Pendidikan

Kurikulum Darurat Ala Nadiem Jangan Ulangi Era Anies Pinta KPAI

Tahukau, – Kurikulum darurat ala Nadiem jangan sampai mengulangi di era Anies pinta KPAI, hal ini agar kurikulum bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengapresiasi kebijakan Kemendikbud yang akhirnya menyusun kurikulum darurat di tengah era pandemi Covid-19 saat ini.

Walau demikian, Retno juga mengkritik pelaksanaan kurikulum darurat tersebut yang menurutnya tidak tegas untuk diterapkan pada seluruh sekolah.

“Sayangnya Kemdikbud tidak tegas jika kurikulum dalam situasi darurat ini harus digunakan untuk seluruh sekolah, namun menjadi kurikulum alternatif,” jelas Retno dalam keterangannya yang diterima media, Jumat (7/8).

Baca juga: Bakal Dipanggil KPK Usai Nadiem Makarim Minta Maaf Kepada PP Muhammadiyah, NU Dan PGRI

Pendapat Retno, dengan adanya pembebasan penerapan kepada sekolah tersebut, Nadiem justru bisa berpotensi mengulang kesalahan Anies Baswedan saat menjabat Mendikbud pada periode 2014-2019 dulu. Saat itu menjabat Mendikbud, Anies memberlakukan dua kurikulum dalam satu tahun ajaran sehingga terjadi perbedaan.

“Seharusnya tidak boleh ada pelaksanaan kurikulum yang berbeda dalam satu tahun ajaran baru karena akan membingungkan guru juga pihak sekolah di lapangan seperti pernah terjadi pada saat Mendikbud Anies Baswedan, yaitu berlakunya dua kurikulum, kurikulum 2013 dengan kurikulum KTSP atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,” ungkap Komisioner KPAI yang mengurusi bidang pendidikan saat ini.

Mantan Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) juga menilai seharusnya kurikulum darurat yang sudah disusun Kemendikbud ini diberlakukan di seluruh Indonesia untuk meringankan guru, siswa dan juga orangtua.

Baca juga: Minta POP Kemendikbud Di Stop, Din Syamsuddin : Bukan Salah Nadiem Makarim, Namun Salah Jokowi

Sebagaimana yang diketahui, pada Jumat kemarin ini Nadiem sudah mengumumkan penyusunan kurikulum darurat. Namun, ia tidak mewajibkan seluruh sekolah mengikuti kurikulum darurat tersebut. Bagi sekolah yang sudah melakukan untuk menyederhanakan kurikulum secara mandiri, tetap diperkenankan.

“Ingin saya tekankan jika satuan pendidikan tidak wajib mengikuti kurikulum darurat ini, mereka boleh jika masih merasa nyaman menggunakan kurikulum nasional 2013, ya silakan,” jelas Nadiem dalam jumpa pers yang digelar oleh Kemendikbud melalui daring.

Dimana dalam msalah ini, para guru dan organisasi profesi guru sudah lama menagih janji dari Kemendikbud untuk mengeluarkan kurikulum darurat di saat tengah pandemi virus corona ini. Mereka menilai proses pembelajaran saat ini tidak bisa dipaksakan sesuai dengan kurikulum 2013.

Penyesuaian kurikulum ini, menurut para guru harus dilakukan oleh pemerintah pusat untuk membantu jalannya pembelajaran di masa pandemi.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close