Wisata

Kerajaan Demak : Sejarah, Raja, Sosial Budaya & Peninggalan

Kerajaan Demak berperan dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa meskipun kekuasaannya hanya berlangsung lebih kurang 79 tahun dengan lima orang raja yang memerintah. Penyebaran agama Islam yang diprakarsai kekuasaan Demak dilakukan oleh Walisongo. Para wali dikirimkan ke daerah yang berada di sisa kekuasaan Kerajaan Hindu-Budha di tanah Jawa. Tugas Walisongo adalah mengislamkan pulau Jawa dan menjadikan daerah tersebut masuk ke dalam wilayan Demak. Lalu, bagaimana perjalanan kekuasaan Kerajaan Demak di tanah Jawa? Simak baik-baik artikel berikut ini ya!

Baca juga : Kerajaan Sriwijaya

Sejarah

Sejarah

Dalam sejarah Jawa disebutkan bahwa Kerajaan Demak menjadi pengganti langsung Kerajaan Majapahit. Kerajaan ini merupakan kesultanan Islam pertama di pantai utara Jawa sekaligus menjadi tonggak tersebarnya agama Islam di tanah Jawa. Berdirinya Kerajaan Demak berawal dari runtuhnya Kerajaan Majapahit pada abad ke 15. Hal ini membuat daerah yang berada di kekuasaan Majapahit melepaskan diri, salah satunya Kadipaten Demak. Karena berada di lokasi strategis sebagai jalur pelayaran, terjadi perebutan kekuasaan antar kadipaten yang mengklaim bahwa mereka adalah pewaris tahta Kerajaan Majapahit. Secara geografis, Kerajaan Demak berada di bagian wilayah Jawa Tengah, tepatnya di Demak. Kerajaan Demak adalah kekuasaan Kerajaan Majapahit yang bernama Bintoro. Selain berada di tepi selat antara Gunung Muria dan Jawa, Kerajaan Demak juga diapit oleh dua pelabuhan besar, yakni Pelabuhan Jepara dan Pelabuhan Kerajaan Majapahit Kuno.

Raja-Raja yang Memimpin Kerajaan Demak

Raja-Raja yang Memimpin Kerajaan Demak

Dalam masa Kerajaan Demak, tercatat ada lima raja yang pernah memimpin, antara lain:

Raden Patah

Raden Patah adalah keturunan terakhir Raja Majapahit yang bernama Brawijaya dengan seorang putri dari Campa. Gelar yang dimiliki Raden Patah adalah Senapati Jumbang Ngabdurrahman Panembahan Sayidin Palembang Panatagama. Nama Palembang diberikan karena memang kota tersebut adalah kota kelahiran Raden Patah. Beliau memerintah Demak selama 43 tahun sejak berdiri pada tahun 1475 Masehi hingga 1518 Masehi.

Pati Unus

Raja Demak yang ke-2 digantikan oleh anak Raden Patah dan naik tahta pada tahun 1518 Masehi. Nama lain Pati Unus adalah Pangeran Sabrang Lor karena keberanian beliau memimpin armada laut untuk menyerang Portugis di Malaka. Masa kepemimpinan Pati Unus hanya berlangsung selama 3 tahun. Tepat tahun 1521 Masehi, beliau mangkat dan digantikan oleh adiknya.

Sultan Trenggana

Setelah menggantikan kakakanya Pati Unus Trenggana dianugerahi gelar Sultan. Sultan Trenggana adalah raja Demak paling besar sekaligus yang membawa kejayaan pada Kerajaan Demak. Pertama beliau berhasil mengutus utusan militernya yang dikirim untuk merebut Sunda Kelapa dari kekuasaan Portugis hingga kekuasaanya menyebar ke Jawa Barat, seluruh Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur. Selain berjasa atas penyebaran agama Islam di seluruh wilayah kekuasannya, Raja Demak tersebut juga berhasil mengalahkan kerajaan-kerajaan Hindu-Budha yang berada di tanah Jawa dan kemudian menjadi kekuasaan Kerajaan Demak. Penguatan kekuasaan juga dilakukan dengan melakukan perkawinan putrinya dengan Bupati Madura dan mengangkat Joko Tingkir (Bupati Pengging) sebagai menantunya. Masa pemerintahan belia berakhir saat Sultan Trenggana terbunuh dalam medan pertempuran Pasuruan tahun 1546 Masehi.

Sunan Prawata

Pergantian kepemimpinan Demak diawali dari sengketa antara Pangeran Surowito dengan Raden Mukmin. Hingga selepas pulang dari masjid usai menunaikan shalat Jumat tahun 1546 Masehi, Pangeran Surowito dibunuh. Kekuasaan Demak otomatis jatuh ke tangan Raden Mukmin yang naik tahta dengan gelar Sunan Prawata. Masa kepemimpinannya berlangsung 1 tahun karena beliau dibunuh oleh Arya Penangsang sebagai bentuk balas dendam atas kematian ayahnya.

Arya Penangsang

Setelah membunuh Sunan Prawata, Arya Penangsang menduduki tahta dan memerintah selama tujuh tahun. Masa kepemimpinannya diwarnai dengan ketidakpercayaan pemimpin daerah-daerah di bawah kekuasaan Demak. Akhirnya tahun 1554 Masehi, Arya Penangsang terbunuh dalam pemberontakan yang dipimpim oleh Adipati Pajang, Joko Tingkir.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Demak

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Demak

Beberapa bukti kehidupan ekonomi Kerajaan Demak yang sangat melimpah, diantaranya adalah :

  • Kerajaan Demak adalah salah satu pelabuhan terbesar di Nusantara yang memegang peranan penting dalam aktivitas perekonomian antar pulau
  • Memiliki daerah pertanian yang luas dan menjadi penghasil beras terbesar
  • Perdangangannya juga meningkat seperti ekspor lilin, madu, dan beras ke Malaka melalui Pelabuhan Jepara. Aktivitas perdagangan Maritim inilah yang membuat Kerajaan Demak memiliki keuntungan besar. Bahkan banyak kapal yang tertarik dan melewati kawasan laut Jawa
  • Saat pemerintahan Raja Demak pertama, wilayah kekuasaanya adalah Banjar, Palembang, Maluku, dan bagian utara Pulau Jawa. Kemudian, pada masa Sultan Trenggana, Kerajaan Demak berhasil menguasai bekas daerah Majapahit di Jawa Barat, seluruh Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur seperti Madura, Tuban, Madiun, Surabaya, Pasuruan, Kediri, Malang, dan Blambangan

Kehidupan Sosial Budaya Kerajaan Demak

Kehidupan Sosial Budaya Kerajaan Demak

Berikut adalah kehidupan sosial budaya di lingkungan Kerajaan Demak, yaitu:

  • Rakyat Kerajaan Demak hidup teratur. Diman roda kehidupan sosial budayanya diatur menurut hukum Islam. Hal ini dikarenakan Kerajaan Demak adalah tempat berkumpulnya Walisongo yang menyebarkan agama Islam di Jawa
  • Berdirinya masjid Agung Demak sebagai lambing kebesaran Kerajaan Demak yang menjadi kerajaan Islam di Indonesia. Masjid tersebut memiliki ukiran Islam (kaligrafi) dan salah satu tiangnya terbuat dari sisa-sisa kayu bekas pembangunan masjid yang disatukan
  • Sunan Kalijaga mempelopori dasar-dasar perayaan Sekaten di Kerajaan Demak. Hal tersebut dilakukan untuk menarik minat masyarakat agar mau memeluk Islam. perayaan Sekaten menjadi tradisi yang terus dipelihara hingga saat ini terutama di daerah Cirebon, Yogyakarta, dan Surakarta

Runtuhnya Kerajaan Demak

Runtuhnya Kerajaan Demak

Sepeninggal Sultan Trenggana, Kerajaan Demak mulai goyah. Perselisihan dalam perebutan kekuasaan di dalam keluarga kerajaan menyebabkan banyak munculnya pemberontakan-pemberontakan dari kekuasaan Kerajaan Demak. Terbunuhnya Pangeran Surowito menjadi penyebab pembunuhan Sunan Prawita (pengganti Sultan Trenggana) dan sang istri. Dimana sang pembunuh tak lain adalah Arya Penangsang hingga kemudian naik tahta. Di dalam prosesnya, para pengikut Raja Arya juga membunuh Pangeran Hadiri, Bupati Jepara. Hal inilah yang kemudian menjadi pemicu ketidaksenangan para adipati lain untuk mengikuti Arya Penangsang sebagai Raja Kerajaan Demak. Pemberontakan terakhir dipimpin oleh Joko Tingkir yang menjabat sebagai Adipati Pajang. Terbunuhnya Arya Penangsang oleh anak angkat Joko Tingkir bernama Sutawijaya membuat Joko Tingkir yang akhirnya naik tahta. Beliau kemudian memindahkan kekuasaan Demak ke Pajang dan itulah yang menandakan berakhirnya kekuasaan Kerajaan Demak.

Beberapa peninggalan Kerajaan Demak yang ada hingga saat ini adalah:

Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan Kerajaan Demak
  • Masjid Agung Demak yang menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Demak. Masjid tersebut beberapa kali direnovasi dan dikenal memiliki gaya arsitektur yang sarat akan filosofi
  • Pintu bledek atau yang disebut dengan pintu petir dibuat oleh Ki Ageng Solo pada tahun 1466 sebagai pintu utama Masjid Agung Demak. Meski sudah tidak digunakan, pengunjung masih bisa melihatnya
  • Soko Tatal atau Soko Guru adalah tiang berdiameter 1 meter yang berguna sebagai penyangga masjid. Ada empat Soko Guru yang dibuat Sunan Kalijaga untuk Masjid Agung Demak
  • Dampar Kencana adalah singgasana para raja atau sultan yang pernah memimpin Kerajaan Demak.

Baca juga : Kerajaan Islam di Indonesia

Demikian ulasan lengkap mengenai Kerajaan Demak. Semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close