Pendidikan

√ Pengertian Diksi : Ciri, Fungsi, dan Syarat

Kreativitas dalam memilih kata atau diksi adalah kunci utama pengarang dalam menulis sebuah gagasan. Pengolahan kata yang baik dapat menghasilkan kata yang indah, mudah dibaca serta membuat pembaca dapat memahami ide yang disampaikan dengan cepat. Pemilihan kata harus disesuaikan dengan situasi kondisi dan tempat penggunaan kata-kata tersebut. Lalu bagaimana ulasan lengkap mengenai diksi? Simak baik-baik ya!

√ Pengertian Diksi : Ciri, Fungsi, dan Syarat
√ Pengertian Diksi : Ciri, Fungsi, dan Syarat

Apa itu Diksi? Diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras untuk menyampaikan sebuah gagasan atau cerita yang terdiri dari gaya bahasa, ungkapan, pilihan kata, dan lainnya. Keterbatasan dalam kosa kata bisa mengakibatkan seseorang kesulitan dalam menyampaikan idenya. Sebaliknya, penggunaan kosa kata yang berlebihan juga akan mempersulit penyampaian pesan kepada pembaca atau pendengar. Diksi yang tepat akan membuat pendengar atau pembaca mudah memahmi maksud dari lawan bicaranya.

Baca juga : Teks Eksemplum

Ciri-Ciri Diksi

Ciri-Ciri Diksi
Ciri-Ciri Diksi

Diksi memiliki ciri-ciri berikut ini:

Tepat sebagai pilihan kata untuk mengungkap gagasan atau hal yang diamanatkan

Sebagai pembeda nuansa makna dengan bentuk yang sesuai dengan gagasan, situasi, maupun nilai rasa pembacanya

Menggunakan pembendaharaan kata yang dimiliki oleh masyarakat

Baca juga : Pengertian Hikayat

Fungsi Diksi

Fungsi Diksi
Fungsi Diksi

Adapun fungsi diksi diantaranya adalah:

  • Pemilihan kata dan cara penyampaian yang tepat bisa mempermudah orang lain mengerti maksud yang hendak disampaikan
  • Memperindah suatu kalimat sehingga penyampaian cerita dapat dilakukan secara runtut
  • Membantu audiens mengerti apa yang ingin disampaikan oleh pembaca
  • Mencipatkan komunikasi yang lebih efektif dan efisien
  • Menyampaikan gagasan dan ide secara tepat
  • Menjadi lambang ekspresi pada suatu gagasan

Baca juga : Contoh Gurindam

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Diksi

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Diksi

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam penggunaan diksi, diantaranya adalah:

  • Tepat dalam menggunakan gagasan
  • Benar sesuai dengan kaidah kebahasaan
  • Lazim dalam penggunaannya

Baca juga : Struktur Penulisan Teks Eksplanasi

Syarat Diksi

Syarat Diksi
Syarat Diksi

Saat Anda memilih kata-kata (diksi), ada dua persyaratan yang harus dipenuhi, yakni ketetapan dan kesesuaian. Tepat adalah kata-kata yang sudah dipilih dapat mengungkapkan dengan tepat gagasan yang akan diungkapkan. Pemahaman pembaca juga hrus tepat, artinya tafsiran pembaca sama dengan maksud penulis. Kedua persyaratan tersebut harus memperhatikan kaidah kelompok kata/frase dan kaidah makna kata.

Pilihan kata berdasarkan kaidah kelompok kata/frase

Pilihan kata berdasarkan kaidah kelompok kata/frase harus menggunakan diksi yang tepat, seksama, lazaim, dan benar.

1. Tepat
Contohnya : Makna kata lihat memiliki sinonim pandang, namun kelompok kata pandangan mata kurang tepat bila diganti dengan lihatan mata.
2. Seksama
Contohnya : Kata besar, agung, akbar, raya, dan tinggi memilih makna sama. Namun, kata yang biasa digunakan adalah hari raya atau hari besar, buka hari agung, hari akbar atau hari tinggi. Begitu pula dengan mahkamah agung yang tidak bisa diganti dengan mahkamah besar, mahkamah, akbar, mahkamah raya, atau mahkamah tinggi karena memang tidak seksama.
3. Lazim
Lazim artinya kata-kata tersebut adalah milik bahasa Indonesia. Jika menggunakan kata yang tidak lazim, maka akan sangat membingungkan maknanya saja.
Contohnya : Kata makan memiliki sinonim santap. Namun, Anda tidak dapat mengatakan Anjing makan sebagai Anjing bersantap. Kata santapan rohani tidak pula digantikan dengan makanan rohani. Kedua kata ini memang tepat dari segi pengelompokkannya, namun tidak seksama dalam maknanya dan tidak lazim dalam penggunaannya.

Pilihan kata berdasarkan kaidah makna kata

Menurut sifatnya, makna dibedakan menjadi dua macam:
Makna Denotasi merupakan makna yang sesuai dengan makna sebenarnya dan tidak menimbulkan penafsiran lain.
Kaki: organ tubuh yang digunakan tubuh untuk berjalan
Kursi: tempat untuk duduk
Makna Konotasi merupakan makna kiasan atau makna kontekstual yang menimbukan penafsiran lain.
Kursi: jabatan
Ibu Kota: pusat pemerintahan

Menurut cakupan maknanya, perubahan makna terdiri atas:
Meluas yaitu makna sekarang yang lebih luas dari sebelumnya
Dulu kata bapak digunakan sebagai panggilan untuk orang tua laki-laki. Namun, sekarang bapak adalah sebutan untuk menyebut laki-laki yang lebih tua dari kita. Begitu pula dengan kata putra-putri yang dulu dipakai untuk sebutan anak-anak dari keluarga kerajaan, tetapi sebutan tersebut ditujukan untuk semua anak-anak meskipun dari masyarakat biasa.
Menyempit adalah makna sekarang yang lebih sempit dari makna dulu.
Dulu, sarjana adalah sebutan untuk orang cendekiawan, sedangkan sekarang sarjana hanya dipakai sebagai gelar bagi orang yang sudah lulus dari perguruan tinggi. Demikian pula dengan madrasah yang dulu digunakan untuk menyebutkan semua sekolah, tetapi sekarang madrasah adalah sekolah yang mempelajari ilmu agama Islam.

Menurut nilai rasanya, makna dibedakan atas:
Ameliorasi adalah perubahan makna menuju tingkat yang lebih tinggi atau maknanya lebih baik dari arti sebelumnya.
Kata wanita lebih baik nilainya dari perempuan
Kata istri lebih tinggi nilainya daripada kata bini

Menurut pergeseran makna, dibedakan atas dua jenis:
Asosiasi merupakan pergeseran makna karena persamaan sifat
Kerja bakti membersihkan selokan sangat menguras tenaga Ayu
Pencuri itu berhasil menguras habis uang yang ada di brankas itu
Sinestesia merupakan perubahan makna karena pertukaran tanggapan antara dua indera yang berbeda.Andi makan buah mangga yang manis
Kata-kata manis dari pria itu berhasil membohongiku

Menurut relasi makna, makna terdiri atas:
Homonim adalah dua kata yang tulisan dan pengucapannya sama tetapi artinya berbeda.
Bisa berarti mampu, dapat, sanggup. Namun, bisa juga memiliki arti sebagai racun.
Homograf adalah dua kata atau lebih yang sama tulisannya, namun pengucapan dan artinya berbeda.
Tahu berarti paham dengan tahu yang artinya sejenis lauk-pauk
Homofon adalah dua kata yang pengucapannya sama, namun tulisan dan artinya berbeda.
Bang dengan bank atau masa dengan massa
Polisemi adalah kata-kata yang terdiri dari banyak arti
Bunga akan dibagikan bagi nasabah Bank setiap setahun sekali
Avi menjadi bunga desa di desanya
Kata bunga di atas memiliki arti berbeda meskipun menggunakan kata sama.
Hipernim adalah kata yang mewakili banyak kata, sedangkan hiponim adalah kata yang terwakili oleh kata hipernim.
Di hutan banyak terdapat hewan buas seperti singa, harimau, dan ular. Binatang buas disebut dengan hipernim, sedangkan hiponim diwakilkan oleh singa, harimau, dan ular.
Sinonim adalah kata yang berbeda tulisan dan pengucapannya namun artinya sama.
Pintar dengan pandai, bahagia dengan senang, cantik dengan elok, atau lezat dengan enak.
Antonim adalah kata-kata yang berbeda atau berlawanan artinya.
Tua dengan muda, besar dengan kecil, lebar dengan sempit, tinggi dengna rendah, atau bagus dengan jelek.

Baca juga : Teks Deskripsi

Dalam pemilihan diksi dalam tulisan sebaiknya memakai kata yang sudah dibakukan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Apabila penulis ingin memperkenalkan kata ciptaan sendiri, maka penulis harus menggunakan tanda ejaan yang berlaku, misalnya diapit oleh tanda kutip dua (“……”). Pemilihan kata (diksi) memiliki tujuan yang sama yakni sama-sama penulis ingin menyampaikan maksud pada karya yang sudah ditulisnya agar pembaca dapat memahami maksud dan tujuan yang diinginkan penulis. Demikian ulasan lengkap mengenai diksi dan semoga bermanfaat.  

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close