Kronologi Kasus Beracun Di Bandul, Berikut Penjelasannya

  • Whatsapp
sate beracun copy
sate beracun copy

Tahukau.com – Kronologi Kasus Beracun Di Bandul, Berikut penjelasannya – Pada minggu (24/04/2021) lalu, Bandiman sedang beristirahat di sebuah masjid di jalan Gayam, Kota Yogyakarta. Kemudian, dia mendapat order offline.

Orderan itu berasal dari seorang perempuan yang belakangan diketahui bernama Nani Apriliani Nurjaman, yang berlokasi di jalan Gayam, Kota Yongyokarta.

Order offline itu merupakan takjil sate lontong yang di tunjukkan kepada Tommy.

Saat itu di sepakati tarif pengrimannya sebesar Rp 25.000, tetapi NA membayar Rp 30.000. Bandiman juga diminta untuk berkata bahwa makanan itu dari Pak Hamid di pakualaman untuk Tomy.

Ada Racun Sianida

Kronologi Kasus Beracun Di Bandul, Berikut Penjelasannya

laboratorium kesehatan dan kalibrasi dinas kesehatan DIY mengungkapkan ada kandungan potasium sianida dalam paket takjil itu.

Dalam ahli forensik Universitas Gajha Mada (UGM) Lipur Riyantiningtyas, telah mengatakan bahwa potasium sianida merupakan jenis racun yang dapat di beli secara bebas dan itu sangat berbahaya bagi tubuh.

Zat ini juga biasa terkandung dalam racun tikus, jika sudah masuk ke dalam tubuh, maka racun itu nanti akan mati. Dalam jumlah yang kecil, sianida akan menimbulkan gejala yang sangat besar seperti mual, muntah, napas sesak, sakit kepala, tubuh lemas dan gelisah.

Kata Lipur, mengutip Kompas.com, Minggu. Dalam jumlah cukup besar, potasium sianida juga dapat menyebabkan turunnya denyut nadi, sampai hilang kesadaran.

Baca juga : Jual Saham di IPOT Agar Dapat Untung Besar, Begini Caranya

Sate terasa pahit

Makanan sate tersebut kemudian diberikan terhadap Bandiman, dia pun membawanya pulang untuk makanan berbuka puasa mereka.

Melansir Kompas.com, Minggu (02/05/2021) sesampainya di rumahnya, takjil sate lontong itu telah diberikan oleh istri dan anaknya untuk dimakan mereka.

Lalu anak saya bilangnya pahit, panas dan lari ke kulkas minum,” ujar Bandiman. Ketika berjalan NF, anak Bandiman mendadak tersungkur.

Tidak lama kemudian itu, Titik Rini, istri Bandiman, muntah. Mereka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Yogyakarta.

Ternyata Istrinya berhasil diselamatkan Namun, sang anak tidak tertolong sang anak tewas karena memakan sate tersebut.

Saat ini titik yang kini masih dalam perawatan di rumah sakit juga sudah mengatakan, dari tampilannya tidak ada sama yang mencurigakan dari lontong tersebut.

Baca juga : Apa Itu Pengertian Saham : Jenis, Manfaat dan Risiko

Pelaku Diamankan

Dir Reskrimmum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya mengatakan Setelah dilakukan penyelidikan sekitar 4 hari akhirnya petugas kepolisian mengamankan seorang pelaku yang mengirimkan sate.

Diamankan NA (25) warga Majalengka, Jumat (30/04/2021) kata Burkan di Mapolres Bantul Senin (03/05/2021)

Pengirim sate ayam yang mengandung racun itu bernama Nani Apriliani Nurjaman (25) atau NA alias Tika, beralamat KTP di Desa Buniwangi, Kecamatan Palasan, Majalengka, Jawa Barat. Kecamatan Palasan, Majalengka, Jawa Barat.

Alasannya Nani Apriliani Nurjaman sakit hati karena ternyata targetnya, yaitu T, telah di tinggal nikah yang menikah dengan orang lain. belakangan diketahui, Nani mendapatkan saran soal pengiriman sate beracun dari pria bernama R, pelanggannya di salon.

Baca juga : Pengertian dan Memahami Cara Menjadi Wirausahawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *