Pendidikan

Pengertian Pengacara : Syarat, Kualifikasi, Tugas, & Peranan [Lengkap]

Pengacara dapat juga disebut sebagai advokat. Pengacara sangat dibutuhkan sebagai salah satu perlindungan hukum apabila seseorang terlibat dalam suatu kasus. Dengan adanya pengacara, maka seseorang akan mendapatkan pembelaan dan bisa saja bebas dari permasalahan tersebut. Sebagaimana yang tertera di dalam UU No. 18  tahun 2003 pasal 32 ayat 1 yang berbunyi “Baik advokat, penasihat hukum, pengacara, dan konsultan hukum, semuanya dapat disebut dengan advokat”. Sedangkan pasal 5 ayat 2 berbunyi “Dengan berlakunya UUA tersebut maka tidak adanya perbedaan antara pengacara, penasihat hukum, dan konsultan hukum. Semuanya itu disebut dengan advokat yaitu profesi yang berhubungan dengan pemberian jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memiliki wilayah kerja di seluruh Republik Indonesia.

Di Indonesia sendiri banyak nama-nama pengacara yang terkenal memiliki track record bagus dalam penegakan hukum dan keadilan. Salah satunya adalah Hotman Paris Hutapea, seorang pengacara terkondang dan terkaya di Indonesia yang memiliki track record bagus di dunia hukum dan hidupnya sehari-hari dikelilingi wanita-wanita cantik. Untuk pembahasan kali ini ini bukan akan membahas tentang seorang Hotman Paris, namun akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan pengacara, mulai dari pengertian, syarat dan pengangkatan, kualifikasi, tugas dan wewenang,  hingga peran seorang pengacara. Simak ulasan di bawah ini!

Baca juga : Pengertian Hukum

Pengertian Pengacara

Pengertian Pengacara : Syarat, Kualifikasi, Tugas, & Peranan [Lengkap]
Pengertian Pengacara

Istilah pengacara memiliki konotasi yaitu profesi hukum yang memiliki peran dalam suatu sengketa yang dapat diselesaikan di luar atau di dalam sidang di pengadilan. Kedudukan  pengacara setara dengan kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman. Perbedaannya terletak pada peran masing-masing profesi. Pengacara ada untuk mewakili kepentingan dari masyarakat, sedangkan kepolisian dan kejaksaan berperan sebagai lembaga yang mewakili kepentingan pemerintah. Begitu pun juga dengan hakim yang berperan untuk mewakili negara. Dapat dikatakan bahwa peran pengacara menjadi penting karena dapat menjaga keseimbangan kepentingan antara masyarakat, pemerintah dan negara.

Pengacara dapat disebut dengan advokat atau kuasa hukum yang merupakan kata benda dan subyek. Dalam praktiknya, pengacara disebut dengan konsultan hukum yang berarti seseorang yang memberikan nasihat dan pembelaan bagi orang lain untuk menyelesaikan suatu kasus hukum seorang klien. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, pengacara merupakan ahli hukum yang diberi kuasa berdasarkan hukum untuk mewakili orang lain dalam berperkara di pengadilan dengan melakukan suatu pembelaan terhadap kasus hukum.

Pengertian lain dari pengacara adalah suatu profesi untuk memberikan jasa pembelaan suatu kasus hukum di dalam pengadilan sesuai dengan izin praktik beracara yang dimilikinya. Apabila seorang pengacara akan beracara di luar izin praktiknya, maka pengacara tersebut harus meminta izin terlebih dahulu ke pengadilan dimana dia akan beracara. Dalam hukum, dikenal istilah beracara yang mana terkait dengan pengaturan hukum acara dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana dan Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata.

Peran pengacara dalam suatu kasus pidana sangat penting dalam menjaga hak-hak hukum seorang terdakwa dimana peran pengacara adalah memberikan perlindungan hukum dan membantu terdakwa dalam menghadapi proses hukum atas permasalahan yang dihadapi dengan melakukan suatu pembelaan ata kasus yang dhadapi terdakwa.  Untuk menjadi seorang pengacara yang handal, kemampuan utama yang harus dimiliki adalah kemampuan berkomunikasi. Selain itu, juga dapat dillihat dari pengalaman-pengalaman dalam menghadapi berbagai kasus hukum.

Baca juga : Pengertian Diskriminasi

Syarat dan Pengangkatan Menjadi Seorang Pengacara

Syarat dan Pengangkatan Menjadi Seorang Pengacara
Syarat dan Pengangkatan Menjadi Seorang Pengacara

a. Syarat

Syarat menjadi seorang pengacara diatur di dalam UU No.18 tahun 2003 pasal 2 ayat 1 tentang advokat yaitu sarjana yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi hukum dan telah mengikuti pendidikan khusus profesi advokat yang dilaksanakan oleh suatu organisasi advokat. Maksud dari memiliki latar belakang pendidikan tinggi hukum adalah lulusan dari fakultas hukum, fakultas syariah, perguruan tinggi hukum militer, dan perguruan tinggi ilmu.

Dalam pasal 3 ayat 2 di dalam UU No.18 tahun 2003 juga dijelaskan persyaratan untuk menjadi seorang pengacara atau advokat, diantaranya:

  • Warga negara Indonesia (WNI)
  • Bertempat tinggal di Indonesia
  • Bukan seorang pegawai negeri atau pejabat negara
  • Usia sekurang-kurangnya 25 tahun
  • Memiliki ijazah sarjana yang berlatar belakang pendidikan hukum
  • Telah mengikuti pendidikan khusus profesi advokat yang dilaksanakan oleh suatu organisasi advokat
  • Magang sekurang-kurangnya 2 tahun di kantor advokat
  • Tidak pernah dipidana dan tidak pernah terlibat kasus tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih
  • Memiliki perilaku baik, jujur, adil, bertanggung jawab, dan memiliki integritas tinggi

b. Pengangkatan

  • Pengangkatan pengacara atau advokat dilakukan oleh suatu organisasi advokat
  • Salinan surat keputusan pengangkatan disampaikan kepada Mahkamah Agung, Menteri Hukum, dan HAM
  • Pengacara atau advokat yang sudah diangkat wajib mengucapkan sumpah janji advokat di sidang terbuka di pengadilan tinggi di wilayahnya bertempat tinggal
  • Salinan berita acara sumpah oleh Panitera Pengadilan Tinggi yang bersangkutan. Kemudian dikirikan ke Mahkamah Agung, Menteri, dan Organisasi Advokat.

Baca juga : Pengertian Organisasi

Kualifikasi Dan Pendidikan Yang Dibutuhkan Pengacara

Kualifikasi Dan Pendidikan Yang Dibutuhkan Pengacara
Kualifikasi Dan Pendidikan Yang Dibutuhkan Pengacara

Kualifikasi dan pendidikan yang dibutuhkan oleh seseorang yang ingin menjadi seorang pengacara, sebagai berikut:

  • Lulusan dari fakultas hukum atau pasca sarjana hukum
  • Pribadi, presentasi dan keterampilan berkomunikasi secara tulis maupun lisan sangat baik
  • Kepemilikina suatu integritas, kerahasiaan, dan cara non merugikan
  • Kepercayaan diri, motivasi, serta ketahanan diri  yang tinggi
  • Kesadaran pada hukum dan komersial
  • Manajemen yang sangat baik
  • Keterampilan akademik dan penelitian sangat baik

Baca juga : Pengertian Ideologi

Tugas dan Tanggung Jawab Pengacara

Tugas dan Tanggung Jawab Pengacara

Seorang yang berprofesi sebagai pengacara atau advokat pastinya memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan. Berikut tugas dan tanggung jawab seorang pengacara, yaitu:

  • Sebelum melakukan pembelaan di pengadilan, pengacara harus mewawancarai seorang klien dengan menyediakan nasihat hukum ahli
  • Meneliti dan mempersiapkan kasus dengan menghadirkan klien bahkan saksi di pengadilan
  • Menulis sebuah dokumen hukum dan menyiapkan pembelaan secara tertulis untuk kasus yang ditangani
  • Mengkhususkan diri dengan bidang hukum tertentu
  • Mewakili klien di pengadilan, pertanyaan publik, dan arbitrase
  • Mempertanyakan para saksi
  • Melakukan negosiasi
  • Mengurus pembiayaan keuangan
  • Membela dan melindungi hak-hak manusia
  • Investigasi fakta-fakta terkait kasus yang ditangani
  • Mewakili klien sampai dibacakan putusan pengadilan
  • Memberikan nasihat baik yang bersifat hukum maupun non hukum
  • Memberikan informasi-informasi terkait hukum
  • Sebagai seorang pengawal konstitusi dan hak asasi manusia (HAM)
  • Sebagai seorang yang memperjuangkan hak-hak asasi manusia dalam suatu negara hukum di Indonesia
  • Melaksanakan tugas dan wewenang pengacara yang sesuai dengan kode etik sebagai pengacara yang sudah ditetapkan
  • Memberikan suatu pendapat hukum (Legal Opinion)
  • Memberikan sebuah bantuan hukum dengan cuma-cuma kepada masyarakat yang kurang mampu (Legal Aid)
  • Menyusun suatu kontrak-kontrak perjanjian (Legal Drifting)

Peranan Pengacara

Peranan Pengacara

Pengacara memiliki berbagai macam jenis peranan yang harus dilakukannya, diantaranya sebagai berikut:

  • Peranan yang sangat ideal (Ideal Role)
  • Peranan yang seharusnya (Expected Role)
  • Peranan yang bisa dianggap oleh diri sendiri (Perceived Role)
  • Peranan yang yang sebenarnya dapat dilakukan (Actual Role)

Baca juga : Pengertian HAM

Itulah ulasan mengenai pengertian dari pengacara mulai pengertian, syarat dan pengangkatan, kualifikasi, tugas dan wewenang,  hingga peran seorang pengacara yang wajib diketahui bagi kalian yang bercita-cita menjadi seorang pengacara. Semoga pembahasan dalam artikel ini bermanfaat bagi Anda!

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close