Teknologi

Tingkatan Proses dan Jenis Mesin Roasting Kopi [Lengkap]

Menyeruput kopi di pagi hari menjadi salah satu rutinitas yang wajib dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat. Dari rutinitas tersebut kemudian dikembangkan menjadi suatu peluang usaha bisnis kopi. Suatu usaha minuman kopi pastinya menginginkan produk kopi yang dijual diterima oleh berbagai kalangan masyarakat. Oleh karena itu, pengusaha minuman kopi harus memikirkan bagaimana agar minuman kopi yang dijual memiliki cita rasa yang tinggi dan kenikmatan yang tiada tara. Untuk mendapatkan kedua hal tersebut, pengusaha kopi harus memperhatikan pada saat proses menyangrai kopi atau yang disebut dengan roasting.

Roasting atau menyangrai kopi merupakan salah satu hal penting dalam mengolah kopi. Dulu, proses meroasting kopi dilakukan dengan manual yaitu menggunakan wajan. Namun saat ini, dikarenakan teknologi semakin berkembang, muncul alat yang dapat digunakan secara otomatis dalam proses meroasting kopi atau menyangrai kopi yang dinamakan dengan mesin roasting kopi. Bagi yang bukan pecinta maupun pengusaha kopi, tahukan kalian apa itu mesin roasting kopi dan bagaimana bentuknya? Jika tidak tahu, kalian tidak usah khawatir karena kalian akan menemukan pembahasan terkait mesin roasting kopi di dalam artikel ini. Berikut akan diulas mengenai mesin roasting kopi yang dimulai dari pengertian dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses menyangrai, kegunaan, jenis, hingga tingkatan dari roasting kopi. Simak ulasannya di bawah ini!

Baca juga : Mesin Penggiling Kedelai

Pengertian Mesin Roasting Kopi

Tingkatan Proses dan Jenis Mesin Roasting Kopi [Lengkap]
Pengertian Mesin Roasting Kopi

Mesin roasting kopi atau roaster kopi merupakan sebuah alat yang dapat digunakan untuk menyangrai biji kopi agar matang dan dapat membentuk aroma dan cita rasa yang sesuai dengan keinginan. Mesin roasting kopi yang berkualitas pastinya akan mampu untuk memasak biji kopi secara matang menyeluruh dan menghindari yang namanya kegosongan. Hasil biji kopi yang matang akan menghasilkan aroma yang khas, rasa nikmat, serta tingkat kafein yang dimiliki dapat seimbang.

Roasting dapat dikatakan sebagai tahapan dalam proses penyangraian biji kopi. Melalui proses inilah, biji kopi akan mengalami perubahan yang signifikan mulai dari berat, ukuran, kadar air, dan juga warna. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika proses penyangraian biji kopi, diantaranya:

Baca juga : Mesin Grinder Kopi

  • Memilih jenis biji kopi yang digunakan

Sebelum melakukan proses penyangraian, harus dapat memastikan jenis biji kopi yang sesuai dengan metode roasting yang digunakan. Apabila jenis biji kopi tidak sesuai dengan metode roasting, maka akan menghasilkan cita rasa di dalam biji kopi tidak akan keluar. Hasilnya, kopi jadi tidak nikmat dan kurang enak untuk dinikmati.

  • Mengetahui lokasi penanaman biji kopi

Selanjutnya yang wajib diperhatikan dalam proses penyangraian adalah mengetahui lokasi penanaman biji kopi yang akan digunakan. Hal itu dikarenakan lokasi penanaman kopi ternyata memiliki pengaruh pada hasil akhir dari biji kopi ketika dilakukan proses penyangraian. Biji kopi yang ditanam di dataran tinggi akan menghasilkan warna biji roasted yang lebih gelap daripada biji kopi yang ditanam di dataran rendah.

  • Strategi dalam pemrosesan biji kopi

Ketika proses penyangraian harus mempunyai atau memilih strategi dalam pemrosesan biji kopi dengan tepat. Hal itu dikarenakan ada beberapa jenis pemrosesan kopi yaitu pemrosesan basah, semi-kering, dan juga kering. Biji kopi yang diproses dengan menggunakan pemrosesan kering secara alami akan memerlukan tingkatan roasting yang lebih gelap daripada biji kopi yang menggunakan pemrosesan basah. Dengan cara basah inilah tingkat keasaman yang dihasilkan biji kopi akan terasa.

  • Mengetahui tingkat kelembapan dan suhu dari biji kopi

Pengetahuan akan tingkat kelembapan serta suhu dari biji kopi merupakah hal penting yang harus diketahui oleh seseorang yang akan menyangrai kopi. Apabila biji kopi berada pada kondisi kelembapan dan suhu yang rendah, akan berpengaruh pada proses roasting yang mana akan berlangsung sangat lama.

  • Memperhatikan durasi waktu proses roasting

Durasi ketika proses roasting ternyata dapat mempengaruhi rasa kopi yang dihasilkan dan juga akan menentukan tingkatan profil roasting yang akan dicapai. Biasanya durasi waktu yang digunakan oleh para roaster adalah 11 hingga 20 menit. Jadi dapat dikatakan bahwa memperhatikan durasi waktu proses roasting sangat perlu untuk dilakukan agar kecepatan dan suhu tetap dalam keadaan stabil selama proses penyangraian berlangsung. Perlu diketahui juga bahwa jarak antara waktu pecah pertama dan kedua juga memegang peranan penting keberhasilan proses roasting kopi.

  • Memilih metode roasting yang tepat

Proses roasting yang menggunakan mesin roasting kopi bersumber energi panas dari listrik, hasilnya akan berbeda dengan proses roasting yang menggunakan mesin roasting kopi bertenaga gas. Begitu pula apabila seseorang melakukan proses roasting dengan menggunakan drum, tentunya hasilnya akan berbeda apabila menggunakan pemanggang udara.

  • Mengetahui umur biji kopi yang akan digunakan

Semakin tua umur biji kopi, maka kadar air yang dimiliki semakin sedikit dimana kondisi tersebut akan mempengaruhi hasil penyangraian kopi terutama dalam hal rasa dan aroma. Selain itu, kopi yang dibuat akan kurang pekat dan rendahnya tingkat keasaman kopi.

Baca juga : Mesin Blow Moulding

Kegunaan Mesin Roasting Kopi

Kegunaan Mesin Roasting Kopi
Kegunaan Mesin Roasting Kopi

Fungsi utama mesin roasting kopi adalah untuk menyangrai atau memanggang biji kopi mentah yang digunakan. Selain itu, mesin ini berfungsi sebagai alat pembentukan karakter dari aroma, tingkat keasaman, kafeina, dan rasa manis dari kopi. Biji kopi yang belum matang secara merata, akan menghasilkan rasa yang terlalu asam dan tidak nikmat untuk diminum. Oleh karena itu, mesin roasting kopi menjadi faktor terpenting dalam menentukan kualitas dari kopi yang akan dibuat. Setelah biji kopi matang dengan sempurna, barulah biji kopi diproses untuk dijadikan aneka minuman kopi. Selain biji kopi, mesin roasting kopi dapat juga digunakan untuk menyangrai jenis biji-bijian lain seperti kacang tanah, kacang mete, bahkan juga kedelai.

Baca juga : Mesin Roll Forming

Jenis-jenis Mesin Roasting Kopi

1. Mesin roasting kopi manual

Mesin roasting kopi manual
Mesin roasting kopi manual

Mesin roasting kopi manual dioperasikan dengan tidak menggunakan aliran listrik tetapi menggunakan tenaga sendiri mulai dari mengatur settingan waktu hingga temperature mesin roasting kopi. Mesin roasting kopi manual ini lebih efektif diguanakn karena menggunakan tuas yang dapat diputar sendiri sembari meletakkanyya di atas tungku. Hasil kematangan biji kopi lebih merata.

2. Mesin roasting kopi otomatis

Mesin roasting kopi otomatis
Mesin roasting kopi otomatis

Mesin roasting kopi otomatis menggunakan tenaga listrik pada sata mengoperasikannya. Di dalam mesin roasting kopi otomatis terdapat sebuah panel yang digunakan untuk mengatur proses roasting dimana panel tersebut memiliki 2 tombol utama yang dapat digunakan untuk mengatur temperatur dan waktu. Seseorang hanya tingga menyesuaikan tombol tersebut berdasarkan  tingkatan roasting yang diinginkan. Mesin roasting kopi otomatis menggunakan uap panas untuk memanggang kopi

Tingkatan Proses Roasting Kopi

Tingkatan Proses Roasting Kopi
Tingkatan Proses Roasting Kopi

Setiap penikmat kopi memiliki pemilihan tingkatan roasting yang berbeda-beda. Namun, umumnya, tingkatan atau level kopi yang sering dibuat berada pada level medium roasting. Agar lebih memahami lagi, berikut akan dipaparkan tingkatan dalam proses roasting kopi.

Baca juga : Mesin Milling Vertikal

Light roast

Pada tingkatan light roas, terjadi pembentukan keasaman pada biji kopi. Biji kopi disangrai pada suhu 180o C-200o C dimana warna biji kopi masih terang seperti coklat kekuning-kuningan. Pada suhu 200o C atau yang disebut dengan tahap browning, biji kopi akan mengalami  “first crack” yang berbunyi seperti letupan pop corn yang dapat memperluas ukuran biji kopi. Pecahnya biji kopi tersebut disebabkan oleh adanya reakdi antara uap air dalam biji kopi dengan tekanan dari karbondioksida. Efeknya, biji kopi melepaskan panas dan akan membentuk glukosa. Hasil dari light roast yaitu biji kopi akan berwarna cokelat terang dengan tingkat keasaman dan kafeina yang kuat.

Medium roast

Pada tahap ini akan membentuk aroma dan rasa manis dari kopi karena kopi memiliki kandungan sukrosa di dalamnya. Kandungan sukrosa yang dimiliki biji kopi akan mengalami proses karamelisasi pada suhu 200o C. Dari proses tersebut akan muncul aroma karamel dan menjadi kopi memiliki rasa yang seimbang antara tingkat keassaman dengan kadar kafeina. Proses medium roast akan menghasilkan tekstur kopi yang cenderung lebih kental dan berwarna cokelat gelap.

Dark roast

Perlu diketahui bahwa tidak semua biji kopi bisa sampai pada tahap proses dark roast. Pada tingkatan ini, kopi akan berwarna gelap dengan rasa yang pahit yang terjadi karena proses karbonisasi pada kopi, tekstur kopi kental sehingga terasa tebal di mulut, baunya gosong, smooky, kafeina yang ada dalam kopi sangat berkurang dan banyak digunakan untuk bahan dasar pembuatan espresso.

Nah itulah ulasan terkait mesin roasting kopi, penentu aroma dan cita rasa kopi yang dihasilkan mulai dari pengertian dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses menyangrai, kegunaan, jenis, hingga tingkatan dari roasting kopi. Semoga ulasan tersebut bermanfaat bagi kalian!

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close