Umum

Pengertian Artikel Ilmiah : Tujuan Dan Contohnya

Banyak yang masih bingung serta belum mengenal betul apa itu artikel ilmiah dan apa bedanya dengan sebuah laporan penelitian. Meski kata artikel sudah sering didengar oleh banyak orang, namun belum banyak yang mengetahui arti sebenarnya dari artikel ilmiah dan bagaimana format penulisannya serta membuat contoh artikel ilmiah itu sendiri.

Pengertian Artikel Ilmiah : Tujuan Dan Contohnya

Pengertian Artikel Ilmiah
Pengertian Artikel Ilmiah

Meski telah terkenal dikalangan mahasiswa yang sedang berjuang mati – matian untuk menyelesaikan studynya, namun masih banyak yang belum memperhatikan betul apa sebenarnya artikel ilmiah itu dan apa bedanya dengan laporan tugas akhir. Artikel ilmiah dapat diartikan sebagai sebuah karya ilmiah yang ditulis dan dimuat dalam jurnal ilmiah dengan tata cara penulisan yang mengikuti pedoman yang telah disepakati dalam suatu konvensi ilmiah.

Artikel ilmiah ditulis berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, baik itu hasil penelitian dalam laboratorium, hasil pemikiran yang sesuai dengan kajian pustaka, hingga hasil pengamatan langsung dari peneliti. Artikel ilmiah harus bersifat ilmiah dan sistematis.

Artikel ilmiah
Artikel ilmiah

Tujuan utama dari ditulisnya suatu artikel ilmiah adalah untuk menuangkan pemikiran penulis terhadap suatu penelitian yang nantinya akan berguna dan mempunyai sumbangsih yang tinggi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.

Contoh Artikel Ilmiah

Contoh Artikel Ilmiah
Contoh Artikel Ilmiah

FABRIKASI TINTA SPIDOL WHITEBOARD DARI AMPAS TEH DAN BUAH TAMPAL BESI

Ida Puji Putri*

Mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika

Fakultas Sains dan Teknologi

Email : Idapujiputri8@gmail.com

ABSTRAK

Kebutuhan tinta yang sangat tinggi dibidang pendidikan mendorong perkembangan teknologi pembuatan tinta semakin berkembang. Efek samping tinta pasaran yang berdampak buruk bagi kesehatan dan harga yang relatif mahal menjadi alasan pembuatan tinta dengan bahan dasar murah dan ramah lingkungan. Ampas teh memiliki kandungan zat tanin yang berfungsi sebagai antidotum alami dan berperan dalam proses penyamakan, pembuatan cat dan sebagai bahan perekat. Kandungan carbon pada ampas teh yang sudah dioven menjadi bahan pembuatan tinta warna hitam. Kandungan zat pewarna antosianin pada buah tampal besi memberikan warna orange dan merah dirasa tepat untuk menjadi tambahan zat pewarna pembuatan tinta. Pembuatan tinta menggunakan bahan ampas teh dan buah tampal besi dicampurkan dengan zat pelarut berupa alkohol dan aquades, ditambahkan pelicin berupa PEG dan Perekat berupa Getah Acasia (Gum Arab). Tinta dibuat dengan variasi masa carbon ampas teh untuk kemudian diuji intensitas cahaya, absorbsi dan juga adhesi.

Kata-kata Kunci: Tinta, Ampas Teh, Buah Tampal Besi

BAB I

PENDAHULUAN

Tinta adalah cairan yang merupakan zat berwarna baik merah, hitam, biru dan warna lainnya (Anonim.,2010). Ada banyak sekali jenis tinta diantaranya tinta untuk menulis baik di buku tulis atau di papan tulis, tinta untuk pewarnaan, dan tinta untuk percetakan. Semua lembaga baik di perkantoran, insdustri dan pendidikan sangat bergantung dengan ketersediaan tinta. Lembaga pendidikan merupakan salah satu lembaga yang tidak dapat dipisahkan dengan adanya tinta. Meskipun perkembangan teknologi memunculkan sistem berbasis online, tapi pada kenyataannya kegiatan belajar mengajar belum dapat dipisahkan dari kegiatan menulis menggunakan tinta.

Tinta merupakan komponen penting dalam lembaga pendidikan di Indonesia. Dibuktikan dengan hampir setiap sekolah mengguakan whitebard dan spidol dalam kegiatan belajar mengajar disekolah(Putro et al., 2018). Kebutuhan tinta yang sangat tinggi dengan harga yang tidak murah dan kandungan VOC (Volatile Organic Compound) yang sangat membahayakan jika terhirup sehingga menimbulkan iritasi dan gangguan pernafasan merupakan permasalahan yang melatar belakangi penelitian ini(Suhartini.,2012). Salah satu contoh VOC yang berdampak buruk yaitu xylene(dimetilbenzene) yang bahkan dapat menyebabkan kerusakan otak, hati, ginjal dan paru-paru jika terhirup dalam jangka panjang (Anova 2017; Ratnasari et al.,2013).

Seiring berkembanganya teknologi banyak sekali inovasi tinta pada saat ini. Penggunaan bahan dasar yang berbeda memberikan hasil yang berbeda pula seperti ampas kopi, arang jerami, sampah daun, daun jambu biji dan daun gambir. Komposisi tinta pada umumnya berupa zat pewarna, perekat, pelarut dan zat adiktif(Anova., 2017). Resin berfungsi sebagai perekat pada tinta untuk mencapai kekentalan tertentu. Salah satu zat yang sering digunakan sebagai zat perakat tinta adalah zat tanin (Rengganis et al.,2017).

RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

Bagaimana fabrikasi tinta spidol whiteboard dari ampas teh dan buah tampal besi?

TUJUAN MASALAH

Tujuan dari penelitian ini adalah :

  1. Mengetahui cara pembuatan fabrikasi tinta spidol whiteboard dari ampas teh dan buah tampal besi

BAB II

PEMBAHASAN

Bahan utama penelitian ini adalah ampas teh dan juga buah tampal besi. Sedangkan bahan pendukungnya berupa Gum Arab (getah acasia), alkohol 70%, aquades, dan PEG (Polyethylene Glycol). Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah oven, gelas kimia, pipet, gelas ukur, pengaduk, saringan, blender, panci dan kompor elektrik. Pada tahap pertama, ampas teh di keringkan dibawah sinar matahari hingga mengurangi kadar air pada ampas teh. Setelah dirasa cukup kering masukkan ampas teh pada oven dengan suhu 200ºC selama 45 menit. Kemudian haluskan ampas teh dengan menggunakan blender dan kemudiandisaring untuk menghomogenkan serbuk teh.

Tahap yang kedua, yaitu dengan membuat larutan campuran antara gum arab dan aquades pada suhu 70ºC – 80ºC hingga larutan tercampur merata. Gum arab secara umum memiliki fungsi stabilitas dan viskositas karena sifatnya sebagai perekat (Y.D. Bayuarti.,2006). Pada larutan ini massa gum arab 1,5 gram dengan aquades sebanyak 7 ml. Campurkan pula ampas tehdenganvariasi sebanyak 1-3 gram , tanaman tampal besi 5 ml dan PEG 0,2 gram. Aduk hingga larutan tercampur rata. Proses pemanasan tidak boleh melebihi suhu 80ºC untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan pada getah acasia dalam proses emulsifikasi (A. Setyawan.,2007).

Tahap ketiga, yaitu menambahkan alkohol ke dalam larutan pada tahan ke dua sebanyak 2 ml. Larutan diaduk hingga homogen. Kemudian tuangkan setiap larutan dengan variasi massa massa karbon kedalam wadah yang berbeda.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Ampas teh yang biasanya hanya menjadi sampah dapat dijadikan pigmen warna hitam untuk spidol whiteboard. Dari uji intensitas cahaya, absorbs dan daya adhesi dapat diketahui bahwa ampas the dan sari buah tampal besi memiliki klasifikasi untuk diijadikan bahan utama pembuatan tinta.  Pada uji intensitas cahaya dapat diketahui tinta paling tebal yaitu tinta dengan variasi massa 3 gram dengan intensitas cahaya sebebsar 0,05 lux yang bisa melewatinya. Pada uji absobsi, tinta dengan ke 3 variasi hampir memliki daya serap yang sama. Dengan laju penyerapan terbaik terjadi pada 30 detik awal.

Uji adhesi yang dilakukan untuk mengetahui daya lekat tinta pada white board memberikan hasil terbaik daya lekatnya ada pada tinta dengan variasi karbon 3 gram. Namun, kekurangan yang terjadi diantaranya yaitu saringan yang kurang memadai. Hal ini dapat dilihat dari tinta yang kurang homogen jelas terlihat pada percobaan uji intensitas dan uji adhesi.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close