Bisnis

Pengertian Pegadaian : Sejarah, Ciri, Fungsi, dan Manfaat

Pernahkah kalian meminjam uang kepada teman atau siapapun orang terdekat kalian? Atau pernahkan kalian mengajukan kredit multiguna? Kedua hal tersebut merupakan salah satu konsep yang dikenal dengan nama gadai yang mana sangat familiar di masyarakat dan menjadi hal yang sering dilakukan oleh masyarakat. dengan melakukan gadai, resiko kehilangan barang dan uang menjadi rendah karena uang dan barang bisa ditebus kembali sesuai tapi dalam jangka waktu yang ditentukan.

Pegadaian sebagai perusahaan negara yang cukup maju dan dikenal dengan nama PT Pegadaian Persero dengan slogan “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”. Pegadaian memiliki cabang yang tersebar di setiap wilayah Indonesia. Pada April 1901, Pegadaian menjadi wadah untuk melakukan transaksi peminjaman uang dengan menukarkan atau menjaminkan sebuah barang yang aman dan terpercaya di kalangan masyarakat sehingga Anda tidak harus memilih bank untuk tempat meminjam uang karena di pegadaian Anda bisa meminjam uang. Selain tempat penggadaian barang untuk meminjam uang, pegadaian dapat memberikan solusi kepada masyarakat yang mana secara resmi memiliki izin untuk membantu masyarakat yang membutuhkan uang. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini akan diulas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pegadaian. Simak baik-baik ya!

Baca juga : Perusahaan Keuangan Terbaik

Pengertian Pegadaian

Pengertian Pegadaian : Sejarah, Ciri, Fungsi, dan Manfaat
Pengertian Pegadaian

Secara bahasa, Pegadaian berasal dari kosakata “Gadai”. Pegadaian yang dikenal dengan nama PT Pegadaian Persero merupakan salah satu perusahaan bidang keuangan Indonesia yang berada di bawah naungan BUMN yang menangani tiga lini bisnis utama seperti emas, pembiayaan, dan aneka jasa. Menurut UU Hukum Perdara pasal 1150, gadai adalah sebuah hak yang diperoleh seseorang yang mempunyai hutang piutang atas suatu barang yang mana barang tersebut diserahkan daria orang yang berpiutang kepada orang yang memiliki hutang.

Artinya, Seorang yang berhutang memberikan kekuasaan pada seseorang yang berpiutang untuk menggunakan barang yang telah menjadi barang jaminan untuk pelunasan utang apabila tidak memenuhi kewajibannya saat jatuh tempo.

PT Pegadaian Persero ini merupakan alah satu perusahaan BUMN yang memiliki izin untuk melakukan kegiatan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana kepada masyarakat secara resmi. Dasar hukum pegadaian diatur dalam UU Hukum Perdata pasal 1150. Pegadaian sebagai pihak penerima jaminan berupa barang atau surat-surat berharga lainnya untuk mendapatkan sejumlah uang senilai barang yang menjadi jaminan dan ketika jatuh tempo pembayaran, orang yang berutang harus melakukan kewajibannya dengan mengembalikan uang yang telah dipinjam.

Baca juga : Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank

Sejarah Pegadaian

Sejarah Pegadaian
Sejarah Pegadaian

Pegadaian pertama kali dikenal di Indonesia pada masa Belanda yang menjajah ke Indonesia. Sebelumnya pemerintah Belanda mendirikan lembaga keuangan dengan sistem gadai yang dikenal dengan Bank Leening yang didirikan pada 20 Agustus 1746 di Batavia. Saat Indonesia diambil alih oleh Inggris, Bank Leening dibubarkan dan masyarakat memiliki kebebasan untuk membangun usaha gadai sendiri asal mendapatkan surat izin atau lisensi dari Pemerintah Daerah di wilayah tersebut. Namun ternyata sistem ini memberikan kerugian pada Pemerintah Inggris dan akhirnya sitem diubah sehingga seseorang yang memiliki usaha gadai wajib memberikan pajak yang tinggi pada Pemerintah Daerah.

Tidak lama kemudian terjadi konflik perebutan kekuasaan oleh Belanda dan Inggris yang akhirnya dimenangkan oleh Belanda. Pada saat Belanda memerintah kembali, mereka mempertahankan sistem yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Inggris. Akan tetapi, Belanda menyadari bahwa usaha gadai yang dilakukan oleh orang-orang telah disalahgunakan sehingga orang-orang tersebut mengganti sistemnya. Akhirnya pada 1 April 1901, pegadaian didirikan pertama kali oleh Belanda di Sukabumi, Jawa Barat, dan seterusnya. Hingga masa penjajahan Jepang pun, sistem dalam pegadaian masih sama dengan yang sebelumnya.

Pada era kemerdekaan, awalnya kantor pusat pegadaian berada di jalan Kramat Raya, Jakarta. Pernah dipindahkan di Karanganyar, Kebumen pada saat situasi perang yang semakin tidak kondusif. Kemudian pegadaian dipindah ke Magelang pada saat Agregasi militer Belanda II. Setelah perang kemerdekaan, kantor pegadaian dipindah ke Jakarta. Pegadaian sudah beberapa kali mengubah statusnya seperti Perusahaan Negara pada 1 Januari 1961, kemudian diubah lagi menjadi Perusahaan Jawatan, kemudian Perusahaan Umum, dan pada 13 Desember 2011 menjadi Perseroan.

Baca juga : Sistem Kerja Outsourcing

Ciri-Ciri Pegadaian

Ciri-Ciri Pegadaian
Ciri-Ciri Pegadaian
  1. Mendapatkan dana yang diinginkan dengan menjaminkan barang atau surat-surat berharga yang dimiliki
  2. Jumlah dana yang diberikan sesuai dengan nilai barang yang menjadi jaminan gadai
  3. Nasabah dapat menebus barang yang menjadi jaminan gadai apabila telah memenuhi syarat yang telah disepakati sebelumnya
  4. Pegadaian sebagai pihak yang menyediakan dana mendapat keuntungan dari sistem gadai yang dilakukan.

Fungsi Pegadaian

Fungsi Pegadaian
Fungsi Pegadaian
  1. Melakukan pengelolaan atas penyaluran uang pinjaman berdasarkan hukum gada yang memiliki proses mudah, cepat, dan aman
  2. Menciptakan usaha yang memberikan keuntungan bagi pemerintah dan masyarakat
  3. Melakukan pengelolaan terhadap keuangan, kepegawaian, pelatihan, dan tata pelaksanaan pegadaian
  4. Menghindari terjadinya pemberitaan tidak wajar maupun praktik riba
  5. Melakukan penelitian, pengembangan, dan pengwasan pada sistem gadai yang dilakukan oleh masyarakat.

Manfaat Pegadaian

Manfaat Pegadaian
Manfaat Pegadaian

1. Bagi Nasabah

  • Prosedur sistem gadai lebih sederhana dan dalam waktu yang cepat dibandingkan dengan kredit bank
  • Tidak hanya jasa yang ditawarkan di pegadaian, banyak sekali yang ditawarkan yang sangat menguntungkan bagi nasabah
  • Memperoleh fasilitas pentitipan barang dengan aman dan terpercaya
  • Nilai yang ditafsir dari suatu barang dari pihak-pihak yang berpengalaman dan dapat dipercaya.

2. Manfaat Bagi Lembaga Pegadaian dan Pemerintah

  • Penghasilan yang didapatkan berasal dari sewa modal yang diberikan peminjam dana
  • Penghasilan yang didapatkan juga berasal dari ongkos yang dibayarkan untuk memperoleh jasa tertentu
  • Memenuhi misi pegadaian sebagai Badan Usaha Milik Negara yaitu memberikan bantuan pada masyarakat yang memerlukan pinjaman dana dengan prosedur dan cara yang mudah.
  • Laba yang diperoleh oleh pegadaian digunakan untuk Dana Pembangunan Semesta sebesar 55%, Cadangan Umum sebesar 20%, Cadangan Tujuan sebesar 5%, Dana Sosial sebesar 20% yang diatur di dalam Peraturan Pemerintah No.10 Tahun 1990.

Baca juga : Sistem Kredit Online Kredivo

Kelebihan dan Kekurangan Pegadaian

Kelebihan dan Kekurangan Pegadaian
Kelebihan dan Kekurangan Pegadaian

A. Kelebihan

  • Mendapatkan uang yang diinginkan dalam waktu yang singkat
  • Prosedur dan cara yang digunakan sangat sederhana
  • Tidak perlu adanya pembukaan rekening tabungan maupun deposito
  • Adanya kebebasan bagi nasabah dalam penggunaan uang yang didapatkan
  • Barang yang dapat dijadikan jaminan bisa berupa barang apa saja termasuk kendaraan, perhiasan maupun surat-surat penting.
  • Adanya perpanjangan waktu jika sudah membayar bunga.

B. Kekurangan

  • Jumlah uang yang didapatkan cenderung lebih rendah dari harga barang yang dijadikan jaminan
  • Harus ada jaminan sebelum meminjam uang
  • Barang yang menjadi jaminan diserahkan di pegadaian sehingga kegunaan barang tersebut tidak bisa dimanfaatkan
  • Uang yang diberikan dalam jumlah yang terbatas

Jenis-jenis Pegadaian

Jenis-jenis Pegadaian
Jenis-jenis Pegadaian

1. Pegadaian Syariah

Pegadaian syariah merupakan sistem pegadaian yang menjalankan sistem gadai sesuai dengan hukum islam. Dalam pegadaian syariah, sistem gadai disebut dengan Rahn dalam bahasa Arab yang memiliki arti tetap atau lama. Artinya penahanan barang dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan disepakati sebelumnya dan barang-barang berharga yang memiliki nilai dapat dijadikan jaminan utang piutang. Perlu diketahui bahwa landasan pegadaian syariah ini adalah Al-qur’an dan Hadist.

2. Pegadaian Konvensional

Pegadaian konvensional merupakan pegadaian yang menjalankan sistem gadai sesuai dengan pedoman dalam Undang-undang dan Hukum di Indonesia. Tarif jasa dan bunga terhadap pinjaman dalam pegadaian konvensional lebih besar dibandingkan dengan sistem tarif jasa dan bunga dalam pegadaian syariah.

Jenis Pinjaman di Pegadaian

Jenis Pinjaman di Pegadaian
Jenis Pinjaman di Pegadaian

1. KCA (Kredit Cepat Aman)

Kredit Cpat Aman (KCA) merupakan jenis pinjaman yang sering diminati dipegadaian karena pinjaman ini menjadi solusi tepat buat masyarakat yang ingin mendapatkan pinjaman secara mudah, cepat, dan aman. KCA adalah kredit dengan sistem gadai yang dapat diperoleh oleh semua golongan nasabah, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif dlaam jangka waktu kredit 4 bulan dan sistem bungan per 15 hari.

2. KRASIDA (Kredit Gadai Sistem Angsuran)

Fasilitas KRASIDA adalah fasilitas di pegadaian yang dapat meminjam uang dengan jumlah yang besar. Selain itu, angsuran bulan pada fasilitas ini yang diberikan kepada usaha mikro kecil dan menegah dengan jaminan emas.

3. KREASI (Kredit Angsuran Firdaus)

Fasilitas KREASI merupakan sistem kredit dimana angsuran bulanan pada usaha mikro kecil dan menegah yang menggunakan sistem fidusia dengan sewa modal sebesar 1% perbulan.

Baca juga : Investasi di Reksadana

Demikian ulasan mengenai pegadaian mulai dari pengertian, ciri-ciri, fungsi, manfaat, kelebihan dan kekurangan, jenis-jenis, dan jenis pinjaman di pegadaian. Semoga bermanfaat!

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close