Umum

Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia Serta Penjelasannya

Salah satu jejak sejarah Nusantara adalah adanya Kerajaan Islam di Indonesia. Agama Islam sendiri masuk ke Nusantara sejak abad ke-7 Masehi oleh pedagang dari Arab, Gujarat, dan Persia. Penyebaran Islam berlangsung cukup lama yakni mulai dari abad 7 M sampai 13 M dimana penyebarannya dimulai dari daerah pusat perdagangan seperti daerah pesisir dekat pelabuhan. Sejak itulah, pengaruh Islam mulai menyebar dan menguat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Simak baik-baik artikel berikut ini ya!

Baca juga : Walisongo

Di bawah ini adalah kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia, antara lain:

Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai

Kesultanan Samudera Pasai atau dikenal sebagai Samudera Darusssalam adalah kerajaan Islam di pesisir pulau Sumatera, yakni di Aceh Utara tepatnya di Kabupaten Lhokseumawe. Menurut sejarah, Samudera Pasai didirikan tahun 1267 oleh Marah Silu yang naik gelar menjadi Sultan Malik as-Saleh. Ketika Kerajaan Samudera Pasai dipimpin oleh Sultan Malik Al Tahir tahun 1326, koin emas sebagai mata uang Kerajaan Samudera Pasai muali diberlakukan. Kejayaan Kesultanan Pasai dicapai saat dipimpin oleh Ratu Naharsyiyah. Runtuhnya Kerajaan Samudera Pasai disebabkan karena adanya perang saudara untuk memperebutkan kekuasaan ditambah dengan datangnya Portugis ke Nusantara. Tahun 1521, Portugis berhasil meruntuhkan Kesultanan Samudera Pasai hingga tahun 1524 kerajaan tersebut masuk wilayah Kesultanan Aceh.

Kerajaan Aceh Darussalam

Kerajaan Aceh Darussalam

Kerajaan Aceh Darussalam berdiri pertama kali tahun 1496 setelah Sultan Ali Mughayat Syah dinobatkan sebagai Sultan sekaligus menjadi pemimpin pertama bagi Kerajaan Aceh Darussalam. Kesultanan tersebut menjadi kerajaan Islam di Pulau Sumatera yang beribukota Banda Aceh. Hal yang paling terkenal dari kerajaan tersebut adalah perlawanan dan penolakannya pada imperialisme Eropa yang dibawa penjajah Nusantara saat itu. Kerajaan Aceh Darussalam mengalami beberapa kali pergantian pemimpin sejak Sultan Ali Mughayat Syah. Kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam dapat dicapai sejak kepemimpinan Sultan Iskandar Muda tahun 1607-1636. Pemimpin terakhir Kerajaan Aceh Darussalam adalah Sultan Alaiddin Muhammad Daud Syah tahun 1903. Saat itu, Kerajaan Aceh Darussalam terpaksa menyerahkan diri ke pihak penjajah Belanda.

Kerajaan Demak

Kerajaan Demak

Kerajaan Islam Demak adalah kerajaan Islam pertama dan terbesar di Jawa. Kerajaan yang berdiri tahun 1478 masih memiliki turunan dari Kerajaan Majapahit. Pemimpin pertamanya adalah Raden Patah. Kemudian tahun 1507, Pati Unus yang mendapat julukan Pangeran Sabrang Lor menggantikan ayahnya Raden Patah. Julukan Sabrang Lor diberikan karena keberaniannya melawan Portugis di Malaka. Meskipun singkat, namun Kerajaan Demak mampu menyebarkan agama Islam secara luas di Jawa. Tercatat ada 5 raja yang pernah berkuasa yakni Raden Patah, Pati Unus, Sultan Trenggono, Sunan Prawata, dan Arya Penangsang. Runtuhnya kerajaan Demak terjadi karena tewasnya Raja Arya Penangsang di tangan Sutawijaya, yakni anak angkat Joko Tingkir saat melakukan pemberontakan. Pemberontakan tersebut terjadi karena perebutan kekuasaan yang dimenangkan oleh Joko Tingkir dan kemudian memindahkan Demak ke Pajang.

Kerajaan Pajang

Kerajaan Pajang

Kerajaan Pajang berpusat di Jawa Tengah dengan raja pertamanya yang begitu familiar yakni Hadiwijaya atau Joko Tingkir. Kerajaan Pajang berdiri tahun 1548 saat Hadiwijaya mengalahkan Arya Penangsang. Meskipun pada akhinya, kerajaan ini hanya bertahan sampai tahun 1586. Tiga raja yang pernah berkuasa adalah Joko Tingkir atau Hadiwijaya, Arya Pangiri, dan kekuasaan terakhir berada di Pangeran Buwana atau Prabuwijaya. Sepeninggal Pangeran Buwana, tidak ada lagi penerus tahta kerajaan. Hingga Kerajaan Pajang mengalami kekosongan kekuasaan dan kemudian digabung mnejadi kerajaan Mataram Islam dibawah pimpinan Sutawijaya.

Kerajaan Mataram Islam

Kerajaan Mataram Islam

Kesultanan Mataram Islam adalah kerajaan Islam di Jawa yang terletak di Kotagede, sebelah tenggara kota Yogyakarta. Awalnya, kerajaan ini adalah hadiah untuk Ki Ageng Pemanahan karena mampu mengalahkan Arya Penangsang. Raja pertama Kerajaan Mataram Islam adalah Sutawijaya yang bergelar Panembahan Senopati. Tahun 1601, Raja Sutawijaya wafat dan digantikan oleh Mas Jolang atau Panembahan Seda ing Krapyak. Pemimpin yang paling terkenal sekaligus membawa kejayaan bagi Mataram Islam adalah Mas Rangsang atau Sultan Agung. Beliau bukan hanya terkenal akan kepemimpinannya, namun karena karyanya yang menggabungkan tahun Masehi dengan tahun Saka. Kemunduran Kerajaan Mataram Islam dimulai sejak kepemimpinan Amangkurat I. Kemudian, kerajaan runtuh saat berada di bawah kepemimpinan Amangkurat II.

Kerajaan Islam Cirebon

Kerajaan Islam Cirebon

Kerajaan Cirebon atau Kesultanan Cirebon adalah kerajaan Islam yang cukup besar di pulau Jawa sejak abad 15-16 Masehi. Kerajaan ini berdiri pertama kali pada tahun 1430 dimana penguasa atau Sultan pertamanya adalah pangeran Walangsungsang sebagai Sultan Cirebon I. Sultan Cirebon I menjabat sejak tahun 1430 hingga 1479. Tahun 1479, Sultan Cirebon I menyerahkan kekuasaaan atau jabatannya kepada keponakannya sendiri, Sunan Gunung Jati sebagai Sultan Cirebon II. Penguasa Kerajaan Cirebon berikutnya adalah Sultan Abdul Karim sekaligus menjadi pemimpin Kesultanan Cirebon terakhir sebelum kerajaan terbagi menjadi Kesultanan Kasepuhan dan Kanoman.

Kerajaan Islam Banten

Kerajaan Islam Banten

Kesultanan Banten adalah kerajaan Islam di pulau Jawa tepatnya berada di Pasundan, Banten yang berdiri pada tahun 1526. Sultan Maulana Hasanuddin adalah sultan pertama yang memimpin kerajaan ini. Setelah Raja Hasanuddin wafat, pemimpin kerajaan adalah putranya sendiri yakni Pangeran Yusuf. Sultan atau Raja yang terkenal di Kesultanan Banten adalah Sultan Ageng Tirtayasa sekaligus membawa Kerajaan Banten berada di masa kejayaan. Runtuhnya Kesultanan Banten terjadi karena banyak faktor seperti perang saudara yang muncul dimana Sultan Haji sebagai anak Sultan Ageng Tirtayasa berusaha mendapatkan kekuasaan dari ayahnya sendiri. Imbas dari kejadian tersebut adalah pembubaran Kesultanan Banten tahun 1813 oleh pemerintah Inggris yang sedang berkuasa di Indonesia saat itu. Pemimpin terakhir dari Kesultanan Banten yang dipaksa bubar adalah Sultan Maulana Muhammad Syafiudin.

Kerajaan Islam Ternate

Kerajaan Islam Ternate

Kesultanan Ternate adalah salah satu dari 4 Kerajaan Islam terbesar di tanah Maluku. Kerajaan ini berdiri pertama kali tahun 1257 oleh Sultan Mahrum dan menjadi kerajaan paling berpengaruh di kawasan timur Nusantara. Hal ini disebabkan karena kerajaan memiliki rempah-rempah melimpah sehingga banyak saudagar yang melakukan perdagangan di kerajaan tersebut. Di samping melakukan transaski, mereka juga menyebarkan agama Islam. Setelah Sultan Mahrum wafat, kemudian Sultan Harun menggantikannya. Kemudian Sultan Harun digantikan oleh putranya bernama Sultan Baabullah. Kerajaan ini mencapai kejayaannya kala itu yakni sekitar abad ke 16. Hal ini disebabkan karena kerajaan memiliki kekayaan hasil rempah-rempah ditunjang dengan kekuatan pasukan militernya. Tahun 1583, Sultan Baabullah wafat yang kemudian kepemimpinannya digantikan oleh putranya sendiri, Sahid Barkat. Kemunduran kerajaan Ternate dikarenan kerajaan tidak dapat melawan Spanyol dan VOC.

Kerajaan Islam Tidore

Kerajaan Islam Tidore

Kerajaan Islam Tidore berada di selatan Kerajaan Ternate dimana agama Islam baru resmi menjadi agama kerajaan saat kekuasaan berada di bawah Raja Tidore 11, Sultan Djamalludin atas dakwah Dyekh Mansur dari Arab. Kesultanan Tidore berdiri tahun 1081 oleh Muhammad Naqil sekaligus menjadi Sultan pertama. Masa kejayaan Kesultanan Tidore saat menginjak abad ke 16 hingga ke 18 tepatnya berada di masa pemerintahan Sultan Nuku (1780-1805 M). Meskipun puluhan kali berganti kepeimpinan, Kerajaan Tidore menjadi pusat perdagangan sebab bangsa Eropa sering melakukan transaksi perdagangan seperti Spanyol, Portugis, dan Belanda. Kejayaan Kesultanan Tidore goyah sejak pihak imperalisme barat yang datang ke Nusantara mengadu dombanya dengan Kesultanan Ternate. Akan tetapi, Kesultanan masih berjalan hingga saat ini d bawah kepemimpinan Sultan Husain Syah.

Demikian ulasan lengkap kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close