Menjadi Tersangka Pemilik PS Store Putra Siregar, Kasus Ponsel Ilegal!

  • Whatsapp
ponsel ilegal

Tahukau, – Menjadi tersangka dalam kasus kepemilikan ponsel ilegal yaitu Putra Siregar oleh kepolisian beberapa hari lalu.

Seorang pengusaha sukses asal Kota Batam bernama Putra Siregar, salah satu pPemilik PS Store yang ditetapkan menjadi tersangka terkait Tindak pidana Kepabeanan yaitu ponsel ilegal.

Kasi Bimbingan Kepatuhan dan Kehumasan Kanwil DJBC Jakarta Ricky yang dimintai keterangan terkait hal tersebut menjelaskan pada prinsipnya, terdapat tegahan dari Bea Cukai Kanwil Jakarta. Yang patut diduga terdapat pelanggaran tindak pidana kepabenanan yaitu ponsel ilegal.

Ricky menjabarkan, lalu dilakukan penyelidikan dan penyidikan, dan pada tahun 2019 berkas sudah dinyatakan lengkap, dan pada tanggal 23 Juli 2020 sudah diserahkan tersangka juga barang bukti ke Kejari Jakarta Timur. 

Baca juga: Pemerintah Nekat Buka Sekolah Zona Kuning Covid 19

Dimana penyerahan barang bukti juga tersangka sudah dilaksanakan atas pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang No.17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. “Total barang bukti berjumlah 190 pcs handphone bekas berbagai merk dan juga uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000,” ungkap Ricky melalui pesan WhatsApp, Selasa (28/7/2020).

Dan, juga diserahkan harta kekayaan atau penghasilan tersangka yang disita pada tahap penyidikan, dan akan dihitung sebagai jaminan pembayaran pidana atas denda dalam rangka pemulihan keuangan negara (Dhanapala Recovery) yang terdiri dari uang tunai sejumlah Rp 500.000.000, rumah sebesar Rp 1,15 miliar dan rekening bank senilai Rp 50.000.000.

“Penyerahan barang bukti juga tersangka tersebut, menjadi salah satu bentuk komitmen Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari adanya peredaran barang-barang ilegal dan juga mengamankan penerimaan negara,” jelas Ricky. 

Baca juga: Terkuak Fakta Tewasnya Editor Metro TV Yodi Prabowo, Tes HIV Sampai Halusinasi Mahluk Halus!

Ricky pun menambahkan selama proses penyelidikan ini dan penyidikan sampai tahapan serah terima, tersangka PS terbilang cukup kooperatif dan menggunakan protokol Covid-19.

Lebih jauh lagi Ricky mengatakan jika BC Kanwil Jakarta secara konsisten terus melakukan pengawasan terhadap kegiatan peredaran barang-barang secara ilegal. Untuk ke depannya, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus berupaya untuk melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara menjadi lebih optimal. 

Lewat keterangan tertulis yang diterima media dari Tim Humas Putra Siregar, Rabu (29/7/2020) dini hari, Putra menerangkan jika kejadian penangkapan terhadap dirinya terjadi pada tahun 2017 lalu.

Putra yang membeberkan, saat itu ia masih bergabung dalam satu perusahaan. Hanya Putra Siregar tidak menyebutkan secara lengkap mengenai perusahannya. 

Baca juga: Carut Marut Pandemi Covid 19, Lebih Dari 100,000 Kasus 5 Bulan Terakhir!

“Saya dijebak, saya diminta untuk beli barang oleh kawan sendiri, orangnya saya sangat kenal, namun begitu saya sampai, ternyata dia datang bersama petugas Bea Cukai, dan saya dijebak,” tulis Putra melalui rilis yang diterima media dari Tim Humas Putra Siregar, Rabu (29/7/2020).

Diceritakan pula pada malam hari, tahun 2017, ia ditelepon oleh J untuk membeli barang miliknya dan barang tersebut merupakan barang yang ilegal. 

Putra mengakui jika J terus mendesak dirinya untuk mau membeli barang miliknya tersebut. “Sementara saya belum melihat barangnya,” jelas Putra.

Kasus ponsel ilegal yang menyeret nama Putra yang kini masih dalam pendalaman mengenai keterkaitan siapa saja selain dirinya oleh tim kepolisian dan penyidik. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *