Bisnis

Pengertian Asuransi Syariah : Perbedaan, Manfaat, & Kelebihan

Semakin berkembangnya zaman, saat ini perusahaan asuransi banyak menawarkan berbagai macam jenis produk asuransi yang memiliki beragam fitur dan keunggulan masing-masing produk yang dikeluarkan. Perlu diketahui juga, saat ini semakin maraknya produk-produk yang berbasis syari’ah terutama produk keuangan mulai dari bank syariah, properti syariah hingga asuransi syariah. Memang benar bahwa saat ini perusahaan-perusahaan asuransi banyak yang beralih menjadi perusahaan asuransi syariah. Mengapa demikian? Karena banyak masyarakat yang ingin menghindari suatu hal yang bernilai riba terutama dalam hal keuangan.

Di Indonesia terdapat beberapa lembaga asuransi yang terdiri dari asuransi syariah dan asuransi konvensional. Namun beberapa tahun terakhir ini, asuransi syariah menjadi salah satu produk asuransi yang banyak dibicarakan olek masyarakat. Hal itu dikarenakan asuransi syariah hadir untuk memenuhi kepentingan orang banyak yang sangat mengharapkan adanya sebuah produk asuransi yang halal dan sesuai dengan ketentuan syariah islam.

Saat ini perusahaan asuransi syariah sudah tersebar dimana-mana. Meskipun menjadi topik pembicaraan, masih ada juga beberapa orang yang masih belum mengetahui terkait asuransi syariah. Oleh karena itu, di dalam artikel ini akan diulas secara lengkap mengenai hal-hal yang berkaitan dengan asuransi syariah mulai dari pengertian, perbedaan antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional, manfaat, serta keuntungan dan kerugian yang dimiliki. Berikut ulasannya di bawah ini!

Baca juga : Pengertian Asuransi

Pengertian Asuransi Syariah

Pengertian Asuransi Syariah : Perbedaan, Manfaat, & Kelebihan
Pengertian Asuransi Syariah

Dalam praktek penggunaannya, perusahaan asuransi syariah menggunakan prinsip syariah yang sesuai dengan ajaran agama Islam yaitu prinsip tolong menolong (ta’wuni) dan saling melindungi (takafuli) melalui pembentukan kumpulan dana yang mana dikelola berdasarkan prinsip syariah dalam menghadapi suatu risiko. Hal itulah yang membedakannya dengan perusahaan asuransi konvensional yang dalam penggunaannya menerapkan kontrak jual beli. Oleh karena itulah, banyak orang yang beralih menggunakan asuransi syariah untuk mendapatkan jaminan perlindungan dari berbagai macam risiko yang mungkin terjadi dan mereka juga menghindari adanya praktek riba dalam hal keuangan.

Menurut Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), asuransi syariah merupakan sebuah usaha untuk melindungi dan saling tolong menolong pada sejumlah orang ataupun pihak yang dilakukan melalui investasi berupa aset (tabarru) yang mana nantinya memberikan pola pengembalian yang digunakan untuk menghadapi suatu risiko melalui akad (perikayan) berdasarkan ketentuan syariah. Dalam hal ini, perusahaan asuransi syariah bertanggung jawab dalam mengelola dana tabarru tersebut.

Baca juga : Perusahaan Asuransi

Di dalam asuransi syariah telah diberlakukan suatu sistem yang mana para nasabah akan menghibahkan sebagian bahkan seluruh konstribusi yang akan digunakan untuk membayat klaim asuransi jika ada nasabah yang mengalami suatu musibah atau kejadian yang tidak diinginkan. Dapat dikatakan bahwa di dalam asuransi syariah, peranan perusahaan asuransi yang menanganinnya berstatus hanya sebatas pihak pengelola secara operasional dan investasi dari sejumlah dana yang dterima saja.

Sama halnya dengan produk dari asuransi-asuransi pada umumnya, produk asuransi syariah juga terdiri dari berbagai macam produk seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi kendaraan, asuransi properti, dan masih banyak lagi produk-produk asuransi tersebut bisa didapatkan dengan mudah dari perusahaan-perusahaan asuransi swasta.

Baca juga : Asuransi Jasa Indonesia

Perbedaan Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional

Perbedaan Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional
Perbedaan Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional

Berikut akan dipaparkan beberapa perbedaan yang dimiliki antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional. Simak berikut ini!

1. Dilihat dari pengelolaan risiko

Di dalam asuransi syariah, sekumpulan orang akan saling membantu, tolong menolong, dan bekerja sama dengan cara mengumpulkan dana tabarru sehingga dalam pengelolaannya, asuransi syariah menggunakan prinsip sharing of risk dimana risiko yang dihasilkan akan diberikan atau dibebankan pada perusahaan dan nasabah asuransi itu sendiri. Sedangkan dalam asuransi konvensional memberlakukan sistem transfer of risk dimana risiko yang dihasilkan diberikan oleh pihak yang tertanggung atau nasabah asuransi kepada pihak perusahaan asuransi tersebut.

2. Sistem perjanjian

Dalam asuransi syariah hanya menggunakan akad hibah yang didasarkan pada syariah Islam. Sedangkan asuransi konvensional menggunakan akad yang cenderung sama dengan perjanjian jual beli

3. Pengelolaan dana

Dalam asuransi syariah, pengelolaan dana bersifat transparan dan dipergunakan untuk mendatangkan keuntungan yang besar. Sedangkan asuransi konvensional, perusahaan asuransi yang akan menentikan jumlah besaran premi dan berbagai biaya lainnya untuk mendatangkan keuntungan besar.

4. Pembagian Keuntungan

Dalam asuransi syariah, semua keuntungan yang diperoleh akan dibagikan kepada semua nasabah asuransi syariah. Sedangkan dalam asuransi konvensional, seluruh keuntungan yang diperoleh menjadi hak milik perusahaan asuransi tersebut.

5. Kewajiban mengeluarkan zakat

Dalam perusahaan asuransi syariah mewajibkan nasabahnya untuk mengeluarkan sejumlah zakat yang akan disesuaikan dengan besarnya keuntungan yang diperoleh perusahaan. Sedangkan untuk asuransi konvensional tidak diberlakukan mengeluarkan zakat.

Baca juga : Asuransi Kesehatan

Manfaat Asuransi Syariah  

Manfaat Asuransi Syariah
Manfaat Asuransi Syariah

Asuransi syariah memiliki beberapa manfaat yang membedakannya dengan asuransi konvensional, sebagai berikut:

  • Menerapkan suatu prinsip tolong menolong

Asuransi syariah dikenal sebagai salah satu asuransi yang menerapkan prinsip tolong menolong dengan konsep donasi. Artinya pada saat seseorang yang bertindak sebagai nasabah atau menjadi pihak tertanggung membeli asuransi yang berbasis syariah, maka secara tdak langsung orang tersebut mendonasikan sebagian dananya untuk nasabah lainnya yang terkena musibah

  • Menerapkan sistem Risk Transfer bukan Risk Sharing

Tujuan diterapkan sistem ini supaya seseorang yang membeli asuransi syariah tidak akan kehilangan dana yang telah didonasikan atau diinvestasikan. Mengapa demikian? Karena pada periode tertentu, semua keuntungan yang diperoleh akan dibagikan secara merata kepada kedua belah pihak sehingga sistem ini dinilai lebih adil dan menguntungkan kedua belah pihak

  • Tidak adanya dana hangus karena menerapkan konsep Wadiah

Selain menggunakan konsep donasi, asuransi syariah juga menggunakan konsep wadiah atau disebut sebagai titipan dimana konsep ini memberikan pola pengembangan untuk dana nasabah yang berasal dari rekening tabungannya yang di awal sudah dipisahkan dengan rekening dana tabarru.

Baca juga : Asuransi Pendidikan

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Syariah

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Syariah
Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Syariah

Kelebihan Asuransi Syariah

  • Pengelolaan dana di perusahaan asuransi syariah menggunakan konsep pembagian yang jelas dan transparan sesuai dengan syariah dan dilakukan di awal akad. Sedangkan untuk pengelolaan dana tabarru akan dilakukan secara transparan dan profesional oleh perusahaan asuransi syariah melalui investasi yang berlandaskan prinsip syariah
  • Pengelolaah dana nasabah yang sesuai dengan syariah islam akan menghindarkan dari praktek Riba, Maisir atau judi, dan Gharar atau ketidak jelasan. Dana tabarru yang telah terkumpul akan digunakan untuk menghadapi atau mengantisipasi terjadinya suatu musibah yang terjadi pada nasabah asuransi. Dengan adanya asuransi syariah, secara tidak langsung seseorang sudah mempersiapkan secara finansial dengan tetap mempertahankan prinsip transaksi sesuai dengan syariah Islam
  • Memiliki sistem alokasi dan distribusi surplus underwriting
  • Diawasi langsung oleh Dewan Pengawas Syariah dimana dewan tersebut berperan untuk mengawasi perusahaan asuransi berbasis syariah agar kegiatan atau aktivitas yang dilakukan sesuai dengan prinsip syariah Islam sehingga para nasabah tidak perlu khawatir tentang hala-haram dalam transaksi asuransi syariah.

Kekurangan Asuransi Syariah

  • Asuransi syariah tidak bisa melakukan ke sembarang bentuk investasi. Asuransi syariah hanya dapat menginvestasikan semua dana yang terkumpul sesuai dengan persetujuan dari Dewan Pengawas Syariah. Pengawasan yang dilakukan oleh dewan tersebut agaknya kurang memberikan keleluasaan perusahaan dalam memperoleh keuntungan. Hal itu mengakibatkan keuntungan yang diperoleh perusahaan asuransi syariah terbatas dan kurang maksiman. Keuntungan yang diperoleh hanya di sebagian bidang saja.
  • Banyak masyarakat yang masih saja tertarik dengan asuransi konvensional daripada syariah
  • Di Indonesia, asuransi syariah baru muncul setelah asuransi konvensional yang mana banyak masyarakat yang beranggapan jika asuransi syariah hanya plagiat dari asuransi konvensional
  • Di dalam asuransi syariah tidak semuanya bisa diasuransikan yang mana akan mengakibatkan berkurangnya jumlah nasbah yang akan membeli asuransi syariah

Nah itulah ulasan mengenai pengertian asuransi syariah terlengkap. Semoga apa yang diulas di dalam artikel ini bermanfaat bagi Anda terutama yang berkaitan dengan kegiatan melakukan asuransi.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close