Umum

Menteri Agama : Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi

Setelah pelantikan Presiden terpilih yaitu Joko Widodo dan Ma’aruf Amin tanggal 20 Oktober 2019 lalu. Presiden Joko Widodo kemudian memilih beberapa pembantu atau menteri negara dan salah satunya menunjuk Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi sebagai Menteri Agama dalam kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Untuk mengetahui sejauh mana mengenai Menteri Agama Fachrul Razi, berikut ini penjelasannya secara singkat.

Anggota DPD Fachrul Razi yang disebut-sebut sebagai Menteri Agama yang sebelumnya merupakan Jenderal (Purn) Fachrul Razi, bukanlah berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah. Selama ini posisi Menteri Agama sering didaulat merupakan sosok-sosok dari NU ataupun Muhammadiyah meskipun tidak selalu demikian. Karena dirinya berasal dari kalangan militer dan menjadi salah satu hal yang kontroversi, ditambah ia pernah memiliki hubungan dengan salah satu menteri Joko Widodo yaitu Prabowo Subianto dahulunya.

Saat masih di TNI, Fachrul pernah menandatangani surat rekomendasi pemecatan Prabowo ketika menjadi Wakil ketua Dewan Kehormatan Perwira (DKP). Meski begitu, hal tersebut tidak membuat hubungan keduanya menjadi renggang. Bahkan, saat Fachrul dan Prabowo bertemu, mereka masih bersikap akrab.

Baca juga : Menteri Luar Negeri

Daftar List

Biografi

Menteri Agama : Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi
Biografi

Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi terlahir di Banda Aceh, Aceh Darussalam, tanggal 26 Juli 1947. Saat usia 72 tahun beliau menjabat sebagai Menteri Agama periode 2019-2024 pada Kabinet Indonesia Maju Joko Widodo – Ma’ruf Amin, dan salah satu tokoh militer Indonesia saat ini. Fachrul Razi, yang merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1970 berpengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan terakhir jenderal bintang empat ini adalah Wakil Panglima TNI. Fachrul Razi merupakan militer pertama yang memegang jabatan sebagai Menteri Agama di era Reformasi.

Sepanjang kariernya, Fachrul Razi banyak dihabiskan dengan mengabdi kepada negara dengan menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sosok yang lahir di Banda Aceh ini memegang sejumlah posisi penting, mulai dari Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kujang 1 Kostrad, hingga Wakil Asisten Operasi KASAD.

Fachrul Razi juga mendapat promosi dengan menjadi Kepala Staf Daerah Militer VII/Wirabuana dan Gubernur Akademi Militer tahun 1996-1997, Asisten Operasi KASUM ABRI tahun 1997-1998, Kepala Staf Umum ABRI tahun 1998-1999, Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (1999), hingga Wakil Panglima TNI tahun 1999-2000.

Baca juga : Menteri Dalam Negeri

Antara Agustus 1989 sampai September 1990, Fachrul Razi diketahui mengomandoi Kontingen Garuda Indonesia sebagai bagian dari Kelompok Pengamat Militer Iran-Irak bentukan PBB. Saat masa Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Fachrul tidak lama memegang posisi Wakil Panglima TNI, sebab Presiden Abdurrahman Wahid memberhentikannya.

Pemberhentian Prabowo Subianto dari militer pada tahun 1998 (yang kini menjadi Menteri Pertahanan) tidak terlepas dari peran Fachrul Razi yang saat itu menjadi anggota Dewan Kehormatan Perwira yang melakukan persidangan. Dalam berita yang didapat Fachrul membenarkan surat rahasia yang berisi pemecatan Prabowo.

Sejak tidak aktif di dunia militer, Fachrul Razi terjun ke dunia bisnis. Ia pernah menjabat posisi sebagai Presiden Komisaris PT Central Proteina Prima (CPP), Tbk. dan Presiden Komisaris PT Aneka Tambang, Tbk. (2015). Di PT Toba Bara Sejahtera Group yang didirikan Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Fachrul juga diketahui mengemban jabatan sebagai Komisaris.

Biografi
Biografi

Dalam dunia politik Fachrul Razi terlibat aktif dengan ikut mendirikan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tahun 2006 bersama Jenderal (Purn) Wiranto. Pada Pilpres 2009, Fachrul mendukung majunya Jusuf Kalla-Wiranto sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

Pada Pilpres 2014, Fachrul Razi memberi dukungan kepada Joko Widodo-Jusuf Kalla yang maju sebagai kandidat presiden dan wakil presiden. Beliau juga Jenderal turut memberi masukan kepada Presiden Joko Widodo buat urusan pertahanan.

Begitu juga dalam Pilpres 2019 ini, Fachrul Razi memberikan dukungan kepada Joko Widodo. Ia menjadi ketua dari Tim Bravo 5 yang berisi para purnawirawan TNI dan keluarga untuk mendukung Joko Widodo menjadi presiden. Salah satu purnawirawan TNI yang masuk dalam Tim Bravo 5 adalah Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan.

Sekarang Fachrul Razi, setelah diminta Presiden datang ke Istana Negara, dan diserahi posisi sebagai Menteri Agama. Dan, Presiden meminta Fachrul Razi untuk mengurus radikalisme, ekonomi umat, industri halal, dan terutama masalah haji.

Baca juga : Menteri Pertahanan

Karier

Biografi
Biografi
  1. Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju pada pemerintahan presiden Joko Widodo periode 2019-2024
  2. Komisaris Utama PT. Central Proteina Prima Tbk (CPRO)
  3. Komisaris Utama PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  4. Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kujang 1 Kostrad
  5. Anggota Majalis Amanah Pengurus Besar Ormas Mathla’ul Anwar (PBMA). Ormas Mathla’ul Anwar berdiri sejak 1916 di Menes Pandeglang Banten, memiliki sekitar 6000 jaringan sekolah MA dan pesantren di seluruh Indonesia. Saat ini telah memiliki perwakilan di hampir seluruh provinsi di Indonesia.
  6. Wakil Asisten Operasi KASAD
  7. Kepala Staf Daerah Militer VII/Wirabuana
  8. Gubernur Akademi Militer (1996-1997)
  9. Asisten Operasi KASUM ABRI (1997-1998)
  10. Kepala Staf Umum ABRI (1998-1999)
  11. Sekertaris Jenderal Departemen Pertahanan (1999)
  12. Wakil Panglima TNI (1999-2000)

Baca juga : Menteri Sekretaris Negara

Demikian penjelasan singkat mengenai Menteri Agama Fachrul Razi, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close