Pendidikan

√ Pengertian Kalimat Aktif : Ciri dan Jenisnya [Lengkap]

Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya berperan aktif sebagai pelaku yang melakukan sebuah aktifitas. Sedangkan, objek kalimat aktif berperan sebagai korbannya. Predikatnya berfungsi sebagai keterangan aktfitas atau perilaku yang dilakukan oleh subjek. Bagaimana penjelasan lengkap mengenai kalimat aktif tersebut? Berikut ulasan lengkap ciri- ciri kalimat aktif, jenis-jenis kalimat aktif beserta contohnya lengkap untuk Anda!

Bukan hanya bahasa Inggris saja yang memiliki pola kalimat aktif dan pasif, pada kenyataannya bahasa Indonesia juga terdiri dari kalimat-kalimat tersebut. Dan bahasa Indonesia memiliki pola khusus untuk membentuk kalimat aktif dan pasif.

Baca juga : Kalimat Efektif

√ Pengertian Kalimat Aktif : Ciri dan Jenisnya [Lengkap]

Perhatikan kalimat berikut ini:

1) Kalimat aktif

Ibu memasak nasi goreng pedas (SPO)

2) Kalimat pasif

Nasi goreng pedas dimasak oleh ibu (SPO)

Kedua jenis kalimat di atas memiliki pola sama, yakni S (subjek), P (predikat, O (objek). Namun, Anda tentunya melihat perbedaan subjek dan objek dari kedua jenis kalimat tersebut. Di kalimat aktif, subjek melakukan pekerjaan. Lain halnya di kalimat pasif dimana nasi goreng pedas adalah subjek yang dikenai predikat atau menjadi bahan pekerjaanya. Sudah paham dengan perbedaannya bukan?

Baca juga : Teks Prosedur Kompleks

Ciri-Ciri Kalimat Aktif

Ciri-Ciri Kalimat Aktif

Berikut adalah ciri-ciri kalimat aktif, antara lain:

1. Subjek sebagai pelaku yang melakukan kegiatan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, subjek pada kalimat aktif berfungsi sebagai pelaku yang melakukan kegiatan atau aktifitas tertentu. Contohnya :

  • Adik makan buah semangka (makan buah semangka adalah aktifitas yang dilakukan subjek adik)
  • Aldo memperbaiki sepeda motor ayah (memperbaiki sepeda motor ayah adalah aktifitas yang dilakukan oleh subjek Aldo)
  • Siska menjahit baju pesta (menjahit baju pesta adalah aktifitas yang dilakukan oleh Siska)
  • Nuri menulis puisi untuk Ibu (menulis puisi adalah aktifitas yang dilakukan oleh Nuri)

2. Memiliki pola kalimat SPO, SPK, atau SPOK. Contohnya :

  • Ayu menggunting kertas (SPO)
  • Dika menanam cabai di kebun (SPOK)
  • Mega berenang di kolam renang (SPK)
  • Ayah menanam padi di sawah (SPOK)

3. Predikatnya berupa jenis kata kerja

Karena kalimat aktif adalah kalimat yang menjelaskan bahwa subjek sedang melakukan pekerjaan atau kegiatan, maka predikatnya tentu saja berupa kata kerja. Contohnya :

  • Fiko menonton televisi bersama Juan (menonton = kata kerja)
  • Doni menyanyi lagu kebangsaan (menyanyi = kata kerja)
  • Kinan berlari pagi di lapangan bersama teman-temannya (berlari = kata kerja)
  • Pemuda itu menggembala kambing di lapangan (menggembala = kata kerja)

4. Predikatnya memilik imbuhan me- atau ber-

Apabila Anda masih sangat kesulitan membedakan subjek yang melakukan pekerjaan atau dikenai pekerjaan, Anda bisa mengetahui kalimat aktif dari imbuhan yang membentuk kata kerja atau predikatnya. Di kalimat aktif, imbuhan me- atau ber- mengika predikat yang menggambarkan suatu pekerjaan dalam sebuah kalimat. Contohnya :

  • Ronaldo bermain bola basket di lapangan (SPOK)
  • Para warga membangun pos warga bersama-sama (SPO)
  • Murid-murid rajin membaca di perpusatakaan (SPK)
  • Guru itu mengajar Matematika dengan jelas (SPOK)

5. Predikatnya berupa kata aus

Kata aus adalah kata yang mendapat imbuhan ketika menjadi predikat. Jika mendapatkan imbuhan, kata tersebut berubah dan tidak sesuai dengan arti yang dimaksud. Kalimat yang memakai kata aus pada posisi predikat akan cenderung menjadi kalimat aktif intransitif. Meskipun, beberapa kasus menunjukkan bahwa kalimat yang berpredikat kata aus bisa dibubuhkan objek sehingga bisa diubah menjadi kalimat pasif.  Beberapa contoh kata aus adalah tidur, makan, tinggal, dan mandi. Apabila kata tersebut mendapat imbuhan me- atau ber-, maka maknanya berbeda jauh. Oleh karena itu, jika Anda menemukan kata-kata aus di bagian predikat, maka sudah bisa dipastikan kalimat tersebut temasuk kalimat aktif. Contohnya :

  • Nana makan ikan goreng yang didapat oleh Ayah
  • Kakak tidur di ruang tamu tadi malam
  • Nenekku tinggal di Desa
  • Adik minum air sirup yang dibuatkan Ibu

6. Memiliki pronomina persona yang bergabung dengan predikat

Pronomina persona merupakan kata ganti yang merujuk orang pertama, kedua, atau ketiga, yaitu ku-, kau-, atau –nya. Pronomina di dalam kalimat bisa merujuk ke posisi subjek atau objek. Jika letaknya bergabung dengan predikat, kalimat tersebut tergolong pasif karena pronomina personanya mengarah pada objek. Contohnya :

  • Bunganya bermekeran di taman (SPK)
  • Kucingku sedang makan ikan (SPO)
  • Kau membuatkan kue untukku tadi pagi (SPOK)
  • Daunnya tumbuh menjalar di tembok rumah (SPK)

Baca juga : Teks Berita

Jenis-Jenis Kalimat Aktif

Jenis-Jenis Kalimat Aktif

Selain ciri-ciri, beberapa jenis kalimat aktif yang harus Anda ketahui, diantaranya adalah:

Baca juga : Teks Eksemplum

1. Kalimt Aktif Transitif

Kalimat aktif transitif adalah kalimat aktif yang melibatkan unsu objek di dalamnya. Kalimat ini berpola SPO dan dapat diubah menjadi bentuk kalimat pasif. Contohnya :

  • Endah membeli sepatu (SPO)
  • Kiki menjemur pakaian  yang masih basah (SPO)
  • Reza menanam biji bunga matahari (SPO)
  • Bibi menyetrika seragam sekolah (SPO)

2. Kalimat Aktif Intransitif

Lain halnya dengan kalimat aktif transitif, kalimat aktif intransitif adalah kalimat aktif yang tidak membutuhkan objek di dalamnya. Sebagai pengganti objek, unsur keterangan atau pelengkaplah yang ditambahkan pada kalimat ini. Karena tidak memerlukan objek, maka kalimat akan berpola S-P-Pel atau S-P-K. Hal inilah yang kemudian membuat kalimat tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif. Contohnya:

  • Adi menjadi ketua OSIS disekolahku (SPPel)
  • Turis asing asyik berjemur di pantai (SPK)
  • Kucing berlarian di halaman rumah (SPK)
  • Dina menjadi ketua RW di lingkungan tempat tinggalnya (SPPel)

3. Kalimat Aktif Semitransitif

Kalimat aktif semitransitif adalah kalimat aktif yang tidak bisa diikuti unsur objek dan hanya diikuti oleh unsur pelengkapnya saja. Karena tidak diikuti objek dan hanya membutuhkan unsur pelengkap saja, maka pola kalimatnya adalah SPPel. Contohnya :

  • Rossa bersuara sangat merdu (SPPel)
  • Adik bermain mobil-mobilan (SPPel)
  • Penari itu bergerak dengan luwes (SPPel)
  • Tari belajar ilmu bela diri (SPPel)

4. Kalimat Aktif Dwitransitif

Kalimat aktif dwitransitif adalah kalimat aktif yang mengandung objek dan pelengkap sekaligus. Pola dari kalimat ini adalah SPOPel sehingga bisa diubah ke dalam bentuk kalimat pasif. Contohnya adalah :

  • Mama membuatkan adik segelas susu (SPOPel)
  • Suamiku memberikan aku sebuah cincin  (SPOPel)
  • Petani itu memetik buah salak sekarung (SPOPel)
  • Ayah membelikan aku sepeda karena juara kelas (SPOPel)

5. Kalimat Aktif Ekatransitif

Kalimat aktif ekatransitif merupakan kalimat aktif yang didukung objek tetapi tidak memiliki pelengkap atau kata keterangan. Atau dalam pengertian lain, kalimat ekatransitif termasuk kalimat aktif yang tidak mempunyai keterangan. Sehingga pola kalimat ekatransitif menjadi SPO. Contoh kalimat aktif ekatransitif yang mudah Anda pahami, antara lain:

  • Ibu menanak nasi (SPO)
  • Kinan menggoreng ikan (SPO)
  • Kakak mencuci pakaian (SPO)
  • Bu dahlia memasak air (SPO)

Demikian ulasan lengkap mengenai kalimat aktif, ciri-ciri kalimat aktif, dan jenis-jenis kalimat aktif beserta contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close