Umum

Negara Dalam Lingkaran Resesi, Termasukkah Indonesia?

Tahukau, – Negara dalam lingkran resesi?, termasuk dalam beberapa negara maju dan besar, pandemi yang berkelanjutan membuat negara ini mengalami kemunduran dalam hal ekonomi.

Pandemi Covid-19 telah menjatuhkan perekonomian banyak negara. Bahkan beberapa negara telah masuk ke jurang resesi.

Terbaru ada negara Amerika Serikat yang secara resmi menyatakan mengalami resesi. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi kuartal II nya dalam tekanan mendalam.

Sebelumnya ada juga negara Jerman yang menyatakan resmi resesi karena kondisi perekonomian yang juga tertekan tinggi. Jauh sebelumnya ada beberapa negara Asia seperti Singapura juga menyatakan resesi.

Unuk itu inilah daftar negara yang telah jatuh ke lingkaran resesi:

Amerika Serikat

Kondisi ekonomi negeri Paman Sam mengalami angka negatif 32,9% pada periode April – Juni. Gejolak ini jauh lebih tajam dari kuartal I yang tercatat minus 5%.

Data laporan dari Departement Perdagangan AS yang baru dirilis, Kamis (30/7/2020) dilansir langsung dari CNBC International.

Kontraksi inggi terjadi dalam bidang konsumsi, ekspor, sampai inevstasi juga pengeluaran pemerintah. Terlihat, pengeluaran yang tergelincir cukup dalam yaitu pada health care atau kesehatan dan barang-barang seperti pakaian juga alas kaki.

Sementara penurunan investasi tertinggi diakibatkan oleh mundurnya sektor otomotif.

Baca juga: Bakal Dipanggil KPK Usai Nadiem Makarim Minta Maaf Kepada PP Muhammadiyah, NU Dan PGRI

Jerman

Pemerintah Jerman juga mengkonfirmasi bidang ekonomi Negeri Panzer ini mengalami resesi. Negara Jerman kembali mencatat gejolak resesi pada ekonominya di kuartal-II 2020.

Pada basis kuartalan (QtQ) ekonomi minus -10,1%. Sebelumnya di kuartal-I 2020, ekonomi minus 2,2%.

Pada basis tahunan (YoY) ekonomi Jerman, mengalami minus 11,7%. Sebelumnya di kuartal I 2020, ekonomi Jerman tercatat minus 2,3%.

Dengan demikian, Jerman mengalami terjadinya resesi. Resesi yaitu kondisi di mana pertumbuhan ekonomi turun minus dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

“Ini menjadi penurunan paling tajam sejak perhitungan PDB triwulan untuk Jerman sejak tahun 1970,” ungkap kantor federal statistik Jerman.

Hong Kong

Kondisi resesi juga terjadi di Hong Kong. Ekonomi kota di bawah China itu kembali mengalami gejolak atau minus 9% di kuartal-II 2020 secara tahun ke tahun (YoY) dari data Rabu (29/7/2020) lalu.

Ini menjadi kontraksi empat kuartal berturut-turut bagi pusat ekonomi global ini. Di mana kegiatan ekonomi sudah susut sejak pertengahan tahun 2019, saat protes terjadi di massa anti Beijing lalu.

Walau begitu, data terbaru menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding kuartal-I 2020, minus 9,1% (YoY). Pada basis kuartalan (QtQ), ekonomi minus 0,1% di kuartal II-2020 ini.

“Ekonomi Hong Kong mulai stabil pada kuartal terakhir ini karena stimulus fiskal juga permintaan yang lebih kuat di China mengimbangi konsumsi dan investasi yang emah,” jelas Ekonom China untuk Capital Economics dalam sebuah catatan ditulis CNN Business.

Walau begitu, ancaman gelombang kedua Covid tetap menjdi waspada. Beberapa minggu ini, kasus Covid-19 Hong Kong naik setelah sebelumnya bisa mengendalikan virus tiga bulan lalu.

“Jalan bergelombang menuju pemulihan” ungkap Kepala Keuangan Hong Kong Paul Chan dalam sebuah postingan blog yang diterbitkan Minggu. “Terulangnya epidemi lokal baru ini, menunjukkan jika mungkin diperlukan waktu lama untuk ekonomi lokal menjadi pulih.”

Hong Kong mendapat tekanan yang berat saat ini. Bukan hanya karena politik dan Covid-19, Hong Kong juga dijadikan sebagai hotspot perselisihan China dan AS.

Baca juga: Pemerintah Nekat Buka Sekolah Zona Kuning Covid 19

Singapura

Singapura juga resmi mengalami resesi setelah perekonomiannya tertekan cukup dalam. Pengumuman ini disampaikan lewat Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura, Selasa (14/7/2020).

Dalam kuartalan, ekonomi Singapura di kuartal II 2020 berkontraksi atau minus 41,2%. Sementara secara tahunan, PDB anjlok sebesar 12,6%.

Ini melebihi survei dri beberapa lembaga dan ekonom. Corona begitu mempengaruhi keras kondisi ekonomi Singapura yang fokus pada perdagangan.

MTI juga memperkirakan ekonomi negeri ini dalam setahun bisa berkontraksi di rentan 7-4%. Hal ini menjadi resesi terburuk bagi negeri Singapura sejak tahun 1965.

Korea Selatan

Di minggu lalu, Bank of Korea mengumumkan jika produk domestik bruto (PDB) negara itu secara kuartalan (QtQ) pada kuartal II 2020 tercatat -3,3%. Dalam basis yang sama di kuartal I sebelumnya, ekonomi -1,3%.

Kontraksi ini menjadi yang paling tajam sejak kuartal-I 1998. Perlambatan ini juga lebih parah dari polling Reuters 2,3%. Dan secara tahunan (YoY), PDB negara ini minus 2,9% dari periode yang sama tahun lalu. Namun, ekonomi masih tumbuh pada kuartal-I 1,4%. Penurunan yang terbesar sejak kuartal-IV tahun 1998. Ini juga lebih buruk dari polling Reuters 2%.

Menurut analis, penyebab dari kemunduran itu yaitu karena tingginya tingkat ketergantungan negara pada perdagangan global, yang sangat terganggu pada banyak penguncian diberlakukan berbagai negara. Ekspor yang menyumbang 40% ekonomi, turun 16,6%.

Baca juga: Carut Marut Pandemi Covid 19, Lebih Dari 100,000 Kasus 5 Bulan Terakhir!

“Saat pengeluaran konsumen seharusnya sudah pulih bertahap, ancaman dari virus belum pudar sepenuhnya,” jelas Ekonom Capital Economics Asia Alex Holmes dikutip Reuters.

Menteri Keuangan Korsel Hong Nam-ki menjelaskan ekonomi kemungkinan akan pulih pada kuartal-III. Sebelumnya IMF memperkirakan ekonomi Korsel bisa berkontraksi 2,1% di 2020.

“Mungkin melihat rebound seperti China pada kuartal-III saat pandemi melambat dan aktivitas produksi di luar negeri, sekolah dan rumah sakit berjalan lagi,” jelasnya.

Walau sejumlah negara telah mengkonfirmasi resesi, sepertinya “hantu” resesi masih akan “bergentayangan” di sejumlah negara lainnya. Pada Kamis (23/7/2020), Australia juga memberi sinyal resesi “mungkin” akan terjadi di negara tersebut.

Ekonomi Australia juga diperkirakan akan mengalami kontraksi terdalam sepanjang sejarah pada kuartal-II 2020. Sementara defisit anggaran akan menjadi yang terbesar sejak Perang Dunia II.

Seorang pejabat mengatakan PDB diramal kontraksi 7% pada April-Juni. Ini akan mendorong negara tersebut akan masuk ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam tiga dekade terakhir ini.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close