Teknologi

√ Keunggulan dan Kekurangan Mesin Offset Printing [Lengkap]

Teknik cetak offset printing merupakan teknik cetak dengan melakukan transfer tinta dari plat alumunium ke media secara langsung. Media bisa berupa kertas, karton, plastik, stiker, dan media lainnya. Offset printing menjadi solusi mencetak dalam jumlah banyak. Beberapa hasil offset printing adalah surat kabar, majalah, brosur, dan buku. Dibanding dengan digital printing, offset unggul dalam memproduksi cetakan dalam volume besar berkualitas tinggi. Bagaimana kerja mesin offset printing sebenarnya? Simak baik-baik ya.

√ Keunggulan dan Kekurangan Mesin Offset Printing [Lengkap]

Offset printing adalah teknik cetak yang prosesnya dimulai dari sebuah gambar bertinta pada plat atau master. Kemudian ditransfer ke lembaran karet (blanket), lalu ditrasfer kembali ke permukaan bahan yang akan dicetak. Bahan cetak yang digunakan adalah bahan plastic atau kertas. Proses awal dari proses offset printing adalah desain yang dilakukan melalui software seperti Corel Draw atau Adobe Illustrator. Setelah ukuran produk ditentukan, pembuatan desain dilakukan sesuai dengan keinginan pelanggan, apakah berupa undangan, kalender, kemasan atau brosur. Pengecekan tulisan harus dilakukan dan jika perlu ditambahkan pula atribut-atribut cetak seperti colorbar, register mark, recording, atau unleg. Proses selanjutnya adalah pembuatan plat cetak yang bisa dilakukan dengan dua metode. Metode tersebut adalah metode manual atau metode CIP/CtCP. Berikutnya masuk ke percetakan offset yang dilakukan secara tidak langsung. Artinya terjadi peralihan tinta dari acuan cetak ke bahan cetak melalui media perantara yaitu silinder karet (blanket silinder). Terakhir adalah proses finishing offset printing. Yaitu proses pasca cetak di mana pada bagian in hasil cetakan akan diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Jenis finishing percetakan adalah potong kertas/sisir kertas atau laminating, UV atau poly (hot stamp). Dalam dunia percetakan, keunggulan mesin offset printing tetap diandalkan sejak dulu hingga sekarang, diantaranya adalah:

Baca juga : Mesin Fotocopy

Keunggulan Mesin Offset Printing

Keunggulan Mesin Offset Printing
  • Kualitas cetak tinggi

Mesin offset printing menghasilkan produksi gambar yang tajam dan bersih. File desainnya juga sangat mendukung. Apabila file desain memiliki resolusi rendah, teknik cetak manapun tidak bisa menghasilkan cetakan berkualitas.

  • Warna cetakan konsisten

Mesin offset printing dapat mengatur dan mencari warna secara manual. Mesin ini bisa mencocokan warna dengan sistem pencocokan Pantone atau mencampur warna sesuai kombinasi yang diinginkan.

  • Biaya lebih murah

Bagi percetakan komersial, offset printing menjadi andalannya. Selama file desain yang dicetak sama, maka bisa mengehemat biaya cetak. File desain biasanya memerlukan 1 plat cetak. Setelah menjadi 1 plat, produksi baru dilakukan secara masal. Mekanismenya pun sederhana, komputer membuat gambar di atas plat, lalu plat bisa dicetak berkali-kali di lembar media cetak. Itulah kelebihan mesin offset printing yang lebih utama.

  • Waktu produksi lebih cepat

Untuk volume besar, waktu proses atau produksi cetak mesin offset printing sangat cepat. Selain itu, mesin offset printing juga menawarkan berbagai pilihan jenis kertas. Bahkan, kertas gramasi kecil seperti NCR dan HVS hingga kertas gramasi tinggi seperti kertas karton.

Baca juga : Mesin Bordir Komputer

Kekurangan Mesin Offset Printing

Kekurangan Mesin Offset Printing
  • Biaya setiap plat untuk satu file

Karena sebelum cetak membutuhkan plat, maka offset printing memakan biaya dalam pembuatan plat. Dalam kualitas cetak kecil, offset printing kalah dengan digital printing. Pada digital printing, Anda hanya memasukkan file langsung ke mesin dan mencetak file dengan desain berbeda tanpa adanya plat. Mesin offset printing tidak bisa melakukan hal semacam itu.

  • Waktu produksi volume kecil lebih lama

Untuk pekerjaan terburu-buru, mesin offset printing bukan solusi tepat. Sebab mesin tersebut butuh watu untuk mengatur mesin cetak dan media platnya. Untuk masalah ini, lagi-lagi mesin offset printing adalah solusinya.

  • Kurang efektif untuk repeat order

Untuk pesanan jangka panjang atau repeat order, mesin offset printing dirasa kurang efektif karena plat yang tidak bertahan lama. Plat hanya digunakan sekali proses produksi. Jika di lain hari, Anda ingin mencetak dengan file desain sama sekalipun, Anda butuh plat cetak lagi agar hasilnya bagus.

  • Memerlukan tenaga ahli

Mesin offset printing butuh tenaga ahli di bidang grafika. Banyak istilah-istilah teknis yang harus dipahami. Maka tak heran, jika ada jurusan produksi grafika di SMK. Karena memang prosesnya berbeda dengan digital printing yang hanya perlu mengikuti prosedur sesuai operasional mesin.

Sedangkan kelemahan teknik cetak offset, diantaranya adalah:

  • Waktu produksi

Untuk proses pembuatan film, plat cetak, dan penyetelan tinta pada mesin, waku yang dibutuhkan lebih lama. Tinta yang digunakan pun tinta basah sehingga butuh proses pengeringan. Kemudian, dalam proses penyetelan warna menimbulkan banyak sampah sehingga kurang ramah lingkungan.

  • Jumlah cetakan dan biaya

Jumlah cetakan pada mesin digital lebih kustomisasi mulai daricetak 1 pcs dan seterusnya. Apabila Anda mencetak dalam jumlah banyak, mesin offset menjadi pilihan. Sedangkan, digital printing memiliki konsep print on demand atau melakukan print sesuai kebutuhan user. Mesin offset sebenarnya masih memiliki kualitas utama karena memiliki warna akurat dan konsisten. Tetapi mesin offset cocok digunakan dalam jumlah besar sehingga menghemat waktu dan biaya.

Baca juga : Mesin Crusher Plastik

Mesin Pendukung Usaha Offset Printing

Mesin Pendukung Usaha Offset Printing

Untuk melakukan sebuah percetakan, selain menggunakan mesin utama tentulah membutuhkan mesin pembantu atau pendukung. Berikut adalah beberapa mesin yang biasa digunakan untuk membantu proses pencetakan, antara lain:

1. Mesin Laminating

Mesin laminating digunakan untuk proses finishing dalam percetakan. Bahan yang digunakan adalah plastik tipis yang memiliki perekat dan jenis plastic Doft atau Glossy. Laminating yang dipilih tergantung permintaan dari pelanggan. Harga laminating mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 200.000.

2. Mesin UV

Mesin UV adalah mesin pelengkap untuk membuat hasil cetakan mengkilat. Mesin UV dan mesin laminating glossy akan memancarkan bentuk mengikat pada hasil cetakan.

3. Mesin Pond

Mesin pond merupakan jenis mesin yang digunakan untuk menyesuaikan percetakan dengan barang yang diinginkan. Fungsi mesin pond memberikan efeknya pada cetakan Anda. Seperti ketika Anda menginginkan efek kardus terbuka, mesin pond akan memunculkan efek sesuai dengan editing yang akan Anda lakukan. Sangat menarik, bukan?

4. Mesin Hotprint

Mesin hotprint yang memiliki nama Ali Poly berfungsi untuk melakukan percetakan khusus seperti undangan. Mesin akan menghasilkan warna silver atau gold yang biasa digunakan untuk mencetak nama pengantin dalam undangan pernikahan. Selain itu, mesin hotprint juga biasa digunakan mencetak undangan rapat, kop surat, dan sebagainya.

Baca juga : Mesin Roll Forming

Pada dasarnya, mesin offset printing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebelum memutuskan menggunakan mesin offset printing, Anda perlu menimbang semua opsi berdasarkan kebutuhan produksi. Apabila Anda hanya perlu menggunakan untuk melakukan produksi kecil dan terkesan terburu-buru. Alangkah lebih baik jika menggunakan mesin digital printing. Demikian ulasan lengkap mengenai mesin offset printing dan jenis-jenisnya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close