Umum

Pengertian Konsep Diri : Jenis, Komponen, Ciri [Lengap]

Penentu keberhasilan dalam kehidupan terutama dalam diri sendiri adalah konsep diri (self concept). Konsep diri merupakan topik penting dalam setiap pembicaraan tentang kepribadian seseorang karena konsep diri sama halnya dengan sifat unik yang dimiliki oleh seseorang yang membedakannya dengan orang lain. Konsep diri berhubungan apa yang dipikirkan, diyakini, atau yang dipersepsikan seseorang terkait dirinya sendiri. Konsep diri juga dikenal sebagai konstruksi diri atau identitas diri yang mana terdiri dari skema diri, baik diri pada masa lalu maupun diri masa sekarang. Konsep diri bersifat kognitif dan deskriptif. Perlu diketahui bahwa konsep diri berhubungan dengan harga diri dan pengenalan diri karena ketiganya saling berinteraksi dalam hal membentuk suatu kepribadian.

Konsep diri dalam kepribadian seseorang dapat dilihat dari sikapnya yang merupakan aktualisasi dirinya. Setiap manusia pasti memiliki dorongan untuk berkembang ke arah yang lebih baik dan perkembangan tersebut dapat membantu pembentukan konsep diri yang positif dalam diri seseorang. Konsep diri sebagai penentu atas sikap seseorang dalam bertingkah laku. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini akan diulas secara luas hal-hal yang berkaitan dengan konsep diri. Simak baik-baik ya!

Baca juga : Manajemen Sumber Daya Manusia

Pengertian Konsep Diri Menurut Beberapa Ahli

Pengertian Konsep Diri : Jenis, Komponen, Ciri [Lengap]
Pengertian Konsep Diri Menurut Beberapa Ahli

1. Menurut Hurlock (1990:58) menjelaskan bahwa konsep diri adalah gambaran yang dimiliki oleh seseorang akan dirinya sendiri yang mana merupakan hasil gabungan dari keyakinan yang dimiliki setiap individu mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kepribadian seseorang.

2. Menurut William D. Brooks menjelaskan bahwa konsep diri merupakan suatu pandangan yang melibatkan perasaan akan diri seseorang.

3.  Menurut Centi (1993:9) menjelaskan konsep diri adalah suatu gagasan tentang diri sendiri yang terdiri dari cara kita melihat diri sendiri, cara kita merasa diri sendiri, dan cara ketika kita menginginkan diri sendiri sebagai seorang manusia.

4. Menurut Burns (1993:6) menjelaskan terkait pengertian konsep diri yaitu gambaran mengenai apa yang kita pikirkan ketika orang lain berpendapat mengenai diri kita.

5. Menurut Rini (2004:1) mengartikan konsep diri sebagai suatu keyakinan ataupun suatu pandangan seseorang akan dirinya sendiri terkait kepribadian yang dimiliki.

Perkembangan Konsep Diri

Perkembangan Konsep Diri
Perkembangan Konsep Diri

Banyak pendapat mengenai kapan konsep diri seseorang mulai berkembang dalam diri seseorang. Ada pendapat yang menyatakan bahwa konsep diri baru berkembang pada usia 3 tahun dimana di usia tersebut anak mulai dapat membentuk cara pandang akan dirinya sendiri. Ada juga yang berpendapat konsep diri baru berkembang di usia 7-8 tahun ketika seorang anak sudah siap untuk merealisasikan pemikiran, pandangan maupun perasaan yang mereka miliki. Meskpun banyak perbedaan pendapat, namun para ahli setuju jika konsep diri itu umumnya berhubungan dengan perilaku seseorang di lingkungannya. Nah berikut ini aspek perkembangan konsep diri menurut Lewis (1990):

1. Diri yang Eksistensial

Salah satu bagian terpenting dalam skema konsep diri yang mana bagian ini berhubungan dengan diri seseorang yang merasa adanya perbedaan dengan orang lain dan adanya kesadaran akan keberadaan dirinya dalam suatu lingkungan. kesadaran diri yang eksistensial sudah mulai dirasakan pada usia sekitar 2-3 bulan yang tumbuh berkembang bersamaan dengan hubungan dirinya dengan dunia luar.

2. Diri yang Kategorial

Setelah menyadari akan keberadaan dirinya, maka untuk berikutnya seorang anak akan menyadari bahwa dia merupakan sebuah obyek di tengah-tengah dunia. Diri seseorang secara kategorial berhubungan dengan kategori-kategori yang menunjukkan identitas dirinya seperti usia, gender, ukuran, keahlian, dan pengalaman. Pada saat anak-anak, kategori-kategori yang ada dalam dirinya diaplikasikan secara kongkrit. Kemudian, seorang anak akan mendeskripsikan dirinya yang mencakup sifat-sifat psikologis internal dan cara orang lain melihat dirinya sendiri.

Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Konsep Diri Seseorang

Perkembangan konsep diri seseorang bukan bawaan sejak lahir, melainkan hasil belajar dari pengalaman-pengalaman yang didapat di kehidupannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri yaitu bentuk tubuh, pakaian, cacat tubuh, nama dan julukan, tingkat kecerdasan, cita-cita, jenis emosi, jenis sekolah, status sosial, ekonomi keluarga, teman terdekat, dan juga tokoh-tokoh yang berpengaruh. Perlu diketahui bahwa apabilan beberapa faktor tersebut menghasilkan perasaan positif dalam dirinya, maka akan menghasilkan konsep diri yang positif. Sebagai contoh: jika ada seorang anak yang merasa diterima, dihargai oleh orang lain di dalam lingkungannya, maka akan berdampak positif pada kepribadian anak tersebut yakni sang anak akan menerima dan menghargai dirinya sendiri seperti yang dilakukan oleh orang lain. dan sebaliknya, apabila orang-orang disekelilingnya meremehkan, mencemooh, dan membully seorang anak, maka akan berdampak negatif dalam diri anak tersebut sehingga memunculkan konsep diri yang negatif yang merugikan diri sendiri.

Jenis-jenis Konsep Diri

Jenis-jenis Konsep Diri
Jenis-jenis Konsep Diri

1. Konsep Diri Akdemik

Perlu diketahui bahwa konsep diri akademik mengacu pada keyakinan diri terhadap keahlian atau kemampuan yang dimiliki secara akademik. Perkembangan konsep diri ini dimulai sekitar usia 3-5 tahun yang awalnya dipengaruhi oleh orang tua dan para pendidik ketika dia pertama kali berada dilingkungan belajar. Pada usia 10-11 tahun, anak sudah mulai bisa menilai kemampuan akademik yang dimiliki decara cara membandingkan dirinya dengan orang lain yang dikenal dengan estimasi diri. Estimasi diri anak tersebut menyangkut kemampuan kognitif.

2. Konsep Diri Mengenai Perbedaan Kultural

Konsep diri ini berhubungan dengan cara anak dalam memandang dirinya dengan melihat perbedaan-perbedaaan tertentu, baik unsur budaya maupun lingkup budaya yang ada. Kita ambil contoh budaya Barat dan Timur. Dalam budaya Barat, yang paling penting untuk dipikirkan adalah kemandirian serta cara seseorang dalam mengekspresikan sifat-sifat yang dimiliki dan sangat mengutamakan individu daripada kelompok. Sedangkan, dalam budaya Timur, individu dipandang sangat bergantungan dengan kelompoknya yang mana hubungan antar individu lebih dipentingkan dari pada suatu pencapaian yang dihasilkan dari tiap-tiap pribadi. Hal tersebut terjadi suatu peleburan identitas dimana peleburan individu dengan suatu kelompok yang dianggap lebih besar dapat berpengaruh pada pribadi individu dan individu merasa dirinya dianggap akan keberadaannya di kelompok tersebut.

3. Konsep Diri Mengenai Perbedaan Gender

Kita dapat mengetahui bahwa sebenarnya perbedaan gender ini sudah ada sejak masa anak-anak. Terbukti bahwa sejak anak usia sekitar 3 tahun, baik anak perempuan maupun laki-laki sudah memilih teman bermain dengan jenis kelamin yang sama dengan dirinya. Setelah itu, anak laki-laki akan melewati suatu fase dimana akan berinteraksi dengan lawan jenisnya dan menciptakan sebuah hubungan sosial yang berbeda seperti anak perempuan akan lebih mengutamakan hubungan pribadi ke pribadi yang mendahulukan emosional, sedangkan laki-laki lebih memilih untuk terlibat pada aktivitas kelompok.

Ciri-ciri Seseorang Yang Memiliki Konsep Diri

Ciri-ciri Seseorang Yang Memiliki Konsep DiriCiri-ciri Seseorang Yang Memiliki Konsep Diri
Ciri-ciri Seseorang Yang Memiliki Konsep Diri
  1. Keyakinan mengenai kemampuannya dalam mengatasi permasalahan yang terjadi
  2. Tidak merasa kecil jika dibandingkan dengan orang lain karena merasa bahwa dirinya setara dengan orang lain tersebut.
  3. Menyadari bahwa setiap orang itu memiliki perasaan, keyakinan, keinginan, serta sikap yang tidak semuanya disetujui oleh masyarakat di lingkungannya.
  4. Merasa sanggup untuk memperbaiki diri sendiri.

Dimensi Dalam Konsep Diri

Dimensi Dalam Konsep Diri
Dimensi Dalam Konsep Diri

Berikut ini akan dipaparkan dimensi konsep diri menurut Jersild (1952):

  • Adanya Kebahagiaan dan Kepuasan dalam Diri
  • Tingkah Laku Sosial dalam Masyarakat
  • Timbulnya Kegelisahan dalam Diri
  • Popularitas
  • Kompetensi Akademis
  • Penampilan Fisik

Komponen Konsep Diri

Komponen Konsep Diri
Komponen Konsep Diri

Seorang ahli yang bernama Carl Rogers menyatakan bahwa konsep diri memiliki 3 komponen, yaitu:

1. Gambaran Diri (Self Image)

Gambaran diri atau citra tubuh merupakan cara seeorang dalam menggambarkan dirinya sendiri, baik secara sadar maupun tidak sadar. Akan tetapi, tidak selamanya penggambaran diri ini menggambarkan keadaan yang sebenarya. Banyak faktor yang membentuk gambaran seseorang terhadap dirinya seperti pengaruh dari orang tua, teman, maupun masyarakat di sekitarnya.

2. Ideal Diri

Ideal diri merupakan pemikiran individu mengenai cara berperilaku sesuai dengan pribadi dan terkait dengan cita-cita yang dimiliki. Terjadinya pembentukan ideal dimulai sejak masa anak-anak yang didukung dengan pengaruh orang-orang sekitarnya.

3. Harga Diri

Harga diri berkaitan dengan pemikiran individu terkait hasil yang dicapai dengan menganalisis seberapa banyak kesesuaian antara tingkah laku dengan ideal dirinya. Pembentukan harga diri dimulai saat masih kecil, sejak anak mulai diterima dan diperhatikan oleh sekitarnya.

Baca juga : Pengertian Manajemen

Nah, itulah ulasan singkat mengenai konsep diri beserta penjelasannya yang mungkin dapat Anda jadikan referensi untuk mengerjakan tugas, makalah, atau skripsi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda!

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close