Umum

Heboh! Dosen Lakukan Pelecehan Seksual, Alasan Riset Swinger Di Yogya!

Tahukau, – Berita terbaru, seorang dosen di Yogyakarta melakukan pelecehan seksual dengan alasan riset swinger kepada beberapa korbannya.

Diketahui seorang pria dengan inisial BA mengaku jika melakukan pelecehan seksual melalui video yang diunggah di media sosial milik pribadinyanya.

BA menyatakan sudah melakukan pelecehan dengan mengaku sebagai dosen yang berbagai kedok, salah satunya ia melakukan penelitian mengenai swinger. Pria yang berinisial BA ini membuat video pengakuan di media sosial Facebook miliknya yaitu @Bams Utara.

Baca juga: Anji Dipolisikan Gara – Gara Obat Covid 19!

Dalam video itu, BA mengaku sudah melakukan pelecehan seksual kepada beberapa korban. “Terima kasih kepada teman-teman yang sudah mendengarkan video saya ini. Saya membuat rekaman ini dengan kesadaran penuh dan tidak ada paksaan dari siapapun. Saya ingin menjelaskan jika pernyataan saya mengenai rencana penelitian swinger kepada banyak perempuan adalah bohong.

Jika sesungguhnya saya sebenarnya lebih ingin berfantasi swinger secara virtual semata. Hal tersebut dikarenakan kata swinger sering menghantui saya di setiap waktu dan tempat. Selain berfantasi secara virtual tentang swinger, saya juga pernah melakukan pelecehan secara fisik. Karena itu secara khusus saya meminta maaf kepada seluruh korban baik dari kampus UGM Bulaksumur, dan yang lain, yang pernah menjadi korban pelecehan saya baik secara fisik, tulisan dan verbal sehingga menimbulkan banyak trauma.

Saya juga meminta maaf kepada NU dan UGM karena selama ini menyalahgunakan nama NU dan UGM dalam mencari target. Secara umum saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan berjanji tidak akan lagi melakukan kebohongan ini. Apa yang saya lakukan selama ini tidak diketahui oleh istri saya. Setelah ini saya akan menceritakan kepada istri saya dan meminta dia mendampingi saya dalam melakukan terapi secara intensif ke psikolog dan psikiater agar bisa terbebas dari penyimpangan dan kelainan.

Dan terakhir saya berjanji untuk tidak melakukan hal ini lagi dan jika terbukti melakukan lagi saya akan siap menerima semua konsekuensi hukum yang ada. Terimakasih perhatianya teman-teman yang mau mendengarkan,” ungkap BA dalam video pengakua yang diunggah melalui akun media sosial Facebooknya @Bams Utara. Saat dicek pada Senin 3 Agustus 2020, akun media sosial Facebok dan video ini sudah dihapus. 

Salah satu penyintas, IA, menjelaskan jika BA menghubunginya pada Januari 2019. Sebelum menghubungi, BA meng-add akun Facebooknya. Bermula BA menjalin komunikasi via chat Facebook. “Ia mengaku akan melakukan penelitian, membantu penelitian temannya yang dari psikolog. Ia membantu penelitian sosial,” jelas IA saat melalui media, Senin (3/8/2020). 

Baca juga: Youtuber Edo Putra ‘Prank Daging Kurban Berisi Sampah!

Terungkap, BA pernah telepon sebanyak dua kali. Namun pembicaraan dalam telepon terasa aneh. “Saya blokir pada tahun itu juga setelah telepon dua kali rasanya aneh lalu saya blokir. Sebelum itu saya tidak pernah mengenal dia,” ungkapnya.

BA dikenal bisa add akun Facebook penyintas setelah masuk ke salah satu grup. BA memang sengaja masuk ke grup untuk mencari targetnya. “Iya ia tahu saya melakukan penelitian, karena masuk ke grup lalu semua di-add dan random,” paparnya.

Terkait peristiwa itu, IA lalu memposting di media sosial Facebooknya. BA lalu meminta seseorang untuk menghubungi IA untuk meminta maaf. “Karena sudah saya blokir, ia meminta seseorang untuk menghubungi saya sebagai mediasi ingin meminta maaf. Karena sejak tulisan saya viral, ia ditekan sana sini,” ulasnya.

Sebelum bertemu, IA meminta supaya BA menyampaikan permohonan maaf melalui media sosial kepada semua korban. Saat itu BA sudah menyampaikan permintaan maaf. Namun masih berkelit jika yang dilakukannya merupakan sebuah penelitian. “Saya dan kawan-kawan tidak sreg dengan permintaan maafnya itu. Akhirnya waktu kemarin bertemu, ia mengakui jika ia menghubungi banyak perempuan dengan modus penelitian, konsultasi, dan ada yang curhat keluarga itu hanya untuk memuaskan fantasi bercerita seksual swinger membuat dirinya merasa puas, intinya seperti itu,” ungkapnya. 

Sejak postingannya di akun Facebooknya viral, sampai sekarang sudah ada sebanyak 50 laporan korban yang masuk. Penyintas kebanyakan dihubungi oleh BA melalui chat media sosial, dan telepon. “Ada yang melalui Facebook Messenger, ada yang lewat komen dan kami konfirmasi apakah sama ini orangnya dan sebagainya. Pendataan masih, sepertinya bertambah pada bilang, Mbak saya dihubungi ini, dengan berbagai modus,” ungkapnya.

Ia pernah melakukan pelecehan seksual secara fisik di Balairung UGM. “Itu korban menghubungi saya langsung dan itu cukup ramai katanya dulu. Dan BA mengakui itu semua,” jelasnya.

Penyintas memposting mengenai peristiwa pelecehan seksual ini untuk efek jera. Agar BA tidak kembali melakukan hal yang sama. “Ia lolos di mana-mana, bisa bekerja di institusi A, institusi B yang itu institusi yang baik dan terhormat. Karena tidak tahu ada latar belakang yang seperti ini, ia punya riwayat penyerangan secara fisik yang seksual itu berbahaya dan berpotensi melakukan pelecehan seksual lagi ke depan dan menjadi orang tahu ini lho,” jelasnya.

“Kami masih berkoordinasi dengan korban yang lain, kami masih terus mencari apakah ada yang lebih berat, atau ada korban yang trauma dan butuh dibantu, karena bicara pun tidak mudah. Menyimpan trauma tidak mudah,” jelasny.

“Kira-kira ada berapa? Ia bilang seminggu biasanya ada yang baru, dia ngomong sendiri. Kalau seminggu ada satu, dalam satu tahun ada 52 bulan, ini kan dari 2014,” jelasnya. 

Baca juga: Ngaku Temukan Obat Covid 19, Sosok Hadi Pranoto Dicemooh!

Modus yang sudah dilakukan oleh BA bermacam-macam, mulai dari curhat masalah istrinya sampai melakukan penelitian. Dan, menyamar sebagai istrinya dengan modus curhat diajak swinger.  

Sementara itu, ketika dikonfirmasi Rektor UNU Purwo Santoso menjelaskan jika BA sudah mencatut nama universitas yang dipimpinya. “Yang saya perlu klarifikasi, dia memang mencatut sebagaimana pernyataan di video. Ia telah mencatut NU dan UGM,” jelasnya.

Dirinya mengenal BA sejak mengambil S2 di UGM. BA tidak terdaftar sebagai dosen di UNU. Dan BA sebatas pengajar tamu di kampusnya. Dan sudah sejak lama tidak lagi beraktivitas di UNU.

Dengan pencatutan nama, Purwo Santoso saat ini belum memutuskan mengenai langkah hukumnya. “Soal pencatutan dan masalah hukumnya kami masih belum ada keputusan,” jelasnya.

UGM mengecam atas semua bentuk tindak pelecehan juga kekerasan seksual apapun bentuknya. “Pimpinan UGM melakukan pendataan dan mempelajari kasus tersebut. UGM siap support sivitas akademika UGM yang menjadi penyintas dan memerlukan dukungan dalam bentuk apa pun,” jelas Iva.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan sampai saat ini belum ada laporan mengenai peristiwa tersebut. “Kurun waktu tiga hari belum ada laporan. Korban dipersilakan melapor ke kantor polisi terdekat, kalaupun tipe A tetap ada pengaduan ke kami,” ungkapnya. 

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close