduan yang ada. kemudian pada bulan April 1938, PAPI berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI). Kemudian BPPKI mengadakan Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem (PERKINO) yang dilaksaksanakan pada 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.

Pada masa penjajahan Belanda, Gerakan Kepanduan sempat dilarang berdiri di Indonesia. Meskipun begitu, semangat kepanduan masih membara di setiap para anggotanya sehingga setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, tokoh-tokoh kepanduan Indonesia membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai wadah untuk organisasi kepanduan di Indonesia.

Pada tanggal 27-29 Desember 1945, diadakan Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia di Surakarta yang menghasilkan sebuah organisasi yang diberi nama Pandu Rakyat Indonesia yang diakui pemerintah sebagai organisasi kepanduan satu-satunya di Indonesia melalui keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan pada 1 Februari 1947.

Pada tahun 1961, barulah Gerakan Pramuka Indonesia lahir yang dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya organisasi Kepanduan yang terbentuk di Indonesia. Pada 14 Agustus 1961, dilakukan pelantikan Mapinas, Kwarnas, dan Kwarnai di Istana Negara serta pengnugerahan Panji-panji Gerakan Pramuka. Sampai dengan saat ini, tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka.

Nah itulah ulasan mengenai sejarah pramuka paling lengkap mulai dari sejarah pramuka di dunia dan di Indonesia yang mungkin dapat menjadi sumber pengetahuan bagi Anda agar lebih memahami lagi tentang sejarah pramuka. Semoga bermanfaat!


Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close