Peningkatan Kasus Covid-19 Yang Semakin Bertambah Di India

  • Whatsapp
covid-19
covid-19

Tahukau.com – Peningkatan Kasus Covid-19 Yang Semakin Bertambah Di India – Organisasi kesehatan Dunia Mengatakan kini india telah menjadi negara dengan kasus positif Covid-19 yang paling tinggi, dikarenakan jumlah kasus postif Covid-19 dan korban meninggal di india semakin bertambah setiap harinya.

Ketidak siapan dan sikap masyarakat menyusahkan para medis untuk menagani korban yang terpapar Covid-19 di india.

Jumlah kasus Covid-19 di india sudah melewati batas hingga 20 juta, berdasarkan data yang telah dipaparkan secara resmi pada Selasa (04/05/2021) AFP melaporkan, “Negeri Bollywood” 357.229 kasus, membuat total kasusnya berada sampai di angka 20,3 juta.

Dalam beberapa terakhir ini warga yang ada di India menyelenggarakan festival keagamaan, kampanye politik pada pemilihan umum negara bagian dan banyak warga yang mengikuti aktivitas tersebut tidak memikirkan apa yang akan terjadi jika berkumpul dikerumunan tanpa menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Seluruh negeri telah berpuas diri, kami mengizinkan pertemuan sosial, agama, dan politik,” kata Rajib Dasgupta, profesor di Universitas Jawaharlal Nehru, New Delhi, kepada AFP. “Tidak ada lagi yang mengantri (dengan menjaga jarak).”

Baca Juga : Ungkap Kondisi Komedian Sapri Yang Terbaring Sakit

Pemerintah yang mengimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan pun banyak diacuhkan oleh masyarakat India. Seperti yang dikisahkan oleh Rohit, 28 tahun, seorang pelayan di restoran populer Mumbai yang pindah ke negara bagian Punjab untuk bekerja.

Bahwa “Tidak ada yang mengikuti aturan di restoran. Sebab apabila kita memberi tahu pelanggan untuk memakai masker, mereka akan bertindak kasar dan tidak menghormati kami” terang Rohit.

Kasus Covid-19 Di India

Akibat kenaikan jumlah kasus Covid-19 yang tinggi ini, telah membuat rumah sakit tertekan dan menyebabkan persediaan tempat tidur semakin menipis dan juga terjadi kenaikan permintaan akan obat remdesivir membuat India akhirnya mengembargo ekspor remdesivir ke luar India.

Terdapat Varian Mutan Ganda Yang Ditemukan

Dari sekitar 13.000, ada lebih 3.500 varian yang menjadi perhatian termasuk B.1.617 – di delapan negara yang ada. Varian B.1,617 telah ditemukan di beberapa bagian negara yang mengalami lonjatan tajam seperti Maharashtra, Karnataka, Benggala Barat, Gujarat dan Chhattisgarh.

Baca Juga : Kronologi Kasus Beracun Di Bandul, Berikut Penjelasannya

Selama lebih dari sebulan ini, Delhi (pemerintah India) bersih keras mengatakan bahwa varian tersebut tidak memiliki kaitan dengan lonjakan untuk saat ini.

Ahli virologi Shahid Jameel juga mengatakan kepada wartawan BBC Vikas Pandey sebelumnya bahwa langkah India melihat dengan serius mutasi ini cukup terlambat. Yang mana proses pengurutan baru dilakukan dengan benar pada pertengahan Februari 2021 yang lalu.

Di India sudah di urutkan lebih dari 1% dari semua sampel saat ini. Sebagai perbandingannya, inggris mengurutkan pada 5-6% pada puncak pandemi ini. Akan tetapi kalian tidak dapat membangun kapasitas seperti itu dalam satu malam katanya.

Meskipun pemerintah pusat mengatakan ada korelasi, ia pun juga menambahkan keterkaitan tersebut tidak sepenuhnya stabil.

Sujeet Singh dari Pusat Pengendalian Penyakit Nasional mengatakan bahwa Korelasi epidemiologis dan klinisnya tidak sepenuhnya kuat tanpa korelasi, sebab kami tidak dapat membangun hubungan langsung dengan lonjakan apa pun.

Namun, kami telah menyarankan kepada negara bagian agar memperkuat respon kesehatan masyarakat dengan meningkatkan pengujian, isolasi cepat, mencegah keramaian, vaksinasi, ungkapnya lagi.

Baca Juga : 2 Anak Ditemukan Tewas Tenggelam Di Basemen Nirmala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *