Pendidikan

Pengertian Majas : Fungsi dan Macam-Macam Majas Beserta Contoh

Ketika di bangku sekolah, pastinya pernah di ajarkan materi tentang unsur-unsur pembangun puisi maupun cerpen. Nah, pastinya istilah “majas” sudah tidak asing kan karena kalian pernah mendengarnya. Majas merupakan salah satu bagian penting dalam karya sastra seperti novel, puisi, maupun cerpen. Penggunaan majas dalam karya sastra dapat mendukung dalam pemilihan kata dan bahasa yang digunakan dalam suatu karya. Majas adalah suatu bagian dari gaya bahasa yang digunakan untuk menimbulkan efek-efek tertentu seperti menimbulkan nuansa imajinatif bagi para pembacanya. Istilah lain menyatakan bahwa majas adalah suatu gaya bahasa yang berisi persamaan, perbandingan, maupun bahasa kiasan yang menimbulkan nuansa imajinatif sehingga karya sastra tampak hidup.

Penggunaan majas dalam karya sastra bertujuan untuk menyampaikan sesuatu yang mewakili perasaan dan pemikirian seorang pengarang secara imajinatif. Ada banyak macam-macam majas yang sudah kita ketahui yang mana terbagi menjadi 4 tipe, yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran, dan majas penegasan. Untuk itu, berikut ini akan diulas mengenai macam-macam majas beserta contohnya dalam kalimat. Namun sebelum itu, ada baiknya akan diulas terlebih dahulu terkait hal-hal yang berkaitan dengan majas secara mendalam. Maka, simak baik-baik ya!

Baca juga : Majas Metafora

Pengertian Majas Berdasarkan Para Ahli

Pengertian Majas : Fungsi dan Macam-Macam Majas Beserta Contoh
Pengertian Majas Berdasarkan Para Ahli

1. Menurut Nurgiyantoro (1998:297) menjelaskan bahwa majas merupakan salah satu teknik pengungkapan bahasa yang maknanya menunjuk pada makna yang ditambah atau makna yang tersirat.

2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa majas merupakan satu dari pemanfaatan bahasa atau pemakaian ragam tertentu yang memiliki ciri khusus dalam menyatakan pikiran dan perasaan yang bertujuan untuk memperoleh efek-efek tertentu.

4. Menurut Luxemburg, dkk menyatakan bahwa majas adalah suatu gaya bahasa yang memberikan ciri khas tertentu pada sebuah teks.

5. Menurut Laksmi Wijaya (2012:132) menjelaskan bahwa majas adalah suatu gaya bahasa yang terdapat pada suatu karya sastra yang mewakili perasan dan pikiran pengarang dalam bentuk tulisan maupun lisan.

6. Menurut Tarigan menjelaskan bahwa majas adalah cara pengungkapan gaya bahasa yang dilakukan melalui perasaan dan pikiran guna memperlihatkan jiwa dan pribadi pengarang.

Baca juga : Majas Personifikasi

Fungsi Majas

Fungsi Majas

Penggunaan majas dalam suatu karya sastra untuk menciptakan efek-efek tertentu seperti menciptakan nuansa imajinatif, lebih efektif, dan lebih sugestif. Berikut ini akan dipaparkan beberapa fungsi penggunaan majas dalam karya sastra, antara lain:

  1. Menjelaskan makna sebenarnya yang hendak disampaikan oleh pengarang dengan gaya bahasa yang mudah dipahami
  2. Meningkatkan intensitas pengarang dalam menyampaikan makna dari karya sastra yang diciptakannya kepada pembaca
  3. Meningkatkan kesenangan imajinatif pembaca
  4. Menghasilkan kesan imajinasi tambahan sehingga hal-hal yang bersifat abstrak akan menjadi konkrit sehingga lebih diminati pembaca

Baca juga : Kumpulan Syair

Macam-macam Majas

Macam-macam Majas

Secara umum, majas dapat dikelompokkan menjadi 4 kategori yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas penegasan, dan majas sindiran. Berikut ini akan dijelaskan masing-masing dari majas tersebut.

Baca juga : Puisi Roman Picisan

1. Majas Perbandingan

Majas Perbandingan

Majas perbandingan merupakan salah satu jenis majas yang digunakan untuk membandingkan sesuatu dengan yang lainnya karena adanya persamaan sifat, bentuk, dan lain sebagainya. Berikut ini dipaparkan beberapa macam-macam majas perbandingan, antara lain:

a. Hiperbola

Hiperbola merupakan majas yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu dengan melebih-lebihkan bahkan terkesan tidak masuk akal.
Contoh :
“Sampah itu menghempas indahnya Samudera Hindia”

b. Alegori

Alegori adalah majas yang membandingkan objek dengan bahasa kiasan.
Contoh :
“Orang itu durhaka pada orangtua angkatnya bak kacang lupa pada kulitnya”

c. Simile

Simile merupakan majas yang digunakan dengan membandingkan suatu objek dengan kata ungkapan yang biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata penghubung yaitu seperti, bagaikan, bagai, seolah-olah, laksana, dan sebagainya.
Contoh :
“Kecantikan perempuan itu seperti Dewi Shinta”

d. Metafora

Metafora merupakan majas yang mengungkapkan perbandingan analogis dengan menggunakan bahasa kiasan.
Contoh:
“Penggosip itu pintar bersilat lidah untuk menipu orang-orang”

e. Metonemia

Metonemia merupakan majas yang mengungkapkan sesuatu yang merujuk pada benda yang umum. Biasanya berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merk atau ciri khas.
Contoh :
“Ketika datang bulan, gunakan Laurier”

f. Eufimisme

Eufimisme merupakan majas yang mengganti kata-kata yang dianggap memiliki pengertian yang kasar dengan kata-kata yang lebih halus atau yang lebih pantas digunakan.
Contoh:
“Di setiap kamar mandi, saat ini menyediakan kamar mandi khusus difabel”

g. Personifikasi

Personifikasi merupakan yang mengungkapkan sesuatu dengan membandikan benda mati seolah-olah memiliki nyawa atau seperti benda hidup.
Contoh:
“Daun cemara terlihat melamba-lambai ke arahku”

2. Majas Pertentangan

Majas Pertentangan
Majas Pertentangan

Majas pertentangan merupakan salah satu majas yang menggunakan kata-kata kias untuk menyatakan pertentangan terhadap sesuatu yang berlawanan dengan maksud asli dari pengarang. Berikut ini beberapa macam-macam majas pertentangan, antara lain:

a. Paradoks

Paradoks merupakan majas yang mengungkapkan sesuatu dengan menyatakan situasi yang asli dengan situasi yang kebalikannya.
Contoh:
“Di acara promnight ini, aku merasa sedih”  

b. Antitesis

Antitetis merupakan majas yang mengungkapkan sesuatu dengan memadukan pasangan kata yang pengertiannya berwalan dari satu dengan yang lainnya.
Contoh :
“Sekolah itu menerapkan sistem kaya-miskin di peraturannya”

c. Litotes

Litotes merupakan majas yang mengungkapkan sesuatu seperti merendahkan diri yang mana berlawanan dengan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh:
“Selamat datang di gubuk kami, maaf kalo gubuk kami kecil”

d. Kontradiksi Interminis

Kontradiksi Interminis merupakan majas yang mengungkapkan penyangkalan terhadap ujaran yang telah dipaparkan sebelumnya.
Contoh:
“Semua mahasiswa kelas 2016A lulus di mata kuliah Psikologi Sastra, kecuali mahasiswa yang tidak mengumpulkan tugas essay pada ujian kemarin”

3. Majas Penegasan

Majas Penegasan

Majas penegasan merupakan majas yang digunakan untuk menegaskan sesuatu sehingga dapat mempengaruhi pembaca. Berikut ini beberapa macam-macam majas penegasan, antara lain:

a. Repetisi

Repetisi merupakan majas yang mengungkapkan kata secara berulang-ulang.
Contoh :
“Dia pelakunya, dia yang memperkosanya, dia yang membunuh adik saya”

b. Pleonasme

Pleonasme merupakan majas yang mengungkapkan penggunaan kata-kata yang memiliki makna yang sama sehingga membuatnya tidak efektif.
Contoh:
“Dia masuk ke dalam kamar mandi dengan wajah pucat”

c. Retorika

Retorika merupakan majas yang menggunakan kalimat tanya tetapi tidak memerlukan jawaban.
Contoh :
“Kamu kamu libur sekolah kak?”

d. Pararelisme

Pararelisme merupakan majas yang mengungkapkan perulangan kata untuk menegaskan makna dari kata tersebut dalam pengertian yang berbeda.
Contoh:
“Sayang itu cinta, sayang itu peduli, sayang itu memaafkan”

e. Klimaks

Klimaks merupakan majas yang mengungkapkan penjelasan mengenai dua hal atau lebih secara berurutan dimana semakin lama semakin tinggi.
Contoh :
“Korban mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Kasih Harapan tadi malam”

f. Antiklimaks

Antiklimaks merupakan majas yang mengungkapkan penjelasan terkait dua hal atau lebih mulai dari tingkatan lebih tinggi ke lebih rendah.
Contoh:
“Setiap hari sebelum mulai bekerja, mulai dari manager, supervisor, dan para staff perusahaan melakukan kegiatan briefing”

g. Tautologi

Tautologi merupakan majas yang mengungkapkan kata yang bersinonim secara berulang-ulang untuk menegaskan suatu maksud tertentu.
Contoh:
“ Hidup di dunia akan damai, sejahtera, bahagia jika kita pandai bersosialisasi”

4. Majas Sindiran

Majas Sindiran

Majas sindiran merupakan majas menggunakan kata kiasan yang bertujuan untuk memberikan sindiran kepada seseorang, perilaku, maupun situasi. Berikut ini beberapa macam-macam majas sindiran, antara lain:

a. Sinisme

Sinisme merupakan majas yang mengungkapkan sindiran secara langsung kepada seseorang.
Contoh :
“Kamu mandi sana, badanmu kotor dan bau”

b. Ironi

Ironi merupakan majas yang menggunakan kata kiasan yang berlawanan dengan fakta yang sebenarnya.
Contoh:
Kasurmu rapi ya sampai tidak ada space kosong buat duduk”

c. Sarkasme

Sarkasme merupakan majas yang mengungkapkan sindiran kepada seseorang dengan menggunakan kata-kata yang kasar. Biasanya majas ini digunakan untuk mewakili perasaan marah.
Contoh:
“Pergi kamu. Kamu tidak dibutuhkan disini. Dasar sampah masyarakat!”

Baca juga : Contoh Gurindam

Nah, itulah ulasan mengenai macam-macam majas beserta contohnya dalam kalimat. Semoga artikel ini dapat membantu Anda ketika mendapatkan tugas Bahasa Indonesia dengan materi yang berkaitan dengan majas. Salam sejahtera!

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close