Pendidikan

Pengertian Chauvinisme : Ciri dan Dampak [Lengkap]

Ketika kalian menunjukkan kefanatikan dan kesetiaan terhadap suatu negara dengan terlalu berlebihan hingga merendahkan bangsa lain, secara tidak langsung kalian menganut paham chauvinisme. Sekarang, tahukah kalian apa itu chauvinisme? Istilah chauvinisme pertama kali diperkenalkan oleh seorang prajurit yang dianggap hidup di zaman Napoleon Bonaparte yang bernama Nicolas Chauvin. Paham chauvinisme seringkali disebut juga sauvinisme atau sovinisme. Jika kalian masih ingin mengetahui secara lengkap terkait paham chauvinisme, maka kali ini akan diulas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan paham chauvinisme secara lengkap. Simak baik-baik ya!

Pengertian Chauvinisme

Pengertian Chauvinisme : Ciri dan Dampak [Lengkap]
Pengertian Chauvinisme

Chauvinisme merupakan suatu paham yang dianut oleh suatu masyarakat dengan menunjukkan rasa cinta, bangga, dan setia kepada suatu bangsa secara berlebihan. Chauvinisme juga dikenal sebagai bentuk kefanatikan terhadap bangsa sendiri dan menganggap rendah bangsa lain. Chauvinisme seringkali menyebabkan kontra dan dinilai buruk oleh kelompok bangsa lain karena penganut chauvinisme seringkali menunjukkan aura permusuhan kepada bangsa lain. Penganut paham chauvinisme hanya percaya pada kelompoknya sendiri. Mereka tidak mau mempertimbangkan pendapat-pendapat dari orang lain. Meskipun paham chauvinisme menunjukkan rasa cinta kita terhadap tanah air, namun cara penyampaiannya dinilai salah dan sering menimbulkan perpecahan serta pemberontakan yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) di lingkungan masyarakat.

Istilah lain dari paham chauvinisme yaitu sauvinisme atau sovinisme. Perlu diketahui bahwa paham chauvinisme merupakan salah satu paham yang tidak diperbolehkan untuk dianut oleh masyarakat di Indonesia karena paham ini menentang sila ke-3 dari pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia”. Indonesia lebih menganut paham patriotisme daripada paham chauvinisme karena paham patriotisme dianggap lebih cocok dengan ajaran pancasila. Selain itu, ada alasan lain yang membuat Indonesia lebih memiliki paham patriotisme. Berikut akan dipaparkan alasannya, antara lain:

  1. Ajaran pada paham chauvinisme tidak sesuai dengan semua sila dalam pancasila, khususnya sila ke-3, tidak sesuai dengan cita-cita proklamasi Indonesia dan tidak sesuai dengan semboyan pancasila yang mengutamakan sikap toleransi dan saling menyayangi antar bangsa. Sikap-sikap tersebut sangat bertentangan dengan paham chauvinisme.
  2. Paham patriotisme dinilai masyarakat lebih cocok untuk diterapkan karena berdasarkan dengan pancasila dan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia. paham patriotisme sendiri merupakan bentuk ungkapan rasa cinta, bangga, dan rela berkorban untuk bangsa sendiri tanpa merendahkan dan menhina bangsa lain.
  3. Paham chauvinisme umumnya tidak diperbolehkan untuk dianut oleh pemimpin-pemimpin di Indonesia karena dianggap dapat memicu merusak persatuan dan kesatuan bangsa  hingga menimbulkan peperangan yang merugikan semua pihak baik yang terlibat maupun yang tidak terlibat.
  4. Paham chauvinisme tidak cocok untuk diterapkan di Indonesia yang menjunjung tinggi sikap toleransi karena chauvinisme menimbulkan perpecahan di kehidupan masyarakat Indonesia.

Pengertian Chauvinisme Berdasarkan Para Ahli

Agar lebih memahami terkait paham chauvinisme, maka berikut ini akan dipaparkan beberapa penjelasan chauvinisme berdasarkan beberapa ahli:

  1. Menurut ST-Times (2013) menyatakan bahwa chauvinsime merupakan bentuk pengungkapan rasa cinta terhadap tanah air secara berlebihan dengan cara mengagung-agungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain.
  2. Menurut Inoviana (2014) menyatakan bahwa paham chauvinisme merupakan suatu paham yang mengajarkan kesetiaan dengan cara ekstrim dari suatu pihak tanpa mendengarkan pendapat dari pihak lain.
  3. Menurut Mirandalaurensi (2014) menyatakan bahwa chauvinisme merupakan salah satu bentuk tindakan yang mengagung-agungkan negaranya dan menganggap rendah negara lain. Biasanya dilakukan dengan cara menghina negara lain.

Ciri-Ciri Chauvinisme

Ciri-Ciri Chauvinisme
Ciri-Ciri Chauvinisme

1. Pemimpin negara yang terlalu revolusionis dan diktatoris

Pelopor yang mengembangkan paham chauvinisme di sebuah negara adalah sosok pemimpin yang revolusionis dan diktatoris. Tak hanya itu, sosok pemimpin tersebut cenderung memaksakan kehendak dengan tindakan yang sering mengakibatkan terjatuhnya korban dengan jumlah yang banyak.

2. Terlalu fanatik terhadap negara

Negara yang menganut paham chauvinisme akan sangat fanatik pada negaranya sendiri. Semua kebijakan yang berlaku di negara yang menganut paham chauvinisme akan dianggap benar meskipun sebenarnya hasilnya memiliki dampak negatif.

3. Diperlakukan dengan tidak baik

Kita ambil contoh negara Korea Selatan. Negara tersebut pernah diperlakukan dengan tidak baik oleh negara Jepang. Oleh karena itu, Korea Selatan tidak menyukai semua hal-hal yang berkaitan dengan Jepang. Negara tersebut mencintai negaranya sendiri dan memiliki niat untuk melakukan impor barang atau apapun itu dari Jepang.

4. Dipergunakan dalam melancarkan suatu tujuan tertentu

Setiap negara pasti ingin menjadi nomor 1 di dunia sebagai negara terbaik. Jepang, Italia, dan Jerman salah satu dari negara yang menginginkan menjadi negara kekuatan superpower di dunia atau dengan kata lain menjadi negara yang memiliki pengaruh terhadap negara lain. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemimpin dari negara-negara tersebut menerapkan paham chauvinisme.

5. Menaruh kebencian terhadap kedaulatan bangsa lain

Negara yang menerapkan paham chauvinisme di doktrin untuk membenci bangsa lain dengan mengenyampingkan rasa kemanusiaan dan kedamaian yang ada.

6. Merendahkan bangsa lain

Ciri-ciri lain dari penganut paham chauvinisme yaitu merendahkan bangsa lain. ungkapan mengenai kondisi suatu kedaulatan negara dianggap tidak memiliki pengaruh apapun sehingga akan memunculkan berbagai pendapat-pendapat yang bersifat merendahkan bangsa lain.

Dampak Dari Paham Chauvinisme

Dampak Dari Paham Chauvinisme
Dampak Dari Paham Chauvinisme

Penerapan paham chauvinisme dalam suatu negara memiliki dampak yang bersifat positif dan negatif. Berikut akan dipaparkan beberapa dampak positif dan negatif penerapan paham chauvinisme, antara lain:

A. Dampak Positif

  1. Dapat mempersatukan warga negara yang menganut paham chauvinisme yang tunduk terhadap aturan pemerintahan.

B. Dampak Negatif

  1. Timbulnya peperangan dan pertikaian antar bangsa dan negara
  2. Rusaknya perdamaian suatu negara bahkan dunia
  3. Munculnya gangguan dalam pembangunan karena tertutup dari bangsa dan negara lain
  4. Munculnya jiwa introvert dalam diri seseorang sehingga sulit bersosialisasi.
  5. Melupakan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa
  6. Mencetak karakter pemimpin yang berani untuk menyerang negara lain meskipun ada atau tidak adanya sebab yang pasti.
  7. Selalu berpandangan negatif terhadap bangsa atau negara lain.

Beberapa Negara Yang Menganut Paham Chauvinisme

Beberapa Negara Yang Menganut Paham Chauvinisme
Beberapa Negara Yang Menganut Paham Chauvinisme

Beberapa dari negara maju yang ada di dunia yang pernah menerapkan paham chauvinisme dalam kepemimpinannya sehingga negara tersebut terlalu fanatik dengan negaranya sendiri. Berikut ini akan dipaparkan beberapa negara yang pernah menganut paham chauvinisme, antara lain:

1. Italia

Negara Italia merupakan salah satu negara yang pernah menganut paham chauvinisme yang saat itu negara Italia sedang dipimpin oleh Benito Mussolini, seorang diktator fasis yang terlalu menganggap negara lain adalah peniru yang tidak kreatif.

2. Jerman

Negara selanjutnya yang pernah menerapkan paham chauvinisme yaitu Jerman yang kala itu dipimpin oleh Adolf Hitler, seorang diktator yang menganggap tidak ada negara yang terbaik di dunia selain negara Jerman. Perlu diketahui bahwa negara Jerman termasuk negaran yang mempunyai pemimpin yang kejam dan  kaku yang memusuhi kaum yahudi, anak-anak cacat, serta anak-anak kembar.

3. Jepang

Negara yang terakhir yang pernah menerapkan paham chauvinisme yaitu Jepang yang dikenal dengan Negeri Sakura. Negara Jepang terkenal memiliki kecerdasan dalam kemajuan teknologi dan menjadi raja eletronik dan otomatif terbesar di dunia. Ketika negara Jepang menerapkan paham chauvinisme yang mana kala itu dipimpin oleh Tenno Haika yang mana menganggap negara Jepang adalah negara terbaik di dunia.

Baca juga : Organisasi

Demikian ulasan mengenai pengertian paham chauvinisme secara lengkap. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda karena dengan artikel ini Anda dapat mengetahui bahwa paham chauvinisme tidak seharusnya diterapkan di negara-negara di dunia termasuk Indonesia karena penerapan paham chauvinisme dinilai dapat merugikan suatu bangsa atau negara.  

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close