Teknologi

√ Bagian, Klasifikasi, dan Jenis Mesin Las [Lengkap]

Mesin las merupakan mesin yang digunakan untuk menyambung besi menjadi satu rangkaian utuh sehingga membentuk bentuk yang Anda inginkan. Prinsip kerja mesin las dengan cara membakar besi atau menyambung beberapa logam dengan bantuan energi panas. Mesin las yang mulai dikenal di awal abad ke-20 ini menggunkan sumber dari pembakaran gas Acetylena atau yang dikenal sebagai karbit. Lalu, bagaimana ulasan lengkap mengenai mesin las tersebut? Berikut ulasan lengkapmya untuk Anda.

Baca juga : Mesin Bubut

Bagian Mesin Las

Bagian Mesin Las

Setelah energi listrik bisa dipergunakan dengan mudah, teknologi pengelasan semakin maju dan beragam hingga menjadi teknik penyambungan logam terbaik. Pengelasan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

Baca juga : Mesin Potong Besi

  • Pengelasan cair adalah cara pengelasan dimana sambungan akan dipanaskan hingga mencair melalui sumber panas dari busur listrik atau sumber api gas yang terbakar. Pengelasan cair terdiri dari las gas, las listrik terak, las listrik gas, las listrik termis, las listrik elektron, dan las busur plasma
  • Pengelasan tekan adalah cara pengelasan dimana sambungan akan dipanaskan dan ditekan menjadi satu. Pengelasan tekan terdiri dai las resistensi listrik, las titik, las penampang, las busur tekan, las tekan, las tumpul tekan, las tekan gas, las tempa, las gesek, las ledakan, las induksi, dan las ultrasonic
  • Pematrian adalah cara pengelasan dimana sambungan diikat dan disatukan melalui panduan logam yang memiliki titik cair rendah. Disini, logam induk tidak ikut mencair

Klasifikasi Mesin Las

Klasifikasi Mesin Las

Mesin las dibedakan menjadi beberapa klasifikasi, diantaranya adalah:

Baca juga : Mesin Roll Forming

1. Berdasarkan Panas Listrik

Berdasarkan panas listrik, mesin las terdiri dari:

  • SMAW (Shield Metal Arch Welding) adalah las busur nyala api listrik terlindung dimana sumber panas pencair logam yang digunakan adalah busr nyala listrik. Jenis SMAW lebih banyak digunakan untuk semua keperluan pekerjaan. Tegangan yang dipakai mulai dari 23 sampai dengan 45 volt AC maupun DC. Untuk pencairan pengelasan, arus yang dibutuhkan sampai 500 Ampere. Namun, secara umum energi yang digunakan adalah 80-200 Ampere
  • SAW (Submerged Arch Welding) merupakan las busur terbenam atau pengelasan menggunakan busur nyala api listrik. Untuk mencegah oksidasi caian metal induk dan material tambahan, butiran-butiran fluks/slag dipergunkaan sehingga busur nyala terpendam di ukuran-ukuran fluks
  • ESW (Electro Slang Welding) adalah pengelasan sejenis SAW namun pada ESW busurnya menyala untuk mencairkan fluks dan busur terhenti. Proses pencarian fluk berjalan terus dan menjadi pengantar arus listrik (konduktif). Elektroda dihubungkan dnegan benda yang dilas melalui konduktor. Panas yang dihasilkan dari cairan fluk/slug mampu mencairkan bahan tambahanlas dan bahan induk yang dilas dimana temperatunya mencapai 3500°F atau 1925°C
  • SW (Stul Welding ) merupakan las baut produksi untuk menyambung bagian satu konstruksi baja dengan bagian di dalam beton atau shear connector
  • ERW (Electric Resistant Welding) adalah las tahanan listrik yang memiliki tahanan besar. Panas yang dihasilkan sangat tinggi sehingga mampu mencairkan logam yang akan dilas. Contohnya pada pembuatan pipa ERW, pengelasan plat dinding pesawat atau pagar kawat
  • EBW (Electron Beam Welding) merupakan las melalui proses pemboman elektron. Yaitu suatu pengelasan dimana pencairannya melalui panas suatu berkas loncatan elektron yang diarahkan ke benda yang akan dilas. Pengelasan dilakukan di dalam ruang hampa sehingga mengurangi terjadinya oksidasi atau kontaminasi

2. Berdasarkan Panas Listrik dan Gas

Berdasarkan panas listrik dan gas, mesin las terdiri dari:

  • GMAW (Gas Metal Arch Welding) terdiri dai MIG (Metal Active Gas) dan MAG (Metal Inert Gas). GMAW merupakan pengelasan dengan gas menyala dari busur nyala listrik sebagai pencair metal yang dilas serta metal penambahnya. Gas pelindung oksidasi yang digunakan adalah gas kekal (inert) atau CO2. MIG digunakan untuk mengelas besi atau baja dengan karbondioksida (CO2) sebagai gas pelindungnya.
  • GTAW (Gas Tungsten Arch Welding) atau TIG (Tungsten Inert Gas) merupakan pengelesan menggunakan busur nyala dengan tungsten/elektroda dari wolfram. Bahan penambahnya terbuat dari bahan sama atau sejenis dengan material induknya. Gas kekal (inert) 99% Argon (Ar) murni digunakan untuk mencegah oksidasi
  • FCAW (Flux Cored Arch Welding) hampir sama dengan proses pengelasan GMAW. Gas pelindungnya sama-sama menggunakan karbondioksida (CO2). Pada mesin las FCAW biasanya ditambahkan robot untuk menjalankan pengelasan biasa
  • PAW (Plasma Arch Welding) adalah las listrik dengan plasma yang hampir sama dengan GTAW. Gas pelindungnya menggunakan bahan campuran Argon (Ar). Plasma adalah gas yang memiliki derajat pengantar arus dan kapasitas termis atau panas tinggi hingga  dapat menampung temperatu diatas 5000°C

3. Berdasarkan Panas yang Dihasilkan Campuran Gas

OAW (Oxygen Acetylene Welding) adalah panas yang dihasilkan campuran gas sejenis las karbid atau las otogen. Panas dihasilkan dari pembakaran gas acetylene (C2H2) dengan zat asam atau oksigen (O2).

4. Berdasarkan Ledakan dan Reaksi Isoternis

EXW (Explosion Welding) merupakan proses las yang sumber panasnya berasal dari ledakan amunisi pada suatu mold atau cetakan. Cara pelaksanannya adalah ujung-ujung tambang kawat dimasukkan ke dalam mold yang telah diisi amunisi. Kemudian, serbuk ledak dinyalakan dengan pemantik api sehingga terjadi reaksi kimia eksotermis dan suhu tinggi dan terjadilah ledakan.

Baca juga : Mesin Milling Vertikal

Jenis-Jenis Mesin Las

Mesin las yang umum digunakan di Indonesia, adalah:

1. Mesin Las Karbit

Mesin Las Karbit

Adalah mesin las yang menyambung logam dengan logam (pengelasan) menggunakan gas asetilen (C2H2). Prosesnya diawali dengan membakar bahan bakar yang telah dibakar dengan gas oksigen (O2) sehingga menimbulkan nyala api dengan suhu 3.500°C untuk mencairkan logam induk dengan logam pengisi. Selalu perhatikan keselamatan kerja saat menggunakan mesin las karbit dengan memakai penutup mata dan wajah agar tidak terjadi kecelakaan kerja.

2. Mesin Las Listrik

Mesin Las Listrik

Adalah mesin las yang sumber tenaganya menggunakan listrik. Saat ini, mesin las listrik banyak diguankan manusia karena ukurannya yang kecil dan mudah dalam pengoperasiannya. Anda tidak perlu khawatir saat memakai listrik di rumah atau di bengkel, karena arus yang dihasilkan besar dengan tegangan super aman. Besaran arus listrik dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda sendiri berdasarkan tipe dan ukuran elektrodanya.

Harga Mesin Las Listrik SMAW Inverter Terbaru 2019

Harga Mesin Las Listrik SMAW Inverter Terbaru 2019

Berikut adalah daftar harga mesin las listrik SMAW Inverter terbaru 2019 yang bisa Anda coba, diantaranya adalah:

1. Mesin Travo Las 120 A Redbo (Rp 900.000)

2. Mesin Las MMA 160 A Redbo (Rp 1.425.000)

3. Mesin Las Redbo 315s (Rp 5.250.000)

4. Mesin Las Listrik Lakonbi 900 watt (Rp 1.150.000)

5. Mesin Las Lakoni Inverter Falcon 160 A (Rp 1.659.000)

6. Mesin Las Inverter Multipro MMA 200 A (Rp 2.450.000)

7. Mesin Las Inverter Multipro MMA 120A G-KR (Rp 1.799.740)

8. Mesin Trafo Las ESAB 160 A TIG/SMAW (Rp 6.935.000)

9. Mesin Trafo Las Listrik ESAB SMAW Inverter 200 A (Rp 5.750.000)

Baca juga : Mesin Rotary Dryer

Harga mesin las listrik SMAW tersebut pasti ada perbedaan, namun tidak akan terlalu jauh. Jika membeli dalam jumlah banyak, harga yang ditawarkan pasti lebih murah. Berapapun harganya akan tergantung pada mesin las itu sendiri. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close