Pendidikan

Pengertian Integritas Nasional-Faktor Pendukung & Penghambat

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dimana banyak sekali perbedaan-perbedaan di dalamnya baik dari segi ras, suku, agama, budaya, adat istiadat, dan sebagainya. Meskipun banyak sekali perbedaan, tidak serta merta membuat warga Indonesia tidak menghargai adanya perbedaan tersebut. Malah sebaliknya, mereka bertekad untuk membangun masa depan bersama-sama terlepas dari adanya berbagai macam perbedaan yang ada baik ras, suku, agama, budaya dan sebagainya. Hal itulah yang menjadi dasar terbentuknya rasa nasionalisme yang tinggi dalam diri kita yang mana rasa tersebut menjadi akar dari terbentuknya suatu integritas nasional.

Nah di dalam artikel ini akan dibahas mengenai integritas nasional mulai dari pengertian hingga faktor pendukung dan penghambat integritas nasional. Namun sebelum itu, alangkah baiknya akan diulas terlebih dahulu pengertian integritas secara singkat. Berikut ulasannya di bawah ini!

Baca juga : Pengertian Politik

Pengertian Integritas

Pengertian Integritas

Secara etimologis, kata integritas berasal dari bahasa Latin yaitu Integer yang berarti seluruh atau suatu bilangan bulat. Jadi integritas adalah sesuatu yang utuh, sesuatu yang tidak dapat dibagi yang mana nuansa keutuhan dan kebulatannya tidak dapat dipisahkan atau dihilangkan.

Secara umum, integritas merupakan suatu kepribadian yang dilakukan secara konsisten dan utuh baik dari perkataan dan perbuatan yang mana sesuai dengan nilai-nilai dan kode etik. Seseorang dapat dianggap sebagai seorang yang memiliki intregitas adalah seseorang  yang memiliki kepribadian dan karakter jujur, dapat dipercaya, memiliki komitmen, bertanggung jawab, setia, menghargai waktu, memiliki prinsip dan nilai-nilai kehidupan.

Pada tataran kolektif, nilai integritas berfungsi sebagai pemandu masyarakat untuk memiliki komitmen pada tugasnya dan membuat masyarakat menjadi pribadi yang dapat dipercaya dan diandalkan. Sedangkan pada tataran negara, integritas dapat mendorong aparatur pemerintahan untuk bekerja secara profesional, transparan, jujur, dapat diandalkan, dan terpecaya. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa nilai integritas sebagai penyelenggara negara akan sangat  berpengaruh terhadap kepercayaan publik terhadap kinerjanya.

Baca juga : Pengertian Negara

Pengertian Integritas Nasional

Pengertian Integritas Nasional

Menurut Claude Ake integritas nasional pada dasarnya mencakup dua pokok permasalahan, yaitu:

  1. Bagaimana cara membuat rakyat agar tunduk dan patuh terhadap tuntutan-tuntutan negara yang mana mencakup suatu perkara yang berhubungan dengan pengakuan dari rakyat terhadap hak-hak yang dimiliki oleh negara.
  2. Bagaimana cara untuk meningkatkan konsensus normatif yang tumbuh dan berkembang atas dasar nilai-nilai yang dimiliki bangsa. Hal tersebut bertujuan untuk  mengatur perilaku politik setiap anggota masyarakat.

Menurut Nazaruddin, integritas nasional merujuk sebuah perpaduan seluruh unsur dalam rangka melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara baik dari segi sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Dari penjelasan tersebut, Integritas nasional adalah suatu kondisi yang menekankan pada adanya persatuan persepsi dan perilaku antara kelompok-kelompok di dalam lingkungan masyarakat.

Penyebab dari adanya suatu proses integritas nasional dikarenakan sebagai berikut:

  • Adanya kebersamaan sejarah
  • Adanya ancaman dari luar yang mengganggu ketenangan Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI)
  • Adanya kesepakatan dari pemimpin dengan homogenitas sosial budaya dan agama
  • Adanya ketergantungan dalam bidang politik dan ekonomi

Dalam Integritas nasional memiliki dua dimensi yaitu integritas horizontal dan integritas vertikal. Dimensi horizontal dalam integritas nasional memiliki tujuan untuk mengintegritaskan antara kelompok-kelompok masyarakat dengan cara membuat jembatan pada setiap perbedaan-perbedaan yang ditimbulkan oleh beberapa faktor kultur dengan cara mengurangi setiap kesenjangan yang disebabkan oleh beberapa faktor tersebut. Sedangkan dimensi vertikal dalam integritas nasional bertujuan untuk mengintegritaskan sebuah persepsi dan perilaku elite yang dilakukan dengan cara menghilangkan dan mengurangi perbedaan kesenjangan antara kelompok yang berpengaruh dan dipengaruhi.

Baca juga : Pengertian Demokrasi

Integritas nasional dalam suatu negara dapat tercapai apabila:

  • Terciptanya sebuah kesepakatan dari sebagian besar anggotanya terhadap nilai-nlai sosial tertentu yang memiliki sifat fundamental dan krusial
  • Memiliki sebagian besar anggotanya berasal dari berbagai unit sosial yang saling mengawasi hanya pada aspek-aspek sosial yang potensial
  • Terjadinya saling ketergantungan pada setiap kelompok-kelompok sosial yang terhimpun dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi secara menyeluruh

Faktor Pendukung Integritas Nasional

Faktor Pendukung Integritas Nasional

Salah satu faktor pendukung integritas nasional yaitu seperti halnya yang tercantum di dalam Undang-undang Dasar 1845 pasal 27 ayat 2 berbunyi “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta di dalam upaya pembelaan negara”. Maksud dari bunyi pasal tersebut adalah untuk mencapai kesatuan bangsa Indonesia atau dengan nama lain integritas nasional sangat diperlukan adanya peran aktif dari seluruh elemen bangsa seperti masyarakat Indonesia, TNI, Polri, pemerintah, dan dewan-dewan yang ada di dalamnya. Adapun faktor-faktor pendukung integritas nasional lainnya, sebagai berikut:

Sifat Nasionalisme

Sifat nasionalisme mengandung arti bahwa untuk membangun bangsa Indonesia dimulai dari masyarakat yang majemuk dan warganya dengan sungguh-sungguh untuk bertekad membangun masa depan bersama terlepas dari adanya perbedaan-perbedaan baik dari ras, suku, budaya, agama, dan sebagainya.

Menegakkan keadilan ketika mengalokasikan sumber daya nasional, baik dari segi sektor maupun antar wilayah sehingga suku, ras, budaya, dan sebagainya akan diperlakukan dengan adil, dapat hidup dengan tenang, aman serta dapat melaksanakan seluruh kehidupan sosial dengan baik.

Baca juga : Pengertian Norma

Faktor Penghambat Integritas Nasional

Faktor Penghambat Integritas Nasional

Adapun faktor penghambat integritas nasional, sebagai berikut:

Adanya Gerakan Separatisme

Sejarah telah membuktikan bahwa sejak kemerdekaan Indonesia selalu dirongrong oleh gerakan separatisme. Adanya gerakan saparatisme yang berlangsung pada saat itu seperti gerakan separatis DI/TII Kartosuwiryo di Jawa Barat, Permesta Kahar Muzakar di Sumatera, APRA, PKI, DI/TII Daud Barureh di Aceh, dan RMS di Maluku yang menyisahkan banyak korban. Pada saat sekarang, gerakan separatisme yang masih terus berlangsung seperti GAM (Gerakan Aceh Merdeka) dan OPM (Organisasi Papua Merdeka).

Adanya GAM membuat pemerintah Indonesia telah melakukan serangkaian perjanjian untuk perdamaian, salah satunya dengan memberikan otonomi khusus dan pemberlakuan syariat islam dalam bidang kehidupan terutama bidang hukum.

Menurut Cliffrod Gertz menyatakan bahwa apabila bangsa Indonesia tidak pandai dalam mengatur keanekaragaman suku, ras, budaya, dan solidaritasantar suku, maka akan menyebabkan bangsa Indonesia terpecah belah menjadi negara-negara kecil. Apabila tidak terpuasnya ekonomi kelas ataupun intelektual akan menjurus pada revolusi dengan mendorong pergantian tatanan dalam bidang ekonomi dan politik bangsa. Sedangkan apabila  ketidakpuasan didasarkan pada ikatan primordial yang menjurus pada disintegritas bangsa, maka korban dalam masyarakat majemuk bukan individu maupun kelompok melainkan bangsa itu sendiri yang akan hancur.

Hal tersebut ditambah dengan adanya pandangan etnosentrisme dan primordialisme dalam arti yang sempit. Etnosentrisme merupakan suatu pandangan yang melekat pada diri seseorang yang menganggap kebudayaannya lebih baik dari kebudayaan orang lain. Sedangkan primordialisme adalah sebuah paham atau pandangan yang memegang teguh segala sesuatu yang berada di lingkungannya yang di bawah sejak lahir. Adanya sifat-sifat tersebut yang tanpa batas menjadi cikal bakal terbentunya gerakan separatisme.

Terjadinya Etnopolitic Conflict

Terjadinya Etnopolitic Conflict dalam dua dimensi, yaitu dimensi yang pertama adalah konflik dalam tingkatan ideologis yang terwujud dalam bentuk konflik antara sistem nilai yang dianut oleh etnik pendukungnya dan menjadi ideologi dari kesatuan sosial. Sedangkan dimensi yang kedua yaitu konflik yang terjadi pada tingkatan politis yang terbentuk karena adanya pertentangan dalam pembagian status kekuasaan dan sumber ekonomi yang terbatas di dalam lingkungan masyarakat.

Baca juga : Pengertian Pancasila

Nah itulah ulasan mengenai pengertian dari integritas nasional secara lengkap mulai dari pengertian integritas, pengertian integritas nasional, faktor pendukung dan faktor penghambat integritas nasional. Semoga apa yang diulas di dalam artikel ini dapat menambah wawasan kamu terkait pengertian integritas nasional dan tentunya dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close