Bisnis

Pengertian Asuransi : Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Kriteria

Dilihat dari bahasa Inggris, insurance berarti pertanggungan. Sedangkan menurut bahasa Indonesia, asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua pihak. Pihak pertama wajib membayar iuran, sedangkan pihak kedua harus memberikan jaminan kepada pembayar iuran jika terjadi sesuatu yang menimpa sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat. Hal-hal yang dapat diasuransikan bisa berupa benda, jasa, kesehatan, hukum, jiwa, perjalanan, dan kepentingan-kepentingan lain yang hilang, rusak, atau nilainya berkurang. Bagaimana penjabaran asuransi serta manfaatnya bagi Anda? Apa saja jenis asuransi dan kriteria risiko yang ditanggung asuransi? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Undang-Undang No.2 Tahun 1992 menyebutkan bahwa asuransi merupakan perjanjian dua pihak atau lebih dimana penanggung berkaitan kepada tertanggung untuk menerima premi asuransi atas kerugian, kerusakan atau kehilangan yang diderita tertanggung. Pihak yang memberikan premi disebut dengan tertanggung, sementara pihak yang menerima disebut penanggung. Premi adalah biaya yang harus dibayarkan oleh tertanggung kepada penanggung. Lain halnya dengan perjanjian kedua pihak atau disebut dengan kebijakan merupakan kontrak legal dari setiap peristiwa yang dilindungi. Prinsip-prinsip dasar yang harus dimiliki oleh lembaga atau perusahaan di dalam bisnis asuransi, antara lain:
Insurable interest, yaitu hak mengasuransikan dari hubungan keuangan antara pihak tertanggung dengan hal-hal yang diasuransikan.
Utmost good faith, yaitu tindakan mengungkapkan semua fakta material atau material fact terhadap sesuatu yang diasuransikan baik diminta atau tidak secara akurat dan lengkap. Pihak penanggung secara jujur menerangkan dengan jelas sesuatu tentang syarat atau kondisi asuransi. Si tertanggung pun harus memberikan keterangan jelas terhadap objek atau kepentingan yang telah dipertanggungkan.
Proximite cause, yaitu penyebab aktif dan efisien yang menyebabkan rantaian kejadian akibat adanya intervensi yang memulai dan secara aktif berasal dari sumber baru dan independen
Indemnity, yaitu pihak penanggung menyediakan kompensasi finansial untuk menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang dimiliki sebelum adanya kerugian tersebut
Subrogation, yaitu pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada pihak penanggung setelah adanya klaim asuransi yang dibayarkan
Contribution, yaitu hak pihak penanggung dalam mengajak penanggung lain yang sama-sama menanggung. Namun, dalam hal ini tingkat kewajiban terhadap pihak tertanggung tetap ikut memberikan indemnity.

Baca juga : Perusahaan Asuransi

Istilah-Istilah Dalam Asuransi

Pengertian Asuransi : Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Kriteria
Istilah-Istilah Dalam Asuransi

Asuransi memiliki beberapa istilah-istilah yang sering dipakai, antara lain:

1.Polis asuransi merupakan surat perjanjian antara penanggung dan pemegang polis yang harus diperhatikan oleh kedua belah pihak secara saksama

2. Pemohon (applicant) adalah orang yang mengajukan permohonan sebuah asuransi. Apabila asuransi disetujui, maka status pemohon berubah menjadi pemegang polis

3. Pemegang polis adalah orang pemegang asuransi yang disetujui sebelumnya

4. Tertanggung merupakan objek pertanggungan asuransi atau orang yang diasuransikan oleh badan asuransi

5. Penerima uang pertanggungan (beneficiary) adalah satu atau beberapa orang yang menerima uang pertanggungan saat terjadi sesuatu. Penerima uang pertanggung ini biasanya adalah anak atau keluarga dekat

6. Uang pertanggungan adalah nilai yang tercantum dalam polis asuransi yang akan dibayarkan oleh penanggung. Atau bisa dikatakan sebagai ganti rugi yang dibayarkan saat terjadi sesuatu terhadap pihak tertanggung

7. Premi adalah jumlah uang yang harus dibayar pihak tertanggung selama bergabung dengan perusahaan asuransi. Jumlah uang yang tertulis pada polis asuransi sudah disetujui oleh kedua belah pihak

8. Nilai tunai adalah uang yang harus dibayar kepada pemegang polis jika polis yang sudah disetujui telah dibatalkan sebelum masa asuransi berakhir atau saat pihak tertanggung meninggal dunia

9. Insurable interest adalah hubungan antara tertanggung dengan objek yang diasuransikan oleh badan asuransi. Hal ini termasuk sesuatu yang berpotensi menyebabkan kerugian finansial bagi tertanggung

Baca juga : Asuransi Kesehatan

Tujuan Asuransi

Tujuan Asuransi
Tujuan Asuransi

Perusahaan asuransi memiliki beberapa tujuan yang sangat beragam. Pertama, adalah mengalihkan sejumlah risiko suatu pihak kepada perusahaan asuransi. Hal ini bisa disebut juga dengan jaminan dari perlindungan segala bentuk risiko kerugian yang bisa saja terjadi. Jaminan tersebut dapat menghemat pengeluaran biaya sendiri atas segala kerugian akibat risiko peristiwa yang terjadi. Adapun bagi pemegang asuransi jiwa, asuransi tersebut bisa menjadi tabungan sehingga sebagian biaya premi dikembalikan kepada nasabah. Tujuan lainnya adalah membuat perusahaan mengurangi biaya pengawasan, pengamanan, dan perlindungan yang memakan banyak waktu. Selain mendapatkan ganti rugi sesuai dengan nilai premi, asuransi juga bertujuan untuk menutupi loss of earning power saat seseorang atau badan usaha tidak bekerja lagi. Terakhir, asuransi menjadi dasar pihak Bank untuk memberikan kredit pada seseorang atau badan usaha atas dana yang sudah dipinjamkan kepada nasabah.

Baca juga : Asuransi Perjalanan Terbaik

Fungsi Asuransi

Fungsi Asuransi
Fungsi Asuransi

Asuransi memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah:

  • Penghimpun dana, artinya asuransi menghimpun dana dari masyarakat kemudian diinvestasikan ke berbagai usaha yang lebih produktif
  • Membantu pebisnis fokus pada usaha, artinya pengusaha wajib memiliki asuransi di dalam bisnisnya untuk mengatasi rasa cemas pada risiko yang terjadi sehingga pengusaha hanya fokus pada operasional dan pengembangan bisnisnya
  • Membagi risiko kerugian, artinya, pembayaran premi yang dilakukan nasabah seimbang dengan risiko pengalihan kepada perusahaan asuransi

Baca juga : Asuransi Mobil

Jenis-Jenis Asuransi

Jenis-Jenis Asuransi

Beberapa jenis-jenis asuransi yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan sesuai dengan kebutuhan Anda, antara lain:
Asuransi Kesehatan, adalah asuransi yang memberikan jaminan kesehatan kepada nasabah akibat kecelakaan atau penyakit.
Asuransi Jiwa, adalah asuransi yang memberikan jaminan atas kematian seseorang dengan nilai keuangan.
Asuransi Pendidikan, adalah asuransi yang memberikan jaminan pendidikan pada pihak tertanggung.
Asuransi Bisnis, adalah asuransi yang memberikan jaminan kepada perusahaan atas risiko kerugian, seperti kehilangan, kerusakan, dan lainnya.
Asuransi Kepemilikan Rumah dan Properti, adalah asuransi yang memberikan jaminan atas kerusakan rumah atau properti kepada pemiliknya.
Asuransi Kendaraan, adalah asuransi yang memberikan jaminan pada kendaraan atas kecelakaan atau kehilangan.

Kriteria Risiko yang Dapat Ditanggung Asuransi

Kriteria Risiko yang Dapat Ditanggung Asuransi

Perlu Anda ketahui, tidak semua risiko dapat diasuransikan. Ada beberapa kriteria yang harus Anda penuhi agar sesuatu hal dapat diasuransikan, antara lain:

  • Risiko harus muncul secara tidak terduga dan bisa menimpa siapa saja, contohnya risiko kecelakaan atau meninggal dunia
  • Pengalihan risiko harus berasal dari finansial, bukan dari sisi emosional tertanggung, misalnya asuransi jiwa yang memberi pengalihan beruap uang tanpa bisa menghidupkan kembali pihak yang meninggal
  • Harus dapat diperkirakan kerugiannya, misalnya koleksi perangko yang sulit diasuransikan karena bergantung pada kesukaan subjektif
  • Risiko atau kerugian tidak boleh terjadi atas unsur kesengajaan seperti seseorang yang mencoba bunuh diri
  • Bukti dari kerugian yang dialami harus sah sebelum Anda mengajukan klaim pada pihak asuransi
  • Risiko yang diasuransikan harus menyangkut diri Anda sendiri dan bukan pada orang lain. Misalnya, Anda tidak bisa mengajukan klaim pada pihak asuransi terkait kehilangan kendaraan yang dialami oleh tetangga Anda sendiri

Baca juga : Asuransi Jasa Indonesia

Demikian ulasan pengertian dan penjabaran lengkap mengenai asuransi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close