Umum

Kenali Penyakit Listeria, Gejala, Penyebab Dan Cara Mengatasi

Tahukau.com – Kenali penyakit listeria, mulai dari gejala, penyebab dan cara mengatasinya yang patut kamu ketahui. Belakangan ini isu mengenai bakteri listeria dari jamur enoki menjadi viral, karena di negara Amerika sendiri beberapa korban yang dinyatakan positif terkena bakteri listeria. Hal ini akibat dari mengkonsumsi jamur enoki yang tercemar bakteri tersebut.

Semenjak isu tersebut merebak, Indonesia khususnya sudah memerintahkan kepada penjual untuk memusnahkan jamur tersebut sebelum masuk pasaran. Jamur yang diimpor dari Korea Selatan ini diduga terpapar bakteri yang bisa menyebabkan korban sesak nafas, muntah dan kepala pusing.

Banyak orang yang belum mengetahui sebetulnya seberapa jauh bahaya dan apa itu penyakit listeria?. Kali ini akan membahas mengenai kenali penyakit listeria, gejala, penyebab dan cara mengatasi yang patut diwaspadai.

Penyakit Listeria

Infeksi akibat bakteri listeria dikenal dengan sebutan nama listeriosis. Kondisi yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Listeria monocytogenes. Bakteri ini seringnya ditemukan pada makanan yang mengandung antara lain:

  • Produk susu yang tidak dipasteurisasi
  • Daging tertentu
  • Buah Melon
  • Sayuran mentah

Listeriosis bukan merupakan kondisi yang serius di sebagian besar orang. Namun, seseorang dapat tidak menunjukkan tanda atau gejala terhadap infeksi tersebut, dan adanya komplikasi cukup jarang ditemui. Namun, bagi sebagian kecil lain, kondisi ini bisa menunjukkan tanda dan gejala yang cukup berbahaya.

Baca juga: Manfaat Aplikasi Halodoc Dalam Menyikapi Penyakit

Penyebab Listeria

Listeriosis terjadi setelah seseorang berkontak langsung dengan bakteri Listeria monocytogenes. Seseorang bisa terinfeksi oleh listeriosis setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri ini. Bahayanya jika bayi baru lahir juga bisa tertular jika kondisi dari ibunya terpapar bakteri ini juga.

Bakteri penyebab listeriosis biasanya hidup di tanah, air, dan pada feses hewan. Dan, bakteri ini juga bisa hidup pada makanan, peralatan produksi makanan, dan pendingin makanan.

Listeriosis dapat ditularkan melalui:

  • Daging yang diproses sebelumnya, termasuk daging olah dan makanan lain yang disimpan dalam tempat dingin.
  • Produk susu yang tidak dipasteurisasi, seperti keju lunak dan susu.
  • Produk susu yang diproses, seperti es krim.
  • Sayur dan buah yang masih mentah.

Bakteri penyebab listeria ini tidak dapat terbunuh di lingkungan dingin yang terdapat pada lemari pendingin dan freezer, hanya saja pertumbuhannya menjadi lebih lambat. Bakteri tersebut kemungkinan tinggi untuk rusak karena adanya udara panas.

Dengan memasak makanan yang diproses sampai suhu 73.8º C bisa membunuh bakteri tersebut.

Baca juga: 5 Makanan Berbahaya Bagi Penderita Asam Urat, Hindari!

Gejala Listeria

Tanda dan gejala yang paling sering ditemukan pada listeriosis yaitu:

  • Adanya demam
  • Rasa mual
  • Diare
  • Nyeri pada otot

Sebagian besar orang, tanda dan gejala yang timbul mulai dari sangat ringan dan infeksinya tidak terdeteksi. Tanda dan gejala mulai timbul satu sampai tiga hari setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Biasanya keluhan yang paling ringan yang timbul seperti gangguan saluran pernapasan, diare, dan demam. Namun terkadang, sebagian orang tidak mengalami gejala awal sampai berhari-hari setelah terkena infeksi.

Pada sebagian kasus, listeriosis mampu menyebar ke luar dari saluran cerna. Infeksi yang lebih lanjut dikenal dengan istilah listeriosis invasif dan bisa menyebabkan gejala yang cukup berat, di antaranya yaiu:

  • Nyeri kepala hebat
  • Kebingungan
  • Rasa kaku pada leher
  • Perubahan kesadaran
  • Gangguan keseimbangan dan kesulitan berjalan
  • Terjadi kejang

Komplikasi dapat terjadi seperti infeksi pada selaput otak, infeksi pada katup jantung, dan infeksi pada aliran darah. Umumnya, pada kasus berat membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Baca juga: 5 Jenis Makanan Disarankan Tidak Dipanaskan Kembali, Mempengaruhi Kesehatan!

Pada wanita hamil, dapat tidak timbul tanda atau gejala, sehingga wanita hamil tidak menyadari jika ia sedang terinfeksi. Listeriosis pada wanita hamil bisa menyebabkan keguguran atau kondisi bayi yang tidak baik.

Pencegahan Listeriosis

Pencegahan pada listeriosis bergantung dari seberapa berat tanda juga gejala yang dialaminya juga status kesehatan secara menyeluruh. Jika gejala yang dialami cukup ringan, maka tidak dibutuhkan penanganan spesifik selain cukup beristirahat dan menjaga pola makan yang baik.

Disarankan untuk tetap mengkonsumsi air secukupnya. Serta dokter akan meresepkan obat-obatan anti-nyeri untuk meredakan keluhan demam juga nyeri otot.

Jika gejala yang dialami cukup berat, atau terdapat infeksi lanjutan, maka dokter akan meresepkan antibiotik golongan tertentu. Dan, infeksi berat akan membutuhkan perawatan inap di rumah sakit dan pemberian obat melalui pembuluh darah vena.

Kesembuhan dari infeksi ringan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima hari. Pada orang dengan infeksi serius, kesembuhan bergantung dari derajat keparahan infeksinya. Jika infeksi menjadi invasif, kesembuhan bisa membutuhkan waktu sampai 1 bulan.

Baca juga: Ramalan Wabah Corona Inilah Sinopsis Film Deranged

Lalu beberapa hal untuk pencegahan lainnya, yaitu:

  • Mencuci tangan secara rutin sebelum dan setelah memasak atau menyiapkan bahan makanan dan setelah beraktivitas di luar.
  • Membersihkan meja juga peralatan masak dengan bersih.
  • Mencuci buah dan sayur secara bersih.
  • Memasak makanan dengan cara yang tepat.
  • Membersihkan lemari pendingin rutin

Dengan begitu pertumbuhan bakteri akan melambat bahkan hilang. Demikian pemaparan mengenai penyakit listeria, gejala, penyebab dan cara mengatasi. Semoga menjadi manfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close