Pendidikan

Pengertian Pancasila: Sejarah dan Lambang Pancasila[Lengkap]

Dewasa ini, memahami pancasila sebagai  ideologi dan identitas negara  Indonesia yang sangat penting untuk dilakukan  terutama  bagi anak-anak remaja karena pancasila merupakan dasar dari semua keputusan nasional dan juga mencerminkan kepribadian dari bangsa Indonesia. Dasar yang mengatur pemerintah Indonesia dan semua komponen di wilayah Indonesia adalah pancasila. Lambang negara Indonesia adalah burung Garuda. Pancasila tergambar di dalam lambang negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila.

Pancasila mempunyai sejarah penting terkait kemerdekaan Indonesia. Hal tersebut dilihat dari komponen jumlah bulu dalam burung garuda yaitu bagian sayap berjumlah 17 bulu sayap, bagian ekor berjumlah 8 bulu ekor, bagian pangkal ekor atau perisai berjumlah 19 bulu, dan bagian leher berjumlah 45 bulu. Jumlah komponen bulu dalam burung garuda tersebut melambangkan hari kemerdekaan Indonesia yaitu 17 Agustus 1945.

Baca juga : Pengertian Pendidikan

Pancasila juga sebagai lambang bangsa Indonesia. Pancasila tersusun dari 5 sila yang tergambar dari lambang negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila. Masing-masing sila dari pancasila digambarkan dengan lambang, meliputi bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, dan padi dan kapas. Masing-masing lambang tersebut memiliki arti yang sangat penting sebagai dasar negara Indonesia. Berikut ini akan dijelaskan makna dari masing-masing  lambang dari 5 sila dalam pancasila. Namun sebelum itu, alangkah baiknya akan diulas terlebih dahulu mengenai pengertian dan sejarah pancasila agar kalian lebih memahami lagi tentang pancasila. Simak baik-baik ya!

Pengertian Pancasila: Sejarah dan Lambang Pancasila[Lengkap]

Pengertian Pancasila

Pengertian Pancasila: Sejarah dan Lambang Pancasila[Lengkap]
Pengertian Pancasila

Secara etimologi, istilah pancasila berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “Panca” yang berarti lima dan “Sila” yang berarti dasar. Secara ilmiah, arti dari istilah pancasila adalah lima dasar.  Pancasila merupakan  falsafah, dasar negara, dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila sendiri dijadikan dasar yang kuat terutama fungsinya dalam pemerintahan. Dengan adanya pancasila, negara Indonesia tidak akan mudah dipengaruhi dan dijajah karena memiliki pondasi atau pedoman didirikan oleh para pendiri bangsa Indonesia yaitu pancasila. Tujuan pancasila sebagai lambang negara Indonesia yaitu dapat digunakan sebagai identitas suatu negara.

Baca juga : Pengertian Hukum

Sejarah Pancasila

Sejarah Pancasila
Sejarah Pancasila

Setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh bangsa Belanda, pada Desember 1949 dimulailah perancangan lambang negara Indonesia. Pada tanggal 10 Januari 1950 dibentuk sebuah panitia yang bertugas menyeleksi usulan-usulan terkait lambang negara yang dinamakan Panitia Lencana Negara. Dari berbagai usulan-usulan yang ditampung, usulan dari Sultan Hamid II yang bernama lengkap Syarif Abdul Hamid Alkadrie lah yang diterima oleh panitia tersebut.

Setelah usulan terkait rancangan lambang negara disetujui, rancangan tersebut akhirnya disempurnakan secara bertahap oleh Presiden Soekarno dan masukan-masukan dari berbagai organisasi yang terlibat di dalamnya. Pada Maret 1950, lambang negara diresmikan dan kita kenal sampai saat ini dan juga resmi diperkenalkan dihadapan rakyat Indonesia dan dipergunakan pada 17 Agustus 1950. Lambang negara tersebut disahkan penggunaannya pada tanggal 17 Oktober 1951 oleh Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Sukirman Wirjosandjojo melalui PP 66/1951 dan juga tata penggunaannya telah di atur dalam PP 43/1958.

Meskipun telah diresmikan, dipergunakan, dan disahkan, untuk nama dari lambang negara tersebut masih simpang siur sehingga muncul berbagai macam sebutan untuk lambang negara tersebut, meliputi Burung Garuda, Lambang Garuda, Garuda Pancasila, Lambang Negara, atau hanya di sebut Garuda. Setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya pada tanggal 18 Agustus 2000, lambang negara diresmikan dan di sahkan dengan nama Garuda Pancasila oleh MPR melalui Amandemen II UUD 1945.

Baca juga : Pengertian Organisasi

Setelah diresmikan dengan nama Garuda Pancasila, Presiden Soekarno menganggap bahwa Garuda Pancasila hampir mirip dengan lambang eagle miliki Amerika Serikat sehingga Presiden Soekarno meminta bantuan seorang pelukis yang bernama Dullah untuk menyempurnakan Lambang negara Indonesia dengan melakukan perubahan terutama pada bagian jambul dan kaki Garuda yang mencengkram sebuah pita karena sebelumnya pita berada di belakang namun setelah perubahan pita berada di depan.

Lambang Pancasila Beserta Maknanya

Lambang Pancasila Beserta Maknanya
Lambang Pancasila Beserta Maknanya

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila yang memiliki semboyan “Bhinneka Tungga Ika” yang memiliki makna berbeda-beda tetapi tetap satu  jua. Bentuk lambang negara Indonesia adalah burung Garuda, perisai, dan pita putih. Burung garuda yang memiliki warna emas dan berkalungkan sebuah perisai yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan. Perisai di burung garuda tersebut berbentuk menyerupai jantung yang digantung pada bagian leher. Tulisan yang menjadi semboyan  “Bhinneka Tunggal Ika” berada di pita yang dicengkram oleh kaki burung Garuda. Nama resmi Garuda Pancasila sebagai lambang negara Indonesia tercantum di dalam UUD pasal 36A.  Tujuan sebuah lambang negara, sebagai berikut:

Baca juga : Pengertian Ideologi

  1. Sebagai identitas suatu negara. Misalnya negara Indonesia memiliki lambang negara yaitu garuda pancasila. Dengan adanya lambang tersebut masyarakat akan mengingat bahwa kita memiliki sebuah identitas yang membedakan dengan negara lain.
  2. Menggambarkan sejarah dan filosofi dari suatu negara. Sebuah lambang negara dapat menunjukkan apa yang dianut dan apa yang hendak dicapai oleh suatu negara yang bersangkutan.  

Pancasila terdiri dari lima sila yang tercantum di dalam pembukaan UUD 1945 alinea 4. Meskipun terdiri dari 5 sila, di dalam pancasila ternyata mengandung 45 butir yang digunakan sebagai pedoman untuk penghayatan dan pengamalan dari ke lima sila pancasila. Berikut ini  teks pancasila mulai dari sila pertama sampai lima.

Setelah dipaparkan isi teks dari pancasila, maka di bawah ini akan dijelaskan lambang dari masing-masing kelima sila pancasila beserta artinya. Simak baik-baik ya!  

1. Makna Lambang Sila Ke-1 Pancasila

Sila 1 - Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila ke-1 pancasila yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang dilambangkan dengan gambar bintang berwarna emas yang memiliki lima sudut dan berlatar warna hitam. Gambar bintang pada sila ke-1 memiliki makna sebagai cahaya rohani atau spiritual yang dipancarkan oleh Tuhan kepada seluruh umat manusia. Selain itu, lambang bintang dalam sila ke-1 juga dimaknai sebagai cahaya yang menyinari lima konsep dasar bangsa yang berada di pembukaan UUD 1945 di awal alinea 4, sifat negara lima yang berada di pembukaan UUD 1945 di awal alinea 2, dan lima tujuan negara yang berada di pembukaan UUD 1945 di awal alinea 4.

Warna hitam yang menjadi latar gambar bintang melambangkan warna alam yang dimaknai bahwa berkah rahmat dari Allah merupakan sumber dari segalanya yang berada di bumi.

2. Makna Lambang Sila Ke-2 Pancasila

Sila 2 - Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Sila 2 – Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Sila ke-2 pancasila yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”  yang dilambangkan dengan gambar tali rantai berwarna emas dengan bentuk lingkaran dan persegi yang saling berkaitan sehingga membentuk sebuah lingkaran dengan berlatar warna merah. Bentuk dari rantai tersebut adalah segi empat yang dimaknai maskulin atau melambangkan sifat laki-laki, sedangkan bentuk lingkaran yang saling berkaitan pada rantai tersebut dimaknai feminim atau melambangkan sifat perempuan. Kedua bentuk tersebut yang membentuk sebuah lingkaran utuh dimaknai sebuah hubungan antara sesama manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang dilakukan dengan adil dan beradab sehingga menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan.

3. Makna Lambang Sila Ke-3 Pancasila

Sila 3 - Persatuan Indonesia
Sila 3 – Persatuan Indonesia

Sila ke-3 pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia”  yang dilambangkan dengan gambar pohon beringin yang memiliki akar dan sulur dengan latar warna putih. Pohon beringin sebagai lambang sila ke-3 dimaknai bahwa pancasila sebagai tempat berteduh bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga rakyat Indonesia akam merasa tentram, damai, dan nyaman di dalam kehidupannya meskipun di Indonesia banyak terdapat perbedaan mulai dari ras, etnis, suku, budaya, hingga agama. Akar dan sulur dalam gambar pohon beringin merupakan lambang kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia meskipun Indonesia memiliki keberagaman suku, ras, etnis, budaya, dan agama yang berbeda-beda. Akan tetapi mereka dapat bersatu dan berlindung di bawah nama pancasila

4. Makna Lambang Sila Ke-4 Pancasila

Sila 4 - Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan
Sila 4 – Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan

Sila ke-4 pancasila yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan”  yang dilambangkan dengan gambar kepala banteng di bagian kanan dan berlatar warna merah. Banteng merupakan hewan yang memiliki jiwa sosial yang tinggi serta suka berkumpul dengan sesamanya sehingga lambang banteng pada sila ke-4 pancasila dimaknai bahwa seluruh masyarakat merupakan makhluk sosial yang suka berkumpul untuk bermusyawarah, bermufakat atau mendiskusikan sesuatu sebelum memutuskan suatu keputusan sehingga dapat dikatakan bahwa hasil keputusan merupakan hasil dari musyawarah dan mufakat bersama-sama

5. Makna Lambang Sila Ke-5 Pancasila

Sila 5 - Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila 5 – Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sila ke-5 pancasila yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”  yang dilambangkan dengan gambar padi dan kapas dengan latar warna putih. Padi dan kapas yang merupakan lambang sila ke-5 memiliki makna semua kebutuhan dasar manusia dalam kehidupan. Kebutuhan dasar manusia yang dimaksud yaitu kebutuhan sandang dan pangan. Padi melambangkan makanan pokok, sedangkan kapas melambangkan sandang atau pakaian. Sila ke-5 ini mencerminkan adanya persamaan sosial dengan semua manusia tanpa melihat status dan kedudukan dari masyarakat tersebut.

Demikian penjelasan mengenai lambang pancasila beserta maknanya. Di samping itu, artikel ini juga menjelaskan mengenai pengertian dan sejarah pancasila. Semoga bermanfaat!

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close