Wisata

Fakta Menarik Mengenai Museum Kebangkitan Nasional

Tahukau.com – Hari Kebangkitan Nasional juga memiliki tempat Khusus dalam menyambut hadirnya kerinduan atau bentuk apresiasi terhadap jasa para pahlawan. Nostalgia mengenai sejarah tidak ada habisnya, apalagi ketika membahas mengenai fakta menarik yang ada di Museum Kebangkitan Nasional. Yang saya bahas tadi adalah tokohnya, namun sekarang fakta menarik museumnya. Daripada Gaptek mengenai sejarah mending simak artikel dibawah ini.

BACA JUGA: Tokoh Pelopor Hari Kebangkitan Nasional Indonesia

1. Ruang Pers

Bila wisatawan tertarik dengan sejarah serta jurnalistik ataupun semacamnya, jangan lewati ruang pers. Di mari, wisatawan bisa memandang gimana ekspedisi pers di Indonesia. Ya, pers sangat berfungsi dalam menginformasikan peristiwa- peristiwa berarti di segala Indonesia. Gimana dapat rakyat Indonesia pada masa itu yang terbentang dari Sabang Hingga Ke Merauke, hidup di pegunungan hingga ke pesisir, mengenali kalau 17 Agustus 1945 merupakan Sejarah Berdirinya Bangsa Indonesia.

2. Ruang Propaganda Riset Fonds

Di ruangan inilah, terdapat penggambaran visualisasi dikala Dokter Wahidin Soediro Hoesodo membagikan ceramah menimpa riset fonds. Riset Fonds berarti beasiswa yang diperuntukkan kepada warga miskin yang memerlukan akses pembelajaran. Dari sinilah Soetomo siuman kalau dia wajib membagikan sumbangsih untuk negara tercinta ini. Koleksi di Ruang Propaganda antara lain:

  • Lukisan ekspedisi Dokter. Wahidin
  • Patung Dokter. Wahidin
  • Patung pelajar STOVIA

3. Ruang Memorial Boedi Oetomo

Wisatawan bisa merasakan atmosfir dikala pendirian Boedi Oetomo kala merambah Ruang Memorial Boedi Oetmo. Alasannya, kejadian memiliki tersebut bertempat di ruangan ini. Pastinya, ruangan ini mempunyai keistimewaan tertentu.

  • Lukisan Wahidin Sudirohusodo
  • Kerangka Manusia buat praktek para calon dokter STOVIA
  • Bangku Perkuliahan STOVIA
  • Patung dada Bung Tomo
  • Patung- patung pelajar STOVIA dikala dialog pendirian Boedi Oetomo
  • Foto aktivitas pelajar STOVIA
  • Ilustrasi aktivitas Budi Utomo

4. Ruang Pergerakan Nasional

Wisatawan bisa memandang cerminan pergerakan nasional di ruangan ini, dari dini semenjak berdirinya organisasi- organisasi nasional di Indonesia, semacam Boedi Oetomo, Indische Partij, Muhammadiyah, serta sebagainya. Cerminan tersebut dituangkan ke dalam wujud diorama yang pasti sangat menarik untuk wisatawan. Sebagian koleksi yang terdapat di Ruang Pergerakan Nasional, di antara lain ialah:

  • Diorama pertemuan Wahidin, Soetomo, serta Suradji
  • Diorama berdirinya Budi Utomo
  • Foto – foto Organisasi Dini Kebangkitan
  • Vandel – vandel
  • Foto – foto organisasi Pemuda

5. Ruang Pemahaman Nasional

Ruangan ini mengisyaratkan pemahaman manusia- manusia di Nusantara dalam membentuk konsep bernegara serta berbangsa pada masa itu. Orang- orang di daerah- daerah jajahan Belanda juga siuman kalau mereka wajib bersatu buat melawan penjajah, walaupun berbeda suku, agama, pulau, serta bermacam latar balik yang lain. Seluruh ini tidak lepas dari perjuangan R. A. Kartini, Dewi Sartika, Wahidin Soediro Hoesodo, dll. Dalam novel Panggil Saya Kartini Saja, Pramoedya Ananta Toer menuliskan kedudukan dan Kartini dalam pemahaman nasional.

Koleksi yang ada di ruangan ini merupakan bagaikan berikut:

  • Meja Sofa makan pelajar STOVIA
  • Peralatan Kedokteran

6. Ruang Dini Pergerakan

Ruangan Sejarah Museum Kebangkitan Nasional ini menggambarkan dini mula timbulnya gerakan nasional dalam mengalami penjajah sehabis tadinya cuma memakai kekuatan kedaerahan saja. STOVIA erat kaitannya dengan gerakan ini. Bagaikan mahasiswa medis yang pastinya pintar, Soetomo dkk merasa resah dengan keadaan negerinya yang telah dijajah sepanjang 3 abad. Keresahannya tersebut dibakar jadi semangat sehabis Dokter Wahidin Soediro Hoesodo membagikan ceramah tentang beasiswa dari golongan priayi Jawa. Ya, semangat 45 buat berkontribusi untuk negara ini sebagaimana priayi tersebut berkontribusi untuk pembelajaran kedokterannya.

Itulah Fakta Menarik yang Terdapat pada Museum Kebangkitan Nasional. Sebagai penerus bangsa wajib menghafal pedoman Pancasila serta merayakan hari kebangkitannya Indonesia. Semoga bermanfaat untuk kamu.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close