Umum

Pengakuan Gilang Predator Seks Fetish Kain Jarik!

Tahukau, – Pengakuan Gilang predator seks fetish kain jarik yang cukup mengejutkan, karena ia mengaku melakukan pelecehan terhadap lebih dari 10 orang korban.

Tersangka Gilang Aprilian Nugraha (22), sang predator seks fetish kain jarak yang ditangkap. Dengan berbagai pengakuan yang mengejutkan Gilang diungkapkan ke piahk polisi.

Polisi juga mengungkapkan motif di balik Gilang yang melakukan pembungkusan korbannya memakai kain jarik, dan berkedok tugas penelitian dan riset.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhonny Eddizon Isir menjelaskan, tersangka sudah melakukan hal itu dengan tujuan untuk memenuhi hasrat dan nafsu seksualnya saat melihat seseorang terikat dan terbungkus dengan balutan kain jarik.

Baca juga: Pelaku Fetish Kain Jarik Akhirnya Ditangkap!

“Motif tersangka melakukan hal tersebut, akibat adanya menimbulkan rangsangan seksual saat melihat orang ditutupi dan dibungkus kain jarik dan diikat seperti jenazah,” jelas Isir saat konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (8/8/2020).

Perilaku pelecehan seksual tersebut dilakukan secara virtual. Dimana korban diminta untuk memfoto kegiatan tersebut dan membuat video saat melakukan aksi membungkus.

Dengan melihat langsung aktivitas-aktivitas seperti itu, maka Gilang mengakui merasa nafsu seksualnya timbul begitu saja.

“Setelah menyetujui dengan korban untuk meminta bantuan penelitian. Lalu korban diminta mempersiapkan alat yang dibutuhkan berupa 3 helai kain jarik, tali rafia bekas dan juga lakban. Lalu korban diminta mempraktekan adegan yang dijelaskan oleh tersangka melalui WA dan juga video,” ungkap Isir.

Korban lalu dibungkus kain seperti layaknya pocong dengan beberapa ikatan dan lakban dengan durasi yang ditentukan, sehingga merasa sakit dan sesak nafas.

Video lalu dikirimkan kepada tersangka. Dan Gilang meminta korban mengulangi hal tersebut sampai dirinya merasa puas.

“Video yang minta diulangi dengan alasan menurut pelaku ada beberapa adegan yang tidak sesuai namun korban tidak mau, dan tersangka tetap memaksa agar korban mau menuruti permintaan tersangka,” jelasnya.

Jika korban menolak, Gilang akan mengancam dengan alasan dirinya yang memiliki penyakit vertigo kambuh dan akan bunuh diri.

Karena ancaman tersebutlah korban merasa takut dan akhirnya terpaksa menuruti apa yang dimau mahasiswa semester 10 itu.

“Karena korbannya merasa takut dengan ancaman itu, maka terpaksa dituruti,” katanya.

Polisi juga menemukan beberapa barang bukti seperti kain jarik, lakban juga tali, yang ada di kamar kamar kos Gilang pelaku fetish yang tidak biasa. Barang itu ditemukan dari hasil penggeledahan dari pihak kepolisian.

Dimana aksinya, ia meminta korban membungkus diri dalam memenuhi hasrat seksualnya. Dan barang bukti tersebut diperlihatkan ketika konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya.

Baca juga: Unair Resmi DO Gilang, Predator Fetish Kain Jarik!

Isir menjelaskan kenapa bisa ada barang-barang di kamar kos Gilang, karena jika sewaktu ada korban yang bisa dibujuk oleh tersangka dan terperangkap permainannya maka ia bisa melalukan secara langsung di sana.

Contohnya seperti, salah satu kejadian yang menimpa korban berinisial W pada 2015 lalu. Tahun itu menjadi awal di mana Gilang mulai mempraktekan cara membungkus orang dengan kedok penelitian juga riset.

“Jika korban yang dibungkus secara langsung juga mengalami tindakan-tindakan pelecehan seksual lain dari tersangka,” jelasnya.

Tidak hanya barang bukti dari kamar kos Gilang saja, polisi juga meminta kain jarik dari korban inisial MFS. Ia menjadi korban yang membuat utas di twitter sampai kasus ini heboh.

Barang yang disita seperti tiga lembar jarik, lakban, dan tali temali yang menjadi bukti saat MFS dipaksa untuk membungkus dirinya untuk memenuhi fantasi seks dari Gilang.

Saat ini Gilang sudah ditahan oleh Polrestabes Surabaya. Sebelumnya ia ditangkap saat berada di rumah saudaranya yang ada di Jalan Cilik Riwut, Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Ia juga sudah resmi di hentikan menjadi Mahasiwa Unair. Keputusan mengenai pemberhentian atau Drop Out (DO) langsung diumumkan oleh Rektor Unair Mohammad Nasih melalui Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo pada Rabu (5/8/2020) lalu.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close