Umum

Menteri Sekretaris Negara : Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc

Pengabdian sosok Pratikno selama 28 tahun di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, membuatnya menjadi sosok pembantu Presiden Joko Widodo periode 2019 – 2024 yang menjabat sebagai Menteri Sekretraris Negara (Mensesneg). Pratikno yang sebelumnya sempat menjabat Rektor UGM sebelum dilantik sebagai seorang Menteri.

Pria kelahiran Bojonegoro, 13 Februari 1962 silam sejak kecil ia memiliki tekad kuat untuk belajar untuk meraih cita-citanya. Waktu itu tidak ada satu pun gedung sekolah dasar di tempat ia tinggal. Kondisi yang mengharuskan Pratikno dan kerabatnya untuk menumpang belajar di rumah seorang kepala desa.

Menteri Sekretaris Negara : Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc
Menteri Sekretaris Negara : Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc

Pratikno yang berasal dari keluarga sederhana, dimana ia tidak pakai sepatu setiap berangkat ke sekolah. Dari 13 orang temannya, hanya Pratikno yang melanjutkan ke jenjang SMP. Hal tersebut harus ia tempuh dengan jarak lokasi yang cukup jauh demi mencapai pendidikan yang tinggi. Namun semua itu bukan sebuah rintangan bagi sosok Pratikno untuk sekolah.

Ia tetap berniat untuk sekolah kepada orang tuanya. Karena lokasi yang jauh, Pratikno rela belajar mandiri dan jauh dari orang tua dan sempat menyewa rumah di dekat sekolah. Di sini dia belajar mandiri. Setiap pagi, dia bangun dan masak nasi sendiri sedangkan lauk dan sayurnya beli di warung.

Setelah lulus SMP, ia kemudian melanjutkan SMA di Kota Bojonegero, Jawa Timur, sekitar 40 km dari rumahnya. Dia sudah terbiasa mandiri. Lulus dari SMA, ia melanjutkan kuliah di jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas UGM, Yogyakarta.

Baca juga : Menteri Pertahanan

Menteri Sekretaris Negara : Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc
Menteri Sekretaris Negara : Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc

Masuk  UGM, dengan harapan dan cita – cita ingin menjadi sekretaris daerah (sekda). Setelah selesai kuliah, ternyata nasib berkata lain, pada usia 23 tahun, ia diterima menjadi dosen di kampus tempat ia menimba ilmu. Sejak menjadi dosen, Pratikno praktis mengabdi dan bekerja di kampusnya. Hampir selama 28 tahun Pratikno mengemban karier di UGM.  Karena Ketekunannya dalam belajar mengharuskan dirinya mengambil gelar master di Inggris dan doktor di Australia.

Kariernya saat itu mulai terbuka, saat dia terpilih menjadi Dekan FISIP UGM. Sejak itu, ia menjadi perhatian publik. Ia juga menjadi salah satu moderator debat capres tahun 2009, tim seleksi anggota KPU, dan juga Bawaslu.

Puncak karier di kampusnya mulai tercapai, seperti dalam situs setneg, saat dia berusia 50 tahun didapuk menjadi rektor UGM periode 2012-2017.

Baru 2 tahun memimpin di UGM, tepatnya pada pilpres 2014, ia menjadi tim ahli dan tim sinkronisasi program pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Kariernya meningkat kembali, saat presiden terpilih Joko Widodo, memintanya untuk menjadi menteri sekretaris negara masa bakti 2014-2019.

Baca juga : Menteri Dalam Negeri

Keluarga   

  • Istri                  : Dra. Ec. Siti Faridah
  • Anak               : Tiga orang anak

Pendidikan

  • S3, Ph.D. in Political Science, Flinders University, Australia, 1997.
  • S2, M.Soc.Sc. in Development Administration, Birmingham University, UK, 1990.
  • S1(Drs.) Ilmu Pemerintahan,Fak. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UGM,1985
  • SMA di Bojonegero
  • SMP di Bojonegero
  • SD di Bojonegoro

Karier

  • Dosen di UGM, sejak 1986.
  • Pendiri LSM Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial ( Ademos), tahun 2005.
  • Direktur Program Pascasarjana Prodi Ilmu Politik Konsentrasi Politik Lokal, 2004.
  • Dekan Fakultas Fisip UGM.
  • Moderator debat Capres, 2009.

Pengalaman Profesional

  1. Dean of Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. (2008-2012).
  2. Moderator for Final Presidential Debate, in Indonesia, held by Commission of General Election and broadcasted by all national TV station in Indonesia, July 2009.
  3. Lecturer at Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. (1986-sekarang).
  4. Chief Manager of Postgraduate Program on Local Politics and Regional Autonomy, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Indonesia (2003-2008).
  5. Vice Dean for Academic Affairs, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia (2001-2004).
  6. Member of Expert Team for Ministry of Home Affairs, Republic of Indonesia.
  7. Member of Academic Board for the cooperation between Universitas Gadjah Mada and Agder University College, Kristiansen, Norway (1998-2003).
  8. Indonesian Counterpart for the cooperation between Universitas Gadjah Mada and National University of Singapore and some other Universities in Asia and Australia (2001-2008).
  9. Manager for the cooperation between Postgraduate Program on Local Politics and Regional Autonomy Universitas Gadjah Mada and the Department of Asian Studies, Flinders University of South Australia (2003).
  10. Indonesian Counterpart for the cooperation between Institute Development Studies, Brighton, UK; Madras Institute of Development Studies, Chennai, India; Lahore University of Management Science, Pakistan, and Universitas Gadjah Mada, Indonesia (2004-2006).
  11. Manager for the cooperation between the Faculty of Social and Political Science Universitas Gadjah Mada with the Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Carribean Studies/ the Koninklijk Instituut voor Taal, Land, en Volkenkunde (KITLV, Leiden) (2007-2011).
  12. Permanent Indonesian Counterpart for Asia Barometer, Tokyo University and Chuo University, Japan. (2004-2009)
  13. Board for the cooperation between Center for East and South East Asian Sosial Studies (CESSAS) Universitas Gadjah Mada with Oslo University, Norway and Colombo University, Sri Lanka (2007-2009)

Organisasi

  1. 2006-2007: Member of Expert Team on the Division of Law, Social-Politic, and Regional Autonomy, the Ministry of Home Affairs, Republic Indonesia.
  2. 2007-2009: Member of Expert Team the Conception of Implementation Regional Government, The Ministry of Home Affairs, Republic Indonesia
  3. 2007-2009: Member of The Council of Consideration of Regional Autonomy, The Ministry of Home Affairs, Republic Indonesia
  4. 2010-2012: Member of The Council of Consideration of Regional Autonomy, The Ministry of Home Affairs, Republic Indonesia

Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., menjadi Menteri Sekretaris Negara pada pemerintahan Jokowi-JK yang menjabat sejak 27 Oktober 2014 dalam Kabinet Kerja. di periode berikutnya, Pratikno dipilih kembali menjadi Menteri Sekretaris Negara dalam kabinet Indonesia maju periode 2019-2024.

Menteri Sekretaris Negara : Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc
Menteri Sekretaris Negara : Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc

Sebelumnya ia sebagai rektor Universitas Gadjah Mada yang ke 14. Juga pernah menjabat sebagai dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM. Pada tahun 2009 lalu, ia mendapat kepercayaan KPU untuk menjadi salah satu pemandu Debat Calon Presiden tahun 2009.

Lalu mulai hijrah ke Yogyakarta untuk menimba ilmu di bidang politik dan pemerintahan di kampus UGM. Melanjutkan pendidikannya dalam bidang tersebut, ia kemudian terbang ke negeri Ratu Elizabeth dan mengambil jurusan Development Administration di University of Birmingham, Inggris. Sampai ia mengantongi gelar M.Soc.Sc pada tahun 1991. Pratikno juga mengenyam pendidikan di Australia untuk mengambil program doktoral di Flinders University of South Australia jurusan Asian Studies.

Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc lalu bergabung sebagai pengajar di UGM sejak tahun 1986, setahun setelah ia mendapatkan gelar sarjananya. Profesi tersebut masih ia tekuni sampai saat ini. Tahun 2003, ia ditunjuk sebagai direktur Program Pascasarjana Prodi Ilmu Politik Konsentrasi Politik Lokal dan Otonomi Daerah sekaligus Wakil Dekan.

Baca juga : Daftar Wakil Menteri

Semoga penjelasan di atas mengenai Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjadi pengetahuan bagi pembaca sekalian.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close