Campuran

Kenali Penyakit Tiroid, Gejala, Diagnosis, Gejala Dan Pengobatannya

Tahukau.comKenali penyakit tiroid mulai dari gejala, diagnosis, gejala sampai cara pengobatan yang patut diketahui. Beberapa hari lalu salah satu artis Indonesia yaitu Jesica Iskandar divonis menderita penyakit tiroid atau dikenal dengan penyakit gondokan, hal ini berdasarkan pemeriksaan yang ia lakukan. Tentu bagi orang awam penyakit yang asing karena kasusnya jarang tersorot. Namun jika dilihat dari gejala tentu ada beberapa kasus yang pernah terjadi.

Penyakit ini dipicu karena kondisi yang mempengaruhi fungsi atau struktur pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini berbentuk seperti kupu-kupu yang berada di bagian depan leher. Akibat dari penyakit ini tentu ada beberapa efek yang bisa ditimbulkan, salah satunya yaitu nyeri otot dan lemas.

Untuk mengetahui secara lengkap mengenai penyakit ini, berikut penjelasannya:

Penyakit Tiroid

Kelenjar tiroid berperan penting dalam berbagai proses metabolik dalam tubuh. Berbagai jenis penyakit tiroid yang ada bisa memengaruhi kinerja fungsi dari kelenjar tiroid, strukturnya, dan fungsi lain.

Kelenjar tiroid yang berada di bawah jakun dan mengelilingi trakea, merupakan salah satu organ dalam sistem pernapasan. Kelenjar tiroid menggunakan yodium untuk memproduksi dua hormon penting, yaitu tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3).

Dimana Fungsi dari kelenjar tiroid diregulasi melalui mekanisme umpan balik yang melibatkan kinerja otak. Saat kadar hormon tiroid rendah, maka hipotalamus di otak memproduksi thyrotropin releasing hormone (TRH) yang mengakibatkan kelenjar pituitari yang berada di bagian bawah otak berfungsi memproduksi thyroid stimulating hormone (TSH). Hormon ini membantu kelenjar tiroid untuk memproduksi T4 dengan jumlah yang lebih banyak.

Baca juga: 5 Posisi Tidur Mengatasi Nyeri Pinggang, Patut Dicoba

Penyebab Penyakit Tiroid

Berikut berbagai jenis penyakit tiroid, di antaranya yaitu:

  • Hipotiroidisme. Yang disebabkan oleh kelenjar tiroid yang memproduksi hormon tiroid dalam jumlah sedikit. Kondisi ini bisa disebabkan adanya kelainan pada kelenjar tiroid, kelenjar pituitari, atau hipotalamus.

Beberapa penyebab dari hipotiroidisme yang cukup sering terjadi yaitu tiroiditis Hashimoto (kondisi di mana sistem daya tahan tubuh berakibat pada peradangan pada kelenjar tiroid), resistensi terhadap hormon tiroid, dan peradangan tiroid lainnya seperti tiroiditis akut dan tiroiditis pasca persalinan.

  • Hipertiroidisme. Yang disebabkan oleh produksi hormon tiroid yang berlebih. Tanda dan gejala dari hipertiroidisme disebabkan oleh metabolisme yang tinggi.

Dimana penyebab dari hipertiroidisme yang cukup sering terjadi yaitu penyakit Graves, nodul tiroid yang berakibat pada peningkatan hormon tiroid, dan konsumsi yodium yang berlebih.

  • Penyakit gondok. Istilah gondok atau goiter sering menjelaskan adanya pembesaran kelenjar tiroid. Gondok bukan merupakan suatu penyakit spesifik, dan bisa dikaitkan dengan kondisi hipotiroidisme, hipertiroidisme, atau fungsi tiroid yang normal.
  • Nodul tiroid. Yaitu istilah yang digunakan untuk menerangkan adanya benjolan atau massa yang abnormal pada kelenjar tiroid.

Nodul bisa disebabkan adanya kista yang jinak, tumor yang jinak, atau kanker tiroid. Nodul bisa berjumlah satu atau lebih, dengan ukuran yang dapat berbeda.

  • Kanker tiroid. Ada beberapa jenis kanker tiroid, tergantung dari jenis sel pada kelenjar tiroid yang menyebabkan terjadinya kanker. Sebagian besar kondisi kanker tiroid bisa diatasi dengan baik jika dapat terdiagnosis di fase awal.

Gejala Penyakit Tiroid

Gejala dari penyakit ini bisa diketahui dari tanda – tandai di bawah ini yaitu:

  • Rasa lelah berlebih
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kulit yang kering
  • Timbul konstipasi
  • Merasa kedinginan
  • Penumpukan cairan tubuh
  • Nyeri otot dan sendi
  • Timbul gejala depresi
  • Perdarahan menstruasi yang berlebih

Pada hipertiroidisme, terdapat tanda dan gejala yang bisa timbul seperti:

  • Gemetar pada bagian tubuh atau tremor
  • Perasaan gugup
  • Denyut jantung yang cepat
  • Rasa lelah
  • Merasa tidak tahan panas
  • Peningkatan gerakan usus
  • Keringat yang berlebih
  • Sulit untuk berkonsentrasi
  • Penurunan berat badan berlebih yang tidak disengaja

Diagnosis Penyakit Tiroid

Untuk mendiagnosis penyakit tiroid bisa dilakukan melalui serangkaian wawancara medis dan pemeriksaan fisik secara langsung secara menyeluruh. Selain itu ada pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk menentukan diagnosis berbagai penyakit tiroid ini.

Ada pemeriksaan darah bisa dilakukan untuk melihat mengetahui kadar hormon tiroid dan TSH. Dan untuk mengidentifikasi timbulnya antibodi terhadap jaringan tiroid, seperti anti-tiroglobulin, anti-tiroperoksidase, atau antibodi yang menstimulasi reseptor TSH.

Baca juga: 5 Khasiat Black Garlic Bagi Kesehatan, Ampuh Obati Penyakit!

Pemeriksaan pencitraan dapat dilakukan jika didapatkan nodul tiroid atau pembesaran tiroid. Pemeriksaan dengan ultrasonografi (USG) bisa membantu dalam visualisasi konsistensi jaringan yang terdapat pada kelenjar tiroid, dan menunjukkan adanya kista ataukah kalsifikasi.

Lalu ada pemeriksaan thyroid scan menggunakan yodium radioaktif yang dapat dilakukan untuk mengevaluasi dari fungsi dari kelenjar tiroid. Dan pemeriksaan biopsi aspirasi jarum halus untuk mengangkat sampel sel atau jaringan dari kelenjar tiroid untuk diperiksa lebih lanjut tingkat keseriusannya.

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Tiroid

Pencegahan dari penyakit ini tergantung dari jenis penyakit yang diderita. Contoh satu anjuran yang bisa diterapkan yaitu mengkonsumsi yodium sesuai dengan asupan harian yang direkomendasikan dokter.

Untuk pengobatan penyakit tiroid juga tergantung dari jenis penyakit yang terjadi, bisa dengan pengobatan atau pembedahan.

Dalam kondisi hipotiroidisme, pengobatan diberikan untuk mengganti hormon tiroid yang kurang, dengan menggunakan hormon tiroid sintetik. Sebaliknya, kondisi hipertiroidisme, pengobatan bisa digunakan untuk menurunkan produksi hormon tiroid yang berlebih dan mencegah pengeluaran hormon tiroid dari kelenjar tiroid.

Baca juga: Kenali Penyakit Listeria, Gejala, Penyebab Dan Cara Mengatasi

Pembedahan bisa dilakukan untuk mengangkat goiter yang besar atau nodul yang ada di kelenjar tiroid. Dimana, pembedahan merupakan cara penanganan jika terdapat kecurigaan adanya kanker tiroid. Bila kelenjar tiroid diangkat sepenuhnya, maka pasien tersebut harus mengkonsumsi hormon tiroid sintetik seumur hidupnya.

Nah, itulah penjelasan mengenai penyakit tiroid yang bisa kamu ketahui, semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close