Umum

Fakta Anak Berisiko Alami Depresi Lebih Tinggi Dari Orangtuanya

Tahukau.comFakta anak beresiko alami depresi jika orangtuanya juga pernah mengalami hal yang sama. Mengalami depresi prenatal dan postnatal bisa dialami oleh beberapa orangtua saat memiliki anak, namun para peneliti mengatakan orangtua khususnya ibu yang sedang hamil yang mengalami depresi lebih mungkin memiliki anak yang juga mengalami depresi seiring bertambahnya usia sang anak.

Anak dari ibu yang mengalami depresi perinatal memiliki risiko sebesar 70 persen lebih tinggi berdampak depresi pada masa remaja dan dewasa. Gaya hidup keluarga yang sehat bisa membantu menurunkan risiko depresi pada anak. Karena itu apabila ibu sudah mengalami gejala depresi sebaiknya konsultasi ke dokter ahli untuk segera ditindaklanjuti dengan tepat.

Untuk mengetahui fakta anak beresiko alami depresi dari orangtuanya, berikut penjelasannya.

Fakta Anak Bisa Terkena Depresi

Untuk mengetahui fakta lebih lanjut, berikut ulasan selengkapnya terkait fakta anak dengan orangtua depresi berisiko mengalami depresi lebih tinggi berikut ini:

1. Tanda-tanda Depresi Pada Anak

Depresi yang dialami seumur hidup tidak selalu berbentuk dengan cara yang sama. Karena itu, ciri dari depresi pada anak mungkin saja terlewatkan atau disalahartikan sebagai masalah biasa.

Baca juga: 5 Manfaat Pelukan Yang Patut Diketahui

Pentingnya untuk mengetahui ciri depresi selama tahap kehidupan anak sebagai bentuk untuk intervensi dini.

Bayi dan anak usia dini (usia 0–5)

  • Kesedihan berkepanjangan atau sering marah dan dikombinasikan dengan adanya gangguan seperti tidur, nafsu makan yang buruk, juga tidak banyak beraktivitas.
  • Jarang terlibat banyak kegiatan, merasa takut, tidak bertanggung jawab, dan timbal balik dengan pengasuh dan orang lain sangat buruk.
  • Memiliki perkembangan yang terlambat.

Masa kecil

  • Sering merasa bersalah dan harga diri rendah.
  • Mengalami keluhan somatik, seperti sakit kepala, sakit perut, atau merasa tidak enak badan.
  • Sering marah melalui emosi dan masalah perilaku lainnya.

Masa remaja

  • Menarik diri dari pergaulan.
  • Adanya perubahan emosional melalui mudah emosi atau marah.
  • Pola tidur yang buruk atau merasa sulit untuk tidur.

Masa dewasa

  • Emosi diekspresikan sebagai suasana hati yang sedih.
  • Insomnia.
  • Isolasi dan penarikan diri dari orang lain.

2. Faktor Biologis dan Lingkungan

Penyebab depresi bisa dari faktor biologis dan lingkungan yang memengaruhi kesehatan mental seorang perempuan dan anak, terutama dengan perubahan tubuh terkait kehamilan dan persalinan pada ibu hamil.

Dengan menenetukan terapis yang terlatih saat mengalami depresi perinatal bisa melatih orangtua membuat dunia yang berbeda bagi ibu, anak, dan seluruh keluarga. Hal ini juga bisa mengurangi risiko pada depresi selama kehamilan.

Ahli mengatakan, tindakan untuk menurunkan risiko depresi pada orang dewasa juga bisa diterapkan untuk membantu mengurangi risiko depresi pada sang ibu.

Seperti dengan tidur yang cukup, nutrisi penuh, aktivitas, tetap terhidrasi, menghabiskan waktu di alam bebas, dan meminta bantuan teman atau profesional jika merasa diperlukan.

3. Anak Belajar Banyak Hal Dari Orangtua

Seorang anak tentu banyak belajar dan meniru apa yang orangtuanya lakukan. Anak belajar segala macam hal dari orangtuanya, dimulai sejak usia dini. Beberapa anak sudah bisa mengukur dan ada yang belum bisa.

Baca juga: Manfaat Travelling Bagi Kehidupan Sehari-Hari

Bahkan jika tidak memiliki kecenderungan genetik, dan pengaruh penting biologis atau fisiologis lain, maka anak yang dibesarkan oleh orangtua dengan gangguan mood sejak dini beresiko mengalami hal yang sama.

4. Anak Perempuan Berisiko Depresi Dibanding Laki-laki

Fakta anak remaja perempuan ditemukan memiliki risiko depresi 6 persen lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki yang orangtuanya pula mengalami depresi perinatal.

Sementara itu depresi perinatal yaitu sebuah gejala kecemasan yang biasanya jelas dalam waktu dua minggu setelah melahirkan. Banyak perempuan alami bentuk depresi ini setelah melahirkan, bahkan bisa lebih dari 2 minggu pertama.

Tentu hal ini masih memerlukan penelitian tambahan mengenai penularan risiko depresi dan cara mengatasi pengurangan risiko sehingga mampu membuka jalan bagi untuk mengurangi risiko gangguan depresi selama kehamilan sang ibu.

5. Cara Untuk Mengurangi Risiko

Dengan deteksi dini menjadi bentuk vital dari intervensi dini bagi anak-anak. Penting juga untuk mengenali faktor-faktor risiko diri sendiri. Bisa dilakukan dengan anggota keluarga mengenai riwayat kesehatan mentalnya. Berikan perhatian khusus pada gangguan suasana hati dan kecemasan pada anak dan ibu yang mengalami.

Dengan sistem perawatan yang komprehensif, seperti program kesehatan perilaku, perempuan hamil bisa mendapat motivasi kesehatan mental dan perawatan medis fisik.

Paling tidak dengan melakukan perawatan sejak dini bisa mengurangi resiko depresi lebih serius. Peran orangtua sangat penting dalam membangun karakter anak, termasuk menjaga kondisinya sampai menjadi dewasa.

Nah demikian ulasan mengenai fakta anak beresiko alami depresi, semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close