Linda Tewas Tenggelam Saat Berwisata di Pantai Batu Bengkung

  • Whatsapp
pantai copy
pantai copy

Tahukau.com – Linda Tewas Tenggelam Saat Berwisata di Pantai Batu Bengkung – Seorang gadis yang bernama Linda Pravitasari (27) warga Lingkungan Panggreman Gang II Kelurahan/Kecamatan Kranggan.

Kota Mojokerto menjadi salah satu korban dalam musibah kecelakaan di Pantai Batu Bengkung, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, pada Rabu (26/5/2021).

Korban merupakan rombongan wisatawan asal Kota Mojokerto, yang pergi berangkat bersama tetangga dan teman -temannya.

Selain Linda, salah satu gadis lainnya yang bernama Azizah (21) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) juga mengalami nasib yang sama seperti Linda Plavitari.

Gadis kedua tersebut, telah meninggal dunia setelah tergulung oleh ombak pantai tersebut.

Linda terbawa oleh ombak saat berlibur bersama teman – temannya, di Pantai Batu Bengkuang.

Sebelum terseret ombak, mereka sempat menaiki salah satu bukit batu karang yang berada di pantai tersebut.

Bukit tersebut adalah salah satu spot foto di pantai yang berlokasi di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang itu.

Dilokasi itu mereka foto – foto selfie, sebelum akhirnya ombak dari sisi Timur dan Barat menghabiskan mereka.

Dari enam orang yang terbawa, dua diantaranya mereka ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi yaitu Linda Pravitasari dan Azizah (21) asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Satu orang selamat, namun kondisinya kritis. Sedangkan tiga orang lagi, masih belum ditemukan untuk saat ini.

Identitas satu orang yang selamat, namun kondisinya kritis itu ialah Aprilia Dwi Jayanti (23) warga asal Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto.

Linda merupakan anak pertama dari pasangan Mustofa Haris dan Maisyaroh warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Ibu Maisyaroh masih dalam keadaan terpukul, karena telah kehilangan putri tercintanya tersebut.

Baca juga : Kawasan Lembang Disergap Banjir Akibat Hujan Deras

Sang ibu terlihat begitu sedih berada didalam kamar, sembari menunggu kedatangan jenazah dari Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang.

“Ya ibunya Linda menangis terus di kamar masih belum bisa ditemui karena anaknya pamit berwisata saat libur kerja bersama tanggal merah, namun kita tidak pernah menyangka akan musibah ini” ucap Nia.

Paman korban Muhaimin menggungkapkan, sebelum kejadian itu korban yang bekerja sebagai sales ini sempat berfoto ceria dan menjadikannya sebagai WhatsApp Story, sekitar pukul 06.04 WIB.

Seorang pihak keluarga menunjukkan WhatsApp Story korban berfoto di Pantai Batu Bengkung, Malang. (Mohammad Romadoni/Surya)

Niawati Lestari (30) yaitu kakak sepupu korban, menggungkapkan begitu terpukul terkait musibah yang merenggut nyawa anggota keluarganya.

Bahkan ia masih tidak percaya, saat mendapat kabar kalau Linda meninggal karena terseret oleh ombak di Pantai Batu Bengkung.

“Ya awalnya dapat informasi tersebut terkejut, masih belum percaya kalau (Linda) sudah meninggal.” Ungkapnya saat ditemui di rumah duka, pada Rabu (26/5/2021).

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi korban meninggal akibat terseret ombak, hingga ke terhempas ke dalam laut saat berwisata di Pantai Malang.

Korban bareng tetangganya naik mobil dengan enam orang yakni, tiga pria dan tiga wanita dan berangkat dari rumah sekitar pukul 24.00 WIB.

Menurutnya, pihak keluarga memperoleh informasi Linda bersama dua orang teman wanita terseret ombak saat swafoto di Pantai Batu Bengkung.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi, sedangkan temannya dapat diselamatkan meski keadaannya kritis.

Mendapati kabar duka itu, pihak keluarga yang bersangkutan bergegas menuju ke lokasi kejadian di mana ia ditemukan.

“Disana (Malang) ada tantenya yang mengurus semuanya, tadi jenazah masih di RS Syaiful Anwar Malang” terangnya.

Di sisi lain, koordinator Pantai Selatan Rescue (PSR), Pireno menerangkan kondisi gelombang di Pantai Bengkung terbilang sedang tinggi.

“Gelombang saat ini, mencapai 5 sampai 6 meter” terang Pireno.

Pireno meminta para pengunjung, benar – benar mengindahkan peraturan larangan mendekati area berbahaya Pantai Bengkung.

Seperti di bukit, dan bibir pantai yang memiliki ombak ganas.

“Banyak terpasang papan – papan peringatan, kami minta wisatawan agar mematuhi peraturan yang ada” himbaunya.

Pireno menjelaskan, pencarian akan difokuskan di 7 titik teluk yang berada di sekitar Pantai Bengkung.

“Lokasinya berada di Timur Pantai Ngudel, jaraknya 10 sampai 12 kilometer” ucapnya.

Hingga pencarian dihentikan pada pukul 17:00, tiga korban lainnya yakni Maulana Muhammad Al Faridzi asal Kabupaten Indragiri, Fikri asal Padang Sumatera Barat Padang dan Dimas Reza asal Junrejo Kota Batu dinyatakan masih belum ditemukan.

Pencarian akan dilanjutkan pada keesokan harinya, “Gelombang saat ini mencapai 5 sampai 6 meter. Jadi kami fokuskan pencarian di daratan (pinggir pantai),” tutup Pireno.

Baca juga : Penutupan Seluruh Objek Wisata Di Siak Kembali Diperpanjang

Bupati Mojokerto Prihatin

pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto begitu prihatin terkait akan musibah yang menimpa mahasiswa Institut KH Abdul Chalim di Pantai Batu Bengkung, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. pada Rabu (26/5/2021) sekitar pukul 06.30 WIB.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menyampaikan duka yang mendalam bagi keluarga korban terkait musibah yang menimpa mahasiswa Institut KH Abdul Chalim.

Pihaknya memastikan, Pemerintah Daerah bakal memfasilitasi keluarga korban.

“Untuk tindakan lanjut kami akan memfasilitasi apapun yang dibutuhkan dari Kabupaten Mojokerto, kami akan menyiapkan seperti mobilitas keluarga korban dan lainnya.” Ungkapnya saat di tengah di Maha Vihara Mojopahit, Kecamatan Trowulan, pada Rabu (26/5).

Ikfina mendapat laporan dari Bakesbangpol Kabupaten Mojokerto terkait peristiwa yang menimpa mahasiswa Institut KH Abdul Chalim, Kecamatan Pacet yang terseret ombak di Pantai Bengkung Kabupaten Malang.

Menurut dia, pihaknya akan melakukan berkoordinasi dengan pihak pengelola Institut KH Abdul Chalim tentang peristiwa tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah akan mencari keterangan sekaligus himbauan bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto supaya berlibur di daerah pesisir pantai dalam kondisi cuaca seperti ini.

“Tentunya ini (Mahasiswa) karena sudah dewasa, apalagi kegiatan itu bukan berdasarkan dari Institut yang bersangkutan sehingga menjadi tanggung jawab pribadi” ucap Ikfina.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Aleksander mengungkapkan pihaknya telah memperoleh laporan adanya mahasiswa Institut KH Abdul Chalim di Pacet Mojokerto yang mengalami musibah kecelakaan air di Pantai Bengkung, Malang Selatan, pada Rabu pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

“Dari informasi yang telah kami temukan, ada lima orang korban yakni tiga yang sudah ditemukan dan kita semuanya berduka atas korban yang ditemukan meninggal dan dua sedang proses pencarian,” bebernya.

Dony menyebut, pihaknya berkoordinasi dengan lintas sektoral Polres Malang Kabupaten yang sudah menerjunkan Tim Sar dan masih terus dilakukan proses pencarian korban.

Pihaknya mengharapkan, supaya dua korban mahasiswa dari Mojokerto dapat segera ditemukan.

Baca juga : Remaja 16 Tahun Diperkosa 17 Pemuda Secara Bergiliran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *