Umum

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) : Nadiem Makarim

Nadiem Makarim merupakan sosok yang menjabat sebagai pendiri atau CEO Go-Jek Indonesia. Go-Jek merupakan perusahaan penyedia jasa transportasi ojek di Indonesia dengan menawarkan segala kemudahan dan kenyamanan bagi penggunanya. Nadiem Makarim lebih senang jika perusahaan yang didirikannya pada tahun 2011 disebut sebagai perusahaan berbasis teknologi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) : Nadiem Makarim
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) : Nadiem Makarim

Disebut sebagai perusahaan teknologi karena perusahaan ini memanfaatkan kecanggihan teknologi mobile sehingga GO-jek berhasil merevolusi industri transportasi ojek. Karena keberhasilannya maka ia didaulat oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan periode 2019 – 2024 untuk kabinet Indonesia maju. Berikut ini merupakan biografi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim:

Baca juga : Menteri Ketenagakerjaan

  • Nama : Nadiem Makarim
  • Tempat dan Tanggal Lahir : Singapura, 4 Juli 1984
  • Orang tua : Nono Anwar Makarim (ayah) Atika Algadrie (ibu)
  • Pasangan : Franka Franklin (istri, 2014)

Pendidikan :

  • Foreign Exchange di London School of Economics
  • International Relations di Brown University, Amerika Serikat
  • Harvard Business School , Harvard University

Karir :

  • Co Founder & Managing Direktor Zalora Indonesia
  • Chief Innovation Officer Kartuku
  • Bussiness Consultan , Mckinsey & Company
  • Founder & CEO GO-JEK (2011- sekarang)

Profil Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) : Nadiem Makarim
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) : Nadiem Makarim

Nadiem merupakan pria yang kelahiran Singapura, ayahnya bernama Nono Anwar Makarim yang berasal dari Pekalongan seorang pengacara dan ibunya bernama Atika Algadrie dari Pasuruan yang bekerja di bidang non-profit.

Nadiem makarim mulai bersekolah SD di Jakarta, sampai ia lulus SMA di Singapura. Lulus dari SMA ia melanjutkan pendidikan di jurusan International Relations di Brown University, Amerika Serikat. dan selama setahun ia mengikuti program foreign exchange di London School of Economics. Setelah itu ia melanjutkan kembali studinya di Harvard Business School, Harvard University dan lulus dengan menyandang gelar MBA (Master Business Of Administration).

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Nadiem yang pernah bekerja di sebuah perusahaan Mckinsey dan Company sebuah konsultan ternama di Jakarta selama 3 tahun. Setelah itu ia bekerja sebagai Co-founder dan Managing Editor di Zalora Indonesia kemudian menjadi Chief Innovation officer kartuku.

Berbekal dari berbagai pengalaman pekerjaan yang dimiliki, Nadiem kemudian memberanikan diri untuk berhenti dari pekerjaannya dan berniat mendirikan perusahaan GO-Jek pada tahun 2011.

Baca juga : Menteri Perindustrian

Ide munculnya GO-Jek

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) : Nadiem Makarim
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) : Nadiem Makarim

Ide mendirikan Go-Jek Nadiem dapatkan saat ia berdiskusi dengan tukang ojek langganannya. Nadiem memang lebih sering menggunakan jasa ojek dibanding dengan menggunakan mobil pribadi.

Nadiem Makarim menjadi seorang yang cukup setia menggunakan jasa ojek. Nadiem melihat permasalahan utama tukang ojek waktu tidak produktif yang besar, seperti mangkal dan menunggu penumpang.

Saat di pangkalan ojek, pengemudi ojek harus bergiliran dengan pengemudi ojek lainnya. Disisi lain para pengguna ojek, juga merasa malas untuk berjalan mencari pangkalan ojek. Di kota besar, seperti Jakarta tentu orang lebih suka menggunakan taxi karena lebih mudah dicari.

Dari perbincangan dengan tukang ojek langganannya, ia menemukan kenyataan bahwa hampir sebagian besar tukang ojek menghasilkan waktu hanya untuk menunggu pelanggan yang menghampiri, dan susah untuk mencari pelanggan. Dilain sisi kemacetan di Jakarta semakin memperburuk kondisinya, maka ia berpikir sangat dibutuhkan sebuah layanan transportasi yang cepat serta pengiriman yang cepat untuk membantu warga jakarta dalam berkegiatan.

Baca juga : Menkumham

Kemudian pada tahun 2011, Go-Jek resmi didirikan oleh Nadiem Makariem yang sekaligus menjabat sebagai CEO GO-Jek. Go-Jek yang menawarkan kemudahan serta kecepatan kerja, GO-Jek bekerja sama dengan para tukang ojek di bawah naungan perusahaan GO-Jek. GO-Jek menyediakan layanan jasa transportasi, pengiriman barang dan juga makanan serta jasa belanja.

Nadiem sendiri diketahui pernah bekerja di Mckinsey & Company di Jakarta dan menghabiskan masa selama 3 tahun bekerja di sana. Dan juga ia pernah bekerja sebagai Co-Founder dan Managing Editor di Zalora Indonesia lalu menjadi Chief Innovation Officer Kartuku. Dengan banyaknya pengalaman selama ia bekerja, Nadiem Makarim berniat dan memberanikan diri untuk berhenti dari tempat ia bekerja dan mendirikan sebuah perusahaan GO-JEK yang sampai saat ini menjadi salah satu transportasi nasional bermodal kecerdasan anak negeri sendiri.

Baca juga : Menteri Perdagangan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) : Nadiem Makarim

Sebagai pendiri Gojek dan pemilik Gojek Nadiem menjabat sebagai CEO GO-JEK. Layanan GO-JEK yang banyak menawarkan kemudahan dan kecepatan yang bekerja sama dengan para tukang ojek yang ada di bawah naungan perusahaannya tersebut. Layanan GO-JEK dengan menawarkan jasa dalam hal memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam moda transportasi umum.

Go-Jek semakin lama semakin berkembang, sampai pada tahun 2014 GO-Jek mendapat suntikan dana dari perusahaan investasi yang berasal dari Singapura yaitu Northstar Group, selain itu di tahun yang sama perusahaan Go-Jek milik Nadiem juga mendapat suntikan dari dari 2 perusahaan lain yaitu Redmart Limited dan Zimplistic Pte Ltd.

Semakin lama perusahaan Nadiem semakin terkenal, sampai pada tahun 2015 Nadiem merilis aplikasi Mobile Go-Jek dan menjadikan Go-Jek semakin banyak diminati oleh pelanggan setianya. Nadiem Makarim memang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kemudahan pelanggannya. Dengan aplikasi mobile, pelanggan hanya perlu memesan layanan Go-Jek dengan menggunakan smartphone mereka. Selain itu, tarif Go-Jek didasarkan pada jarak tempuh dan pembayarannya dapat menggunakan credit  atau disebut dengan my wallet.

Saat ini Nadiem Makarim pendiri GoJek telah membuktikan prestasi yang luar biasa, setidaknya ada lebih dari 10 ribu supir ojek yang tergabung dalam GoJek. Salah satu sumber peningkatan yang drastis karena adanya aplikasi berbasiskan Android.

Baca juga : Menko Perekonomian

Harapan Nadiem Makarim pendiri GoJek yaitu agar perusahaannya PT. Gojek dapat membantu serta melayani seluruh masyarakat Indonesia dimanapun mereka berada. Bahkan bisa mencapai target sampai ke luar negeri, dan terbukti Go-Jek sudah membuka beberapa cabang di negara lain.

Model bisnis yang diterapkan GoJek yaitu dengan skema bagi hasil supir ojek. GoJek hanya mengambil bagian 20% dan sisanya 80% merupakan bagian bagi pengendara ojek.

Pada awalnya Nadiem makarim hanya membawahi 20 orang tukang ojek saja, namun bertambahnya waktu dan semakin besarnya usaha tersebut ia sudah memiliki 10 ribu orang tukang ojek yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dibawah naungan perusahaannya. Ia selalu melakukan inovasi pada perusahaannya sehingga bisnisnya kemudian banyak diliput media yang menyebut bahwa Go-Jek merupakan revolusi dari transportasi ojek kekinian.

Saat ini, Gojek sudah menjelma menjadi perusahaan startup terbesar di Indonesia. Berdasarkan data CB Insight, beberapa investor telah menyuntikkan dana kepada Gojek sampai mampu menyandang status decacorn, yang bervaluasi US$ 10 miliar atau setara dengan Rp 142 triliun. Hal ini membuat valuasi Go-jek 14 kali lipat dari kapitalisasi pasar maskapai Garuda Indonesia yang berada di angka Rp 11,07 triliun. Satu terobosan anak bangsa yang sangat gemilang, bukan?. Sepatutnya sosok Nadiem menjadi salah satu orang yang bisa menjabat untuk posisi menteri Pendidikan dan Kebudayan. Diharapkan melalui terobosannya juga bisa berhasil membawa pendidikan juga budaya Indonesia semakin maju dan baik di mata nasional juga luar negeri.

Demikianlah penjelasan mengenai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Semoga menjadi manfaat yang berguna bagi pembaca sekalian.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close